I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Bertemu Aurel Lagi


__ADS_3

Glesty tertidur begitu pulas, dan tidak bangun awal seperti biasanya. Bagaimana tidak, itu semua gara - gara tidak bisa memejamkan matanya semalaman karena memikirkan tentang Arland yang tiba-tiba saja muncul dihadapannya, dan terlihat sangat marah seperti ingin menelannya hidup-hidup.


Pukul 06.00 pagi. Glesty dapat merasakan aroma wewangian masuk kedalam hidungnya. Bersamaan dengan itu, terasa sebuah tangan kecil menggoyangkan - goyangkan jari kelingkingnya. Glesty sangat hafal, itu adalah cara Lean membangunkannya.


Glesty membuka matanya perlahan, dan melihat kedua anaknya sudah siap dengan seragam sekolahnya. Sudah mandi, rapi dan memakai parfume kesukaan mereka.


Menyadari anak - anaknya sudah siap untuk ke sekolah, Glesty langsung bangun dari tidurnya "Sayang, maafkan mama telat bangunnya." Glesty merasa bersalah. Namun, kedua bocah itu hanya menjawab dengan ucapan selamat pagi, dan memeluknya. Yah, tentu saja tepatnya cuma Arles yang mengucapkannya.


Glesty pun dengan buru-buru beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke dapur. Ia takut kedua anaknya akan berangkat ke sekolah dengan perut kosong. Kedua anak itu hanya mengekor dibelakangnya.


Tiba didapur, ia melihat bungkus roti tawar dan botol selai stowberry yang sudah tampak hampir habis. "Wah jadi anak-anak mama sudah sarapan?" tebaknya, dan berbalik menghadap dua bocah itu. Seperti biasa, keduanya mengangguk dan tersenyum. Glesty pun merasa legah. Disaat-saat seperti ini anak-anaknya bisa mengurus makanannya sendiri. Terkecuali jika harus memasak, tentu saja kedua bocah itu belum bisa. hehe.


\=\=\=\=\=


Ditempat lain, kediaman Aurel dan Rina.


Keluarga Adi Wijaya sedang menikmati sarapan paginya. Ada dr. Rina, Aurell, tuan besar dan nyonya besar.


"Pa, ada yang ingin mama ceritakan padamu." Ucap mama disela obrolan mereka saat sambil menikmati sarapan.


"Aku tahu ma, kau punya sesuatu yang belum diceritakan padaku. Sejak kepulanganmu bersama anak itu kemarin, aku melihat kegelisahan diwajahmu. Tapi makanlah dulu, jangan banyak bicara. Sahut tuan besar pada istrinya, disambung oleh gelak tawa Aurell.


"Hahahahahah, opa lucu sekali. Melarang oma banyak bicara, padahal opa yang berbicara panjang lebar." ucap Aurell dan membuat ketiga orang didepannya ikut tertawa.


Selepas sarapan, Tuan besar duduk di sofa ruang keluarga rumah itu. "Sayang, apa yang tadi ingin kau bicarakan? Aku sangat penasaran." Ucapnya.


"Pa.. begini. Mama ingin memperlihatkan sesuatu." Nyonya besar mengambil ponsel dari tasnya dengan antusias.

__ADS_1


"Pa.. Lihat ini." Nyonya besar memperlihatkan sesuatu yang ada di layar ponselnya. Rina dan Aurell hanya diam dan bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang menjadi topik pembicaraan dua orang di depan mereka ini.


Tuan besar menampakkan raut wajah yang biasa saja, dan akhirnya bertanya "Ada apa memangnya dengan foto ini?"


Nyonya besar mengerutkan keningnya. "Pa, perhatikan lagi foto ini. Apa yang papa lihat?"


"Sayang, bukankah ini foto putra kita Arland? Apanya yang aneh?" Si papa merasa bingung dengan istrinya.


"Fix. Papa bilang, dia adalah Arland?" Lalu lihat foto ini lagi. Si mama kembali memperlihatkan satu foto lagi yaitu pose saat Arland dan Arles tengah berbicara diruang kepala sekolah kemarin.


"Oh ini Arland. Bagaimana mung...." Tuan besar terlihat kebingungan.


"Iy...iya sekarang aku percaya bahwa anak ini bukan Arland. Terlihat sekali foto ini diambil dengan kamera zaman sekarang. Ma.. bagaimana mungkin mereka bisa terlihat sangat mirip?" Papa Arland berkomentar panjang lebar.


Aurell yang merasa sangat penasaran, mendekat ke arah opa omanya dan berdiri disamping sang opa. "Wah adik ini bernama Arles opa." serentak keduanya menatap Aurell.


Rina pun menjawabnya dengan berkata "iya ma, pa, kami berdua berkenalan dengan anak itu dipantai. Waktu itu kami jalan - jalan di pantai kota J bersama Arland. Sepertinya mereka memang saling kenal, memangnya ada apa ma? Tanya Rina diakhir pernyataannya.


"Rin, kamu tau, saat Arland kecil, dia terlihat seperti anak ini," jelas mama. Rina terlihat memikirkan sesuatu. "Memang sih, sekarangpun mereka terlihat mirip. Tukas Rina.


"Ma... apa menurutmu Arland menutupi hubungannya dengan seorang sehingga anak ini lahir tanpa sepengetahuan kita?"


"Apa maksud papa? Hubungan rahasianya hanya dengan wanita itu. Tidak ada yang lain." Ucap mama kesal, karena tidak ingin membayangkan anaknya telah gonta - ganti pasangan.


Tuan besar terlihat memikirkan sesuatu. "Aku akan langsung percaya anak ini adalah cucu kita, jika wanita itu adalah ibunya. Sepertinya aku harus menghubungi orangku, untuk mencari informasi tentang anak ini." Ucapnya datar.


Rina yang melihat intraksi antar sepasang mertuanya ini, merasa khawatir dengan kenyataan yang akan mereka terima. Rina takut keduanya akan kecewa jika terlalu berharap lebih namun pada akhirnya akan kecewa. "Pa, ma, mungkin ini hanya kebetulan. Apa kalian pernah dengar bahwa kita memiliki 7 kembaran didunia ini.? Mungkin saja Arland dan anak itu memang kebetulan terlihat mirip." Ucapnya hati - hati.

__ADS_1


Karena keasikan membahas tentang Arland dan Arles, sampai - sampai mereka melupakan bahwa Aurell harus berangkat sekolah.


"Ayo cepat sayang, kamu hampir terlambat." Seru Rina, dan melangkah cepat keluar rumah.


\=\=\=\=\=\=\=


Tiba di sekolah.


"Arles....." panggil seorang anak perempuan.


"Kak Aurell? Kamu sekolah disini juga?" Arles terlihat antusias dan bersemangat mengetahui Aulia ternyata sekolah ditempat yang sama dengannya. Namun, Arles terlihat menoleh ke arah belakang Aurell seperti mencari seseorang.


"Kamu lagi cari siapa Arles?" Tanya Aurel penasaran.


Tanpa basa - basi namun terlihat sedikit ragu, Arles menanyakan "siapa yang mengantarmu kak? Apa papi mu yang mengantar?" Tanya nya.


Aurel tampak sedikit terkejut dengan pertanyaan Arles, namun langsung mengerti siapa yang sedang dicari Arles.


"Oh, papiku sedang sibuk dia tidak mengantarku." Jawabnya sambil tersenyum.


Kedua anak itu pun masuk ke kelas masing - masing dengan wajah ceria dan bersemangat. Keduanya berjanji akan menjadi teman mulai sekarang.


"Yesss... Kalau kak Aurell berteman denganku, aku akan bisa semakin sering bertemu dengan paman!" Serunya berteriak dalam hati, dan lari masuk ke kelas nya dengan wajah yang tersenyum.


**Bersambung.....


Gaes,, jangan golput yah hari ini.. semoga daerah kita mendapat pemimpin yang amanah. Amin.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan buat author yah gaea😁**


__ADS_2