
Kini mobil Devan sudah tiba di apartemen Lea.
Lalu lintas yang begitu padat saat akhir pekan membuat perjalanan menjadi sangat lama.
Si kembar yang telah tertidur membuat Lea dan Devan harus menggendong keduanya.
Sebenarnya Lea tidak enak harus merepotkan Devan, tapi Devan lebih tidak tega membangunkan keduanya.
Karena tubuh si imut Lean lebih kecil, jadi Lea yang menggendongnya. Sedangkan Arles di gendong oleh Devan.
"Sayang.. biar aku aku saja yang menggendong keduanya, nanti kamu lelah." Ucap Devan.
"Tidak.. kamu lebih kesusahan kalau harus menggendong keduanya. Mereka lumayan berat karena sedang tidur." Jawab Lea.
Merekapun tiba di dalam apartemen Lea.
"Wah.. jadi ini tempat tinggal pacarku!" Ucap Devan.
"Ih, padahal kamu yang pinjamkan aku tempat ini. Kenapa seperti orang yang baru kesini?" Sahut Lea sambil memanyunkan bibirnya, terlihat sangat lucu sekali.
Mereka lalu membaringkan si kembar di kamar.
"Apa mau minum dulu? Atau mau langsung pulang?" Tanya Lea canggung.
"Em,, kalau mau menahanku disini terus terang saja Alin," goda Devan.
Devan mendekati Lea.
__ADS_1
"Ah, mungkin kamu haus tapi malu mengatakannya, aku akan ambilkan minum dulu. Lea ingin melarikan diri, karena jujur saja, ia benar-benar salah tingkah melihat tatapan Devan, yang sengaja menggodanya.
"Mau kabur kemana hmmm?" Devan menangkap tangan Lea, dan..... menariknya pelan.
Pelan,
Pelan,
Pelan,
Mendekat. Dan kini, ia kembali memeluk tubuh wanita kesayangannya itu.
"Begini saja.. seperti ini saja dulu Alin. Pinjamkan dulu tubuh ini padaku, karena hari ini sangat melelahkan" Ucapnya dengan nada setengah berbisik.
Byurrr!
"Lagi - lagi orang ini membuatku gugup," Batin Lea.
Lea memang sedang berstatus sebagai pacar Devan. Dan wajar saja bila mereka berpelukan atau semacamnya. Tapi, Lea lagi - lagi merasa dirinya tidak pantas mendapatkan kehangatan dari pria ini.
×××
"Halo Anton, buatlah jadwalku untuk ke kota B mulai hari senin. Aku akan meninjau langsung rencana lokasi hotel baru kita disana." Perintah Arland.
"Ba,,baik bos! Jawab Anton.
"Ta,,tapi, apa tidak sebaiknya saya saja yang meninjau lokasi yang dimaksud?" tanya Anton.
__ADS_1
"Apa aku ini terlihat sedang bercanda ? " Arland membalas pertanyaan sekertarisnya itu.
Anton hanya terdiam. Pasalnya, 7 tahun yang lalu, Arland juga melakukan hal semacam ini. Ia dengan entengnya mengatakan ada tugas yang perlu ia tinjau langsung, ternyata ia pergi untuk menikah diam - diam.
"entah kenapa, batinku merasa kali ini ada yang tidak beres lagi." Batin Anton.
"Baiklah Anton, terima kasih." Ucap orang diseberang sana dan memutuskan panggilan.
"Apa rencanamu kali ini tuan? apa aku harus ikut campur? Apa kau melihat wanita itu ada di kota B? Kenapa kau begitu bersemangat ingin kesana? Baiklah, anda bilang ingin meninjau lokasi. Jika anda akan berada disana lebih dari satu hari, maka aku harus curiga. Batin Anton.
Sedangkan Arland, terlihat jelas senyum mengembang diwajahnya.
"Sebentar lagi aku akan lihat sudah sejauh mana kau hidup bahagia tanpaku." Batin Arland.
"Lihatlah, jika kau telah hidup dengan bahagia bersama orang lain, akan ku berikan kau gangguan kecil. Akan kubuat kau merasa bersalah telah meninggalkanku." Batinnya lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Glesty terbangun dipagi hari. Ia bangun dengan bersemangat, karena kedua bocah kecilnya akan pulang hari ini.
"Oke Glesty, semangat. Mulai hari ini. habiskan banyak waktu dengan si kembar. Berikan mereka kasih sayang yang tidak mereka dapatkan dari ayahnya. Batin Glesty menyemangati dirinya sendiri.
BERSAMBUNG
.
.
__ADS_1
GAES, semangatin author ya😁😁