
Kehadiran Merry membuat Eko Franata, sang mantan jadi salah tingkah. Padahal.. Merry tidak sedikitpun meliriknya atau lebih tepatnya, Merry bersikap seperti tidak melihat adanya Fran disekitarnya. Dia terlihat santai berbincang dengan Calista yang baru ia kenal.
Arles mengedipkan mata, memberi kode pada Fran agar mulai beraksi mumpung Merry ada di hadapannya.
"Baiklah, daripada menyiksa diri, lebih baik aku menggunakan waktu yang ada ini untuk bicara empat mata dengannya."
"Mer..."
"Eh,,, Fran?! Kamu juga disini?" sedikit menyakitkan, Merry merespon dengan sikap santai, seolah mereka tidak terlibat dalam suatu hubungan apapun. Ya memang sudah tidak ada hubungan apa-apa, tapi setidaknya, bersikap canggung sedikit napa? Fran sendirilah yang tersiksa dengan perasaannya.
"Mer.. bicara denganku sebentar bisa?" Fran berusaha terlihat akrab dan tak kalah tenang.
"Maaf Fran, saya tidak punya sesuatu untuk dikatakan ke kamu!"
"Tapi aku ada Mer!"
"Apa?.. Silahkan bicara!"
"Kita cari tempat lain ya Mer..."
"Disini saja"
Lama-lama Arles merasa muyak dengan sepasang mantan kekasih ini. Mau rujuk aja susahnya bukan main. Yang satu tidak punya keberanian mendekat, yang satu terlalu cuek tak bersahabat. Masa iya, orang lain harus turun tangan.
"Kalian berdua, ikut denganku!" ajak Arles kepada Fran dan Merry, kemudian Arles memanggil Dion untuk menemani Calista.
"Sayang, aku tinggal sebentar, kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana ya.." Dan diangguki oleh Calis. Tak lupa sebelum beranjak tangannya mengelus kepala Calista yang sudah resmi jadi calon istrinya itu. Sudah persis seperti orang tua yang berpesan pada anak kecilnya untuk menunggu dan jangan kemana-mana. "Arles, kamu keterlaluan. Memangnya aku bisa kemana dalam keadaan seperti ini?"
Di posisi lain.
Lean, tengah meletakkan beberapa jenis kue ke dalam piringnya. Biasalah, setelah makan berat enaknya makan yang manis-manis.
Matanya berkelana kemana-mana seperti mencari seseorang. Seperti yang para readers duga, gadis itu sedang mencari-cari keberadaan Nino.
"Kemana dia? Tadi kan ada. Apa dia di ruang kerjanya? Ah... seandainya saja mama sudah oke, aku akan terang-terangan mencarinya.. tak perlu takut-takut seperti ini."
Bukannya Nino yang dilihat oleh matanya, tetapi mama yang bergandeng mesra dengan papa, sambil sesekali melirik dirinya, seperti sedang mengawasi pergerakannya. Benar! Tidak salah lagi! Sudah pasti mama mengawasi Nino dan Lean. Sesuai pesan mama bahwa mereka tidak boleh saling berhubungan jika belum memastikan orang tua Nino menyetujui hubungan mereka.
"Mama tega banget si sama aku, bisa ada di samping papa terus, sedangkan aku? huuuuuh mama egois!" Ingin sekali Lean mengatakan hal itu pada mama Gless. Namun sayang, gadis baik hati itu hanya mampu mengatakannya dalam hati saja.
"Ehmmm.." tiba-tiba saja seseorang berada tepat di samping Lean dan berdehem. Seorang pria bertopi hitam, mengenakan masker pula, dan memakai seragam pelayan.
"Nino?" Lean segera menormalkan keterkejutannya saat menyadari pria ini adalah kekasihnya.
Keduanya pun melanjutkan akting. Tidak saling menatap, tapi saling berbincang.
"Kamu yakin akan menghabisi itu?" tanya Nino tanpa melihat ke arah orang yang dia maksud. Pria itu juga memasukkan beberapa jenis makanan kedalam piringnya.
"Astaga... aku tidak sadar telah memasukkan kue sebanyak ini ke piringku."
"ini semua karena mataku fokus mencari keberadaan kamu Ninoooo"
"Tidak apa sayang.. ini gratis... kamu boleh memakan sebanyak yang kamu bisa."
"Kalau aku gemuk gimana?"
"Tenang saja.. aku akan tetap cinta.. sayang, aku perhatikan kamu terlihat semakin cantik!"
__ADS_1
"Kamu gombal ya sekarang"
"Aku serius sayang! Aku pergi dulu ya, tar mama kamu bisa curiga!"
"Tunggu.. jangan dulu.. aku masih kangen Nino.."
"Sabar sayang, aku akan segera ajak keluarga aku datang ke rumah kamu!"
"Tapi apa kira-kira mama papa kamu akan setuju?"
"Aku pastikan mereka setuju 100%."
"Kamu janji sayang?"
"Janji"
"Nino, jangan pergi dulu.. aku masih mau berada disebelah kamu!"
"Baiklah Lean Sayang..."
Keduanya masing-masing sibuk memakan setiap makanan yang sudah mereka masukkan ke piring sambil berbincang.
Diposisi Lain.
Arles, Fran dan Merry berada di sebuah ruang kosong. Spertinya ini ruangan tempat para pekerjanya Nino untuk beristirahat atau semacamnya. Tentu saja sebelum membawa sepasang mantan itu ke ruangan ini, Arles sudah terlebih dahulu meminta izin pada pemilik Restoran.
"Sekarang kalian berdua, bicaralah disini. Bicara dari hati ke hati." ujar Arles sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Arles, apa maksudmu? Apa yang harus kami bicarakan?" (Merry dengan tampang sedikit judes).
Sedangkan Fran, belum mengatakan apapun.
Hening...
Sebelum benar-benar pergi, Arles kembali berkata dengan nada yang sedikit enak di dengar. "Kalian berdua adalah temanku. Aku senang jika kalian bersama lagi seperti dulu....! Merr, pertimbangkanlah dia lagi.. Fran adalah pria yang baik.. jika dia berani menyakitimu, aku akan membuatnya tidak tenang selama sisa hidupnya."
Hening...
Setelah kepergian Arles, keduanya masih membisu.
"Kau tidak jadi bicara? Kalau begitu aku akan pergi"
Merry melagkahkan kakinya.
"Aku minta maaf.. maafkan aku Merr,?"
Deg.
ucapan Fran mampu menahan langkah kaki Merry. Wanita itu pun berbalik. "Jika itu yang mau kau bicarakan, asal kamu tahu, aku sudah lama memaafkanmu." tegasnya.
Fran mencoba mendekat, "Ayo... kita baikan seperti dulu.. ayo, mulai dari awal lagi.. itu yang mau aku katakan" dengan wajah penuh harap.
"Fran, kenapa dulu minta kita berpisah kalau kamu akhirnya mau balikan? Diluar juga banyak wanita lain, kenapa lagi mencariku?"
Fran pun mengakui kesalahannya di masa lalu yang telah tega meninggalkan Merry. Fran menjelaskan bahwa waktu itu bisnis keluarganya bangkrut dan itu membuatnya minder dan memilih meninggalkan Merry. Ia merasa tidak pantas berada disamping Merry yang notabenenya adalah seorang tuan putri di kerajaan keluarganya.
Fran menjelaskan bahwa sekarang, keadaan keluarganya sudah kembali normal, perusahaan sudah bangkit lagi berkat kerja kerasnya dan dibantu dua sahabatnya yakni Bagas dan Arles yang memberikan modal tak tanggung-tanggung pada perusahaan Fran sampai hari ini dua prua itu juga termasuk pemegang saham di perusahaan yang dipimpin oleh Fran itu.
__ADS_1
"Jadi begitu?" Merry menyunggingkan senyum kecut, membuat Fran semakin percaya bahwa dirinya benar-benar tidak punya harapan. Akan tetapi pria itu tetap mencoba.
"Berikan aku kesempatan Merr, aku akan berusaha selalu membahagiakanmu.. yah!"
"Kesempatan? Maksudmu adalah.. jika.. perusahaanmu bangkrut lagi, kamu akan pergi dariku lagi? Begitu? Cuma serendah itu caramu menghargai cinta dan kesetiaan aku?" Entah kenapa, airmata Merry keluar begitu saja. Rasa sakit saat ditinggalkan Fran secara tiba-tiba dulu, kembali teringat.
Hughhhh..
Fran memberanikan diri memeluk gadis di depannya ini. Seseorang yang sangat ia rindukan.
Memeluknya dengan sangat erat. Tak mampu lagi mengatakan apapun, Fran pun ikut mengeluarkan cairan bening yang mengalir dari balik kacamatanya.
"Dalam kondisi apapun, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Itu janjiku Merry!"
"Apa kamu yakin?"
Fran pun mengangguk. Dan Merry, gadis itu lalu membalas pelukan Fran. Jauh dilubuk hatinya, ia memang masih sangat mencintai Fran dan belum berubah sesikitpun.
Merasakan pelukan dari Merry, Fran merasa senang sekaligus legah. "Terima kasih sayang.. Terima kasih banyak ya sayang..." hanya dijawab oleh anggukan kepala Merry yang sedang berada dalam pelukan hangat Eko Franata.
Kembali ke posisi Lean dan Nino.
Pasangan yang untuk sementara masih backstreet itu masih melakukan akting dengan sangat baik demi bisa berdiri bersebelahan.
"Lean!..."
"Mamaaaa?" (terkejut) Lean hampir saja terdedak.
"Lean kamu kok betah sekali di sini? Mama tau kamu doyan kue, tapi kayaknya kamu sudah makan terlalu banyak."
Nino? Pria itu sudah menghilang entah kemana. "Syukurlah Nino sudah minggat"
"Iya nih Ma... kuenya enak, sama kayak yang biasa aku bikin" Lean terpaksa berbohong. Eh, tapi bener enak kok😊.
\=\=\=
Dua hari kemudian..
Tepatnya, malam ini adalah minggu malam.
Kediaman Arland tiba-tiba kedatangan 6 orang tamu.
Mereka adalah Nino dan oma, kedua orang tua Nino, dan dua orang lainnya lagi.
.
.
Kita lanjut besok atau besoknya lagi yah gaes..🥰
Guys... hari ini adalah senin, 29 Maret. itu artinya, perangkingan dukungan untuk Karya ini mulai berlaku.
Jadi, sepanjang 1 minggu ini silahkan kirim dukungan kalian sebanyak yang kalian inginkan ya gaes..😊
ingat, batas mengirimkan hadiah dan Vote berakhir hari minggu, 4 April 2021 pukul 23.59 malam.
__ADS_1
Terima kasih guysss. Semangat dan salam sehat ya guys.. Love yu all🥰