I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Kau Istriku


__ADS_3

Diperjalanan ke Rumah Sakit.


"Paman, kita mau kemana?...." Tanya Lean kepada Arland.


"Kita akan bertemu mama sama Arles sayang" Arland tersenyum.


"Paman, apa Arles sudah bangun?" Lean terlihat sangat penasaran.


"Iya, Arles sudah bangun! Dan dia pasti kangen sama Lean. Dan satu lagi, Arles belum tau kalau Lean sudah bisa berbicara kan?"


"Iya paman.. pamaaan aku kangen Arles dan mamaa!" Seru Lean lagi sambil tersenyum.


.


Tiba Dirumah Sakit.


Arland menggendong tubuh kecil putrinya itu. Saat tengah menyusuri lorong rumah sakit, ada sebuah pemandangan tak mengenakkan terjadi didepannya.


Glesty, wanita yang ternyata masih merupakan istrinya itu, dipeluk oleh seorang pria. Wah.. tidak diragukan lagi. Perasaan Arland saat ini sudah pasti tidak nyaman. Cemburu? Tentu saja! Bahkan detik ini juga, rasanya Arland sangat ingin menerkam lelaki itu.


Arland pun terus melangkah kearah dua orang itu. Namun, seorang wanita muncul dan tanpa basa basi melepaskan pelukan laki-laki itu dari tubuh Glesty.


"Apa-apaan ini pa? Kamu memeluk mantan pacarmu bahkan saat anakmu sedang sakit? Apa kamu tahu bahwa anak haram wanita inilah yang mencelakai anak kita pa." Marah wanita itu pada suaminya.


Glesty sekarang paham. Ternyata wanita ini punya dendam pada dirinya. Kaget? Tentu saja. Ternyata mantan pacarnya dulu meninggalkannya demi menikahi wanita ganas ini.


"Glesty.. maafkan perkataan istriku!" Ucap lelaki yang diketahui bernama Haris itu.


"Oh.. tidak apa. Aku kesini mau menjenguk anak kalian. Tapi sepertinya kedatanganku tidak diharapkan. Haris, sekali lagi maafkan anakku. Dan satu lagi, tolong katakan pada istrimu ini, supaya jangan mengajarkan anak kalian untuk mengejek dan mengatai anakku haram. Kasihan mereka masih kecil, bahkan mereka tidak tahu apa artinya itu.." Glesty melirik ke arah wanita ganas itu.


"Pantas saja dari awal, wanita ini sudah tidak menyukaiku saat kami bertemu karena undangan kepala sekolah. Ternyata dia adalah istrimu Her. Dan tolong, saat bertemu denganku, bersikaplah biasa saja. Kita adalah orang asing sekarang. Aku tidak ingin di cap sebagai wanita murahan ataupun pelakor." Tegas Glesty.


Mendengar ketegasan Glesty membuat mood Arland kembali membaik.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin ada yang berani menghina dirimu Glesty, sedangkan kau adalah istriku..." Suara Arland yang tiba-tiba terdengar membuat ketiga orang itu sontak menoleh.


"Mamaaaa..." Lean tersenyum kearah Glesty.


"Sayang... kamu datang!" Glesty berusaha tersenyum.


"Iya sayang.. Kami baru saja tiba.." Jawab Arland, tersenyum menjawab seolah kata sayang dari Glesty ditujukan padanya. Sedangkan Lean imut hanya tersenyum.


Glesty? Wanita itu hanya mengerutkan kedua alisnya. Melirik Arland sekilas.


Pasangan yang ada dihadapan mereka hanya bisa terdiam.


"Apa? Pak Arland kenapa tiba-tiba jadi suaminya dia? Batin wanita ganas itu. Tentu saja ia tak percaya akan hal ini.


"Permisi Haris. Kami pergi dulu." Pamit Glesty, yang tak ingin berbasa basi lagi. Arland hanya melirik lelaki itu dan melayangkan aura tak bersahabat.


.


.


Arles tengah tertidur, dan alat medis tidak lagi menempel ditubuhnya.


Glesty hanya diam, tidak ingin berbicara apapun pada Arland. Begitu juga dengan Arland, lelaki itu masih belum tau apa yang harus ia katakan pada Glesty.


"Ehmm.. lain kali, jangan bicara sembarangan. Orang lain bisa salah sangka." Akhirnya Glesty membuka suara.


Arland tersenyum simpul. "Aku tidak bicara sembarang. Yang aku katakan adalah kebenaran."


Glesty kembali menautkan kedua alisnya.


"Kita masih suami istri. Kita belum bercerai." Sambung Arland lagi.


"Jangan bercanda. Aku tau kau mengatakan itu karena anak-anak kan? Jangan terlalu Percaya Diri. anak-anak belum tentu akan mengerti hal ini."

__ADS_1


"Aku tidak bercanda Gles. Aku akan membuat kalian bertiga kembali lagi padaku." Lalu Arland membalas tatapan Glesty yang sedari tadi menatapnya dengan wajah tak bersahabat.


"Kau mungkin bisa meluluhkan Lean. Tapi tidak dengan Arles." Ucap Glesty ketus.


"Kita lihat saja nanti." Sahut Arland, santai.


"Mamaaa... mamaaa." Panggil Arles.


Mendengar panggilan Arles, ketiga orang yang ada diruangan itu yakni Glesty, Arland juga Lean sontak berjalan kearah bocah itu.


Saat melihat Arland, raut wajah Arles berubah datar. "Ma.. kenapa paman ada disini? Aku sudah bilang tidak butuh paman lagi." Arles membuang wajahnya ke sembarang arah.


Arland? Lagi-lagi pria itu merasakan penolakan dari anaknya itu. Kali ini terasa lebih sakit.


Arland berusaha mendekat pelan kearah Arles "Jagoan... Maaf ya.."


"Pergilah paman.. aku belum memaafkanmu!" Seru Arles, tanpa melihat kearah orang yang dimaksud.


.


.


.


Dalam kesempatan ini author mau mengucapkan turut berbelasungkawa / berdukacita kepada keluarga korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air.


Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberi kekuatan dan kesabaran. Amin


Gaes... gaes... gaes...


Terima kasih banyak.


Sampai jumpa lagi besok ya😇

__ADS_1


__ADS_2