
"Aku mau susu yang satunya. Hmmm?" Arland semakin mendekatkan tubuhnya yang kini tanpa dibalut sehelai benangpun.
Dengan lembut, Arland membaringkan tubuh istrinya itu. Glesty tersenyum hangat.
"Kamu sangat cantik sayang!"
"Hmmmm."
Glesty mengalungkan kedua tangannya pada lehet Arland.
Merekapun memulainya dengan ciuman. Ciuman yang semula hangat, menjadi semakin panas. "Sayang, aku akan segera masuk hmm?"
"Hmmmm" Jawab Glesty.
Lalu tanpa basa-basi lagi, Arland melancarkan serangannya. Glesty pun terlihat sangat menikmatinya, membuat Arlan semakin terangsang.
"Sayang..."
Heeeem?"
"Jangan pernah melakukan ini dengan pria lain ya!" Bisik Arland.
"Iya tentu saja, Arlandku! Jawab Glesty disela desahannya.
Merekapun melakukannya hingga lelah dan akhirnya berbaring sambil saling berpelukan.
\=\=\=\=\=\=\=
Ditempat lain.
Devan yang telah membuat aksi keren dan berani itu, menerima sebuah bucket bunga besar dari sekertarisnya. "Trima kasih" ucapnya pada sekertarisnya itu.
"Sama-sama pak, semoga anda berhasil." Gadis itu menyemangati bosnya.
Devan berjalan dengan langkah cepat lalu masuk kedalam mobilnya. "Sayang, aku datang!"
.
Lea merasa sangat terharu menyaksikan pernyataan cinta Devan, yang juga disaksikan oleh banyak orang. Maka, tidak diragukan lagi. Lea yakin bahwa dirinya masih memiliki cinta yang utuh terhadap Devan.
__ADS_1
Diperjalanan, Devan sudah tidak sabaran untuk tiba di apartemen Leon. Namun, dirinya kembali mendapat tantangan. Jalanan begitu padat sehingga macet. "Kalau seperti ini, kapan aku akan sampai?"
Devan lalu mengambil bucket bunga itu dan keluar dari mobil. Pria itu memilih berlari daripada menikmati kemacetan jalan.
"Ah... Sial, kenapa malah hujan?" Dengan langkah ngos-ngosan, Devan tiba di apartemen Leon dengan rupa yang acak-acakan. Bayangkan saja, dirinya berlari menyusuri hujan deras selama 1 jam.
Ning nong ning nong..
Lea terkejut mendengar bell yang berbunyi. Dia menyeka air matanya. Dengan setengah berlari ke arah pintu.
Klek...
Lea disambut dengan senyum menawan seorang pria. "Lea.. selamat ya!"
"Aaah Royaaan! Royan membuka tangannya menyambut pelukan Lea.. Mereka berpelukan.
"Selamat yah... Kamu melihatnya tadi kan? Bukankah pacarmu itu terlihat keren?"
Lea kembali menangis karena sahabatnya ini. "Iya..aku sangat senang Roy. Dia tulus padaku. Dia bilang cinta aku!"
Lea tersenyum dalam tangisnya. Roy pun tersenyum.
Setelah semua yang Devan lakukan, bahkan dirinya harus berlari melawan hujan deras, rambut dan kemeja yang sudah acak-acakan, ternyata itu semua belum cukup? Devan harus menyaksikan wanitanya memeluk pria lain. "haah haah" Devan memaksa diri untuk tertawa. Tepatnya, pria itu menertawai dirinya sendiri.
Bucket bunga yang ada ditangannya ia lepaskan begitu saja. Ia kembali berjalan kaki. Menangis? Jangan ditanya. Pria itu kini menangis luar dalam. Air matanya jatuh bersama dengan air hujan yang mengenai wajahnya.
\=\=\=\=\=\=
Kediaman utama Keluarga Arland.
"Sayang... aku penasaran, bagaimana perasaan Lea saat menyaksikan pernyataan cinta tadi yah?" Glesty.
"Kenapa? Kau masih mau bilang Devan lebih keren daripada aku?" Arland menarik hidung istrinya, gemash.
"Ih, taunya cemburu terus." Glesty membalas dengan cubitan di pipi mulus suaminya.
"Sayang, ayo kita duduk ditaman, soalnya aku belum ngantuk!" Ajak Arland.
"Boleh.. aku mau.!" Glesty bersemangat.
__ADS_1
"Tentu saja kau tidak bisa menolak. Belum tentu akan ku bolehkan lagi datang kerumah ini." Canda Arland dengan nada ketus.
Keduanya menapaki tangga turun ke lantai bawah. Tidak lupa, Arland menggenggam mesra tangan istrinya.
Keduanya tidak menyadari ada 3 pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan kagum. Siapa lagi kalau bukan pasangan paruh baya itu bersama putri mereka, Angel.
"Maaaa.. Paaaa... Angel sepertinya harus segera balik ke liar negeri. Angel tidak tahan melihat pemandangan ini terus menerus. Jiwa jomblo aku meronta-ronta ma."
"Aawww" Angel menjerit karena mendapat jeweran dari mama.
Jleb.. Arland seketika sadar jika rupanya ada orang lain selain dirinya dan juga Glesty. Bukannya salah tingkah, pria itu malah merangkul Glesty. "Sayaang, malu!" Bisik Glesty.
Tap. Tap. Tap. langkah kaki tersengar dari arah pintu utama.
"Devaaaan?" Semua orang menyambut Devan dengan wajah tak kalah terkejut daripada saat melihatnya di dalam layar kaca beberapa jam yang lalu.
"Kak Devan? Kau kenapa?" Angel menghampiri Devan yang terlihat mirip seperti orang gila.
"Bub-bukannya tadi kau terlihat sangat keren nak? Lalu apa ini? Papa dan mama ikut bicara. Pasalnya, penampilan Devan berubah 360°. Dan lagi, pria ini tidak pernah terlihat semenyedihkan ini.
"Sayang, apa kau masih sanggup memuji pria ini?" sindir Arland, dengan menaikkan salah satu alisnya.
"Diamlah. Apa kau tidak ada rasa kasihan pada adikmu?" Ketus Glesty.
Devan hanya diam. Ia lalu melangkah dan naik tangga menuju kamarnya. Membuat semua orang penasaran.
.
BERSAMBUNG LAGI GAES🥰🥰🥰
Gaes.. semoga kalian selalu sehat ya...
Terima kasih karena bersedia membaca cerita ini.
Gaes.. jangan lupa mampir ke cerita aku lainnya yang berjudul
"PERJODOHAN JANDA DUDA"
"FIRST LOVE AND SON"
__ADS_1
Gaes, aku menantikan komen kalian. Hehehe..