
"Lea, sepertinya saudara ganteng kita satu-satunya dateng tuh, kakak tutup dulu yah, daaa..
Lea bergegas menyambut kedatangan adiknya Leon.
\=\=\=
"Cih, kak Glesty. Giliran kak Leon aja, udah kayak kedatangan pangeran kerajaan aja. Hebohnya bukan main.
Lea memanyunkan bibirnya. Karena belum sempat ngobrol lama dengan sang kakak.
"Aku kan juga kangen sama kakak. Ah, awas aja kak Gles, akan ku kerjain si kembar habis-habisan begitu tiba disini.
Senyum mengembang di bibir Lea begitu mengingat kedua bocah itu akan mengunjunginya.
\=\=\=\=\=
DITEMPAT LAIN.
Terlihat, Arland sedang menerima panggilan telpon.
"Halo kakak ipar..
"Hey. Arland, kudengar kamu sudah pulang ke Tanah Air? Apa kamu tidak penasaran gimana wajah keponakanmu?
"Wah kak, princess pasti sudah tumbuh cantik seperti kakak yah! Mama sudah memperlihatkan fotonya padaku. Dia sangat mirip denganmu kak.
"Iya.. Tentu saja karena aku yang melahirkannya. Seru Rina.
"Dia sangat ingin bertemu denganmu Arland. Saat melihat fotomu, dia bilang kamu mirip papanya. Rina menjelaskan sambil tersenyum mengingat suami yang telah lama meninggalkannya dan putri mereka Aurel.
"Baiklah kak, aku akan ada waktu besok. Demi keponakanku, bagaimana kalau kita jalan-jalan?
"Waaahh. Sangat setuju. Aku akan beritahu Aurel saat dia bangun. Dia sedang tidur siang saat ini.
__ADS_1
"Oke, silahkan kalian berdua yang atur kemana saja kita akan pergi. Lanjut Arland, kemudian mereka mengakhiri obrolan.
\=\=\=\=\=\=
"Mama.....
Seperti biasa, Arles akan memanggil mamanya saat pulang dari sekolah. Sedangkan Lean, Lean hanya bisa mengikuti Arles yang sedang berlari ke arah Glesty untuk menerima pelukan.
Anak-anak pintar mama, bagaimana? Disekolah hari ini menyenangkan?
Keduanya hanya tersenyum.
Hal yang sangat Glesty harapkan jika anak-anaknya disekolah setidaknya mereka punya banyak teman dan sedikit teralihkan dari menanyakan kembali tentang papanya serta lupakan saja tentang siapa dan dimana papa mereka, karena Glesty pun tidak tahu dimana pastinya orang itu sekarang.
"Ehm... Aku juga ada nih kak, apa kakak tidak melihatku? Ucap Leon yang ternyata juga sudah turun dari mobil.
"Sayang, sekarang kalian ganti baju yah!
"Oke ma... kedua bocah itu mengacungkan jempol.
"Kenapa kamu tidak mengajak gadis tengil itu? Kakak juga kangen padanya.
"Benarkah kakak merindukannya? Bukankah dia sudah mentransfer obat rindu pada kakak?
Glesty melepaskan pelukan hangatnya.
Apa? Mentransfer obat rindu? Apa maksudnya?
Mode bingung.
"Nih. Ucap Leon dengan mata jengah memperlihatkan bukti transfer yang sengaja Lea kirim ke Leon untuk pamer padanya.
Glestu mengeryitkan dahi dengan bibir atasnya dinaikkan.
__ADS_1
Cih..Dasar bocah tengil tukang pamer.
"Tapi kakak senang kan? Goda Leon.
Glesty hanya menggeleng malas.
"Kakak heran kenapa dia bisa terlihat cantik saat berpose.
Yon, apa gadis itu masih jarang mandi sekarang?
"Tiba-tiba celetukan tawa Leon keluar begitu saja saat mengingat Lea.
\=\=\=
"Uncle.. Kami sudah siap.
Si kembar berlari ke arah uncle Leon yang sedang duduk ngobrol dengan mamanya.
Mereka berdua sangat Exited untuk jalan-jalan berjama uncle dan ontynya.
Glesty hanya bisa tersenyum melihat wajah ceria anak-anaknya.
"Sayang, dua malam kalian akan tidur ditempat yang berbeda dengan mama. Kalian jangan merepotkan onty dan uncle yah..
Kedua bocah itu mengangguk dengan semangat.
\=\=\=
"Ma besok aku akan ke kota B untuk menjemput kakak ipar dan keponakanku.
"Benarkah sayang? Baguslah jika kamu ada waktu untuk mereka. Titip salam ke cucu mama yah..
Terdengar suara mama Arland diujung sana, dan sepertinya beliau juga merindukan cucu satu-satunya.
__ADS_1
"Oke ma. Jawab Arland singkat.
"Andai saja semua berjalan dengan aman, mungkin kami sudah memiliki anak. Batin Arland.