
Seperti yang telah dijanjikan oleh papa Arland, Arles kini memiliki mobil baru. Mobil sport masa lalunya telah hilang dari garasi.
"Wah papa, terima kasih banyak mobil barunya."
"Oke boy, kamu suka?"
Arles hanya menjawab dengan mengacungkan kedua jempolnya.
"Kalau begitu kembalikan kunci mobil Lean. Papa cape dengar bocah itu merengek."
"Hmmmmm" Jawab Arland.
"Lean sama mama kemana pa?" Merasa bingung Karena mama tidak menyambutnya pulang.
Kemana lagi kalau bukan bermain-main di toko mama kamu.
"Papa, mama juga kerja kali pa. Masa dibilang main-main?" Protes Arles.
"Iya, mama kamu itu selalu mengganggu pekerjaan Lean. Seharusnya Lean membantu papa di kantor tapi mama kamu selalu mengajaknya ke toko itu. Buang-buang waktu saja." Canda Arland dengan nada ketus. Arles hanya menggeleng seraya tersenyum mendengar ocehan papanya.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu Arles, kamu pasti lelah bekerja shift malam kan."
"Hmmmm" jawab Arles.
"Oia, tadi malam papa dengar perbincangan Lean dengan mama kamu. Sepertinya mereka mau menjodohkanmu dengan salah satu karyawati di toko mama.
"Haaaaaaaah? Karyawan toko? No.. gak mau!"
"Kalau begitu pergi kencan buta dengan keponakan rekan bisnis papa. Setuju?"
__ADS_1
"Gak pa.." Tolak Arles mentah-mentah.
"Memangnya kamu sudah punya pacar? Belum kan? Coba saja dulu! Siapa tau suka. Papa sudah janji tu kalau kamu bakalan datang."
"Ihhhh. Batalin aja pa. Aku belum mau serius. Aku masih pengen main-main pa?" Tolak Arles mantap.
"Main-main yang bagaimana maksudmu Arles? Jangan buat papa malu. Datangi keponakan rekan papa"
"Lebih tepatnya, aku ingin bermain-main dengan hidup Calista Nara!" Gumam Arles dengan sunggingan senyum jahatnya.
"Baiklah pa, aku akan menghargai permintaan papa untuk menemui wanita itu. Tapi jika aku tidak suka, papa tidak boleh memaksa."
"Oke boy. Terserah kau saja!" Ucap Arland.
............
Saatnya Weekend. Bertepatan dengan masuknya bonus penjualan ke rekening Calista dan dua teman lainnya.
"Teman-teman.... bonus sudah masuk nih!" Seru Calis dengan semangat. Ketiganya menuju pintu keluar dari mall setelah menyelesaikan shiftnya.
"Cieh... yang lagi bahagia.." teman-temannya menggoda Calis.
"Hmmmm berhubung ini malam minggu, dan bonusku lebih gede dari kalian, bagaimana kalau aku traktir di restoran teman aku?"
"Haaaaaa? Seriuuus Nara?" Teman-temannya kompak memegang jidat Calis. "Tidak panaas" sambung keduanya.
Calista mendengus kesal. "Oke, memang benar Calista Nara tidak pernah mentraktir teman-temannya. Tapi, jika kalian menolak kebaikanku ini, aku akan sangat senang." Calis sengaja berjalan lebih cepat dari teman-temannya itu.
"Eeeeeee. Tunggu-tunggu. Jika sudah berniat baik tidak boleh dibatalkan. Dosa." Ucap salah satu teman yang bernama Lena.
__ADS_1
"Iya Nara, dan ditraktir olehmu merupakan anugerah luar biasa. Aku merasa sangat terhormat!" Sambung teman Calis yang bernama Fina. Disambut oleh gelak tawa mereka bertiga.
Tanpa mereka sadari, seseorang yang berada didalam mobilnya memperhatikan aura kebahagiaan yang terpancar dari wajah Calista, dan itu membuat orang itu mengepalka tangannya. "Terus saja kau terbahak seperti itu, nikmati kebahagiaanmu itu Calis. Belum tentu besok-besok kau bisa untuk sekedar tersenyum." Pria itu tak lain adalah Arles.
Terus saja kau menyiksa dirimu Arles. Sakit melihat Calis senang, senang melihat Calis sakit. Gangguan syaraf lu ye!(author😝).
Ketiga gadis itu pun cus menuju Restauran yang terbilang terkenal milik sahabat Calis yang dimaksud.
\=\=\=\=\=\=
Lean bersama mama Glesty sedang memanjakan diri di salon langganan keduanya. "Ma... Kira-kira Arles bakal mau ga yah kalau kita jodohin?" Lean.
"Jangan bilang kita. Kamu yang mau jodohin dia. Mama tidak mau jodohin anak-anak mama. Biarkan Arles jatuh cinta dan membawa gadis pilihannya ke hadapan keluarga. Paham kamu?"
"Terserah mama deh, yang jelas Lean usaha dulu perkenalkan mereka kalau cocok, silahkan lanjut, kalo mereka gak saling suka ya terserah aja." Cuek Lean
"Terserah kamu Lean, yang penting mama tidak terlibat." Sahut Glesty.
"Ngomong-ngomong soal Arles, bagaimana dengan kamu? Udah punya pacar belum?" Sambung Glesty, Lean hanya bisa terdiam.
.
.
Bersambung!
Gaes... Trima kasih banyak..
Tetap sehat ya gaes😇😇😇
__ADS_1