I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Kelelahan (+ Visual )


__ADS_3

"Papaaaaaaa....." (Lean)


"Mamaaaaaa" (Arles)


Bocah kembar itu tengah menggedor-gedor sembari meneriaki papa dan mama mereka.


Keduanya memanggil dengan volume suara yg kian meningkat, karena tidak ada sahutan dari pasangan yang masih nyenyak tertidur itu. Itu akibat kelelahan bermain adegan panas selama 2 jam🤭. Bagaimana tidak durasinya berlangsung hingga dua jam? kedua insan itu sudah sangat lama memendam kerinduan satu sama lain.


Glesty tidak mendengar teriakan kedua bocahnya itu, saking nyenyaknya tertidur akibat kelelahan bermain panas bersama Arland.


Ilustrasi Gambar👇


Anggap saja ini Glesty Gaes😆



Anggap aja ini Ayang Arland ya Gaes😆.



Arland terbangun karena mendengar ada suara yang memanggilnya. Saat baru membuka matanya, Arland terlihat meraba tubuhnya sendiri. Ia takut ini hanya mimpi.


"Papaaaa"


Tok tok tok.


"Aku tidak bermimpi. Itu pasti putriku."


Arland memungut kembali piyamanya dilantai dan memakainya.


Klek.


Pintu terbuka.


"Papaaa... Kami lapar.. iyakan Arles?" Bocah tampan itu hanya mengiyakan lewat gerakan kedua alisnya.


"Oh,, anak-anak papa lapar? Oke, kita kebawah ya! Mau papa gendong dua-duanya?" Lean mengangguk dengan wajah sumringahnya. Sedangkan Arles, anak itu hanya menautkan kedua alisnya dan menggeleng. "Mama mana? Belum bangun? " Tanyanya dengan wajah canggung. Arles celingak celinguk mencari keberadaan Glesty.


"Gawat, mamanya sedang tidur dengan tubuh polosnya dibalik selimut." Batin Arland.


"Arles, Lean, mama sedang tidur karena kelelahan. Jangan mengganggunya dulu ya, ayo kita kebawah." Arlas menggendong putrinya dan tidak lupa mengandeng tangan Arles.


Anggap saja ini Lean dan Arles Gaes😆👇


Arles👇



.


Lean👇



Saat ketiganya menuruni tangga, para pekerja baru saja selesai dengan pekerjaan mereka.


"Selamat pagi tuan, tuan kecil dan nona kecil!" Sapa para pelayan dengan sangat ramah. Mereka baru hari ini bertemu dengan pemilik rumah ini. Betapa kagumnya mereka melihat tiga sosok yang mungkin baru saja bangun, tetapi terlihat sangat cantik dan tampan.

__ADS_1


Seperti kata Anton, setelah beres dengan pekerjaan masing-masing, para pekerja akan pulang pukul 9 pagi. "Kami pamit pulang tuan!" Ucap mereka serempak.


"Silahkan. Terima kasih untuk hari ini. Hati-hati dijalan ya." Ucap Arland yang tidak pernah mereka sangka. Ternyata Tuan rumah ini sangatlah rama, puji mereka dalam hati masing-masing.


.


"Selamat pagi!"


Sebuah suara menghentikan aktifitas mulut ayah dan anak itu yang sedang mengunyah menikmati sarapan mereka.


"Van? Ada apa kemari? Kenapa bisa kau tahu tempat tinggal kami?" Ketus Arland.


Devan menarik salah satu kursi meja makan dan mendudukinya.


Sebagai Devan👇



Baru saja Devan Menuang sarapan ke piringnya, tiba-tiba muncul dua orang yang sangat Devan kenal.


Alina Lea👇



Leon👇



Disusul lagi dengan kehadiran seseorang yang sangat Arland sayangi. Tapi itu dulu, sebelum wanita itu berkomplot dengan mama papa membohongi Arland, tentang Glesty.


Anggap saja Angel (Adik Arland).



Devan terlihat ki kuk melihat Lea yang muncul dengan tiba-tiba. Padahal Lea sama sekali tidak meliriknya, kenapa pria itu bisa salah tingkah?


"Oh.. Kau juga datang?" Dengan wajah datarnya, tanpa melihat kearah adiknya itu.


Tentu saja pertanyaan itu ditujukan untuk Angel.


"Kak, tentu saja aku datang. Aku ingin berkenalan dengan keponakanku ini." Angel tersenyum lebar kearah dua bocah itu. Ada perasaan bersalah dalam hatinya. Arland melihat sekilas adiknya itu.


Lea masih betah berdiri. Rasanya ia tidak bersedia ada di ruangan yang sama dengan pria jahat itu.


"Aku tidak ingin bertukar udara dengan pria ini." Batinnya.


Entahlah, terkadang Lea merasa sedih ketika teringat akan Devan. Akan tetapi, saat berhadapan dengan pria itu, Lea merasa sangat tidak suka.


Leon, lelaki itu menarik kursi yang berhadapan langsung dengan Devan. Ia hanya melirik Devan sekali.


"Onty Le.. Jangan berdiri saja.. Duduklah.." Suara imut Lean, membuat Leon dan Lea terperanga.


" Lean... ? Apa tadi Lean menyebut Onty?" Lean mengangguk.


"Onty mau dengar lagi.. ayo panggil lagi sayang." Lea sudah tidak peduli dengan sekelilingnya. Ia memeluk gadis kecil itu dan menghujaninya dengan ciuman.


"Tunggu cantik, panggil uncle dulu.. Lean belum panggil uncle kan?" Leon tiba-tiba saja sudah ada disebelah Lea. Membuat bocah itu mendongak ke kanan dan ke kiri bergantian.

__ADS_1


"Onty Le,!"


"Uncle Le!"


Beberapa kali keduanya meminta anak itu memanggil nama mereka secara bergantian. Semua yang menyaksikan terlihat menampilkan senyuman diwajah mereka masing-masing, termasuk Arles, yang terbilang jarang tersenyum.


Lea tak peduli lagi ada atau tidaknya Devan disana. Hatinya sedang berbahagia karena Lean. Lea menarik kursi yang ada di samping Angel, agar bisa berhadapan dengan Lean. Angel berada diantara Lea dan Devan.


"Hei Arles, apa kau merindukan onty?"


Yang ditanya hanya menjawab "Iya" dan terus saja mengunyah sarapannya.


"Dimana mama kalian yang cantik itu? kenapa tidak ikut sarapan?" Tanya Lea lagi.


"Mama masih tertidur!" (Arles)


"Kata papa, mama sedang kelelahan, jangan diganggu onty!" Celetuk Lean dengan polosnya.


"Uhuk--uhuk.." Arland tiba-tiba tersedak makanannya sendiri.


.


.


Ke empat tamu pagi itu saling pandang sembari menahan senyuman.


.


.


Arland meminum air mineral di gelas yang ada di depannya, dan sedikit menghentakkan gelas tersebut di atas meja, untuk menghentikan pikiran liar dari adik-adiknya itu.


"Makanlah.. jangan banyak bertanya. Bisa-bisa anak - anakku juga ikut tersedak jika terus berbicara sambil makan." Arland berusaha membuang perasaan malunya dihadapan orang-orang ini.


Kata "Kelelahan" benar-benar tidak tepat untuk dijadikan alasan kepada anak kecil. Pikirnya.


.


.


Bersambung dulu ya gaes. maap.


Author lh kurang fokus nih.😊


Terima kasih ya gaes untuk segalanya😁


Oia, untuk Visual diatas, sorry klo ga sesuai dengan keinginan😁


**Buat teman-teman Readers maupun authors yang ada di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat!


Aku turut prihatin dengan musibah yang tengah melanda daerah kalian ya gaes. Aku doakan, setelah ini akan ada harapan baru dan membahagiakan buat kalian.. Amin**.


Lanjut🥰🥰🥰🥰


oia, my ig: reetha262


di follow dong gaes😊

__ADS_1


Author kan pengen kenal kalian😉


Makasih gaes😊


__ADS_2