
Hai gaes.... balik lagi yah!
______________^^^^^^^^
.
.
Plak...
.
.
Glesty baru saja tiba dan mengatur nafasnya, ia malah mendapatkan tamparan diwajahnya, membuat semua orang yang ada disana terkejut bukan main.
Jleb..
Wanita yang baru saja menampar Glesty tiba-tiba terduduk dilantai, karena tidak siap menerima dorongan kuat dari satu tangan Arles.
"Mama..." panggil Arles, membuat semua orang mengetahui, ternyata wanita yang baru saja ditampar adala Glesty yang adalah mamanya Arles.
Arland dan ibunyu menjadi orang yang paling terkejut akan hal ini.
Arles memeluk tubuh mamanya dengan satu tangannya, seolah ingin menunjukan bahwa ia adalah pelindung bagi mamanya.
"Tante, jangan berani pukul mama aku!" Serunya pada ibu teman nakalnya, yang ternyata juga nakal.
Beberapa orang yang ada disitu membantu wanita tersebut untuk kembali berdiri. Ia merasa sangat murka saat ini.
"Hei.. kalian ibu dan anak, kalian berdua sangat luar biasa yah, kamu.... bagaimana kamu menhajari anakmu ini? kenapa dia menjadi anak yang sangat kasar? Hah?" wanita itu berteriak menunjuk-nunjuk kearah Glesty dan Arles.
Glesty belum tau apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa ia harus ditampar dihadapan semua orang begini. Tentu saja bukan hanya rasa sakit diwajah yang ia rasakan, tapi juga malu yang teramat sangat. Ia bahkan tidak berani melihat sekelilingnya, jadi ia tidak memyadari ada dua orang dimasa lalunya yang sedang menyaksikan hal ini.
"Maaf bu, tapi kenapa anda harus menampar saya.."
__ADS_1
"Karena putramu, bukan, ANAK HARAMMU ini telah mencelakai putraku." Baru saja Glesty ingin bicara, wanita itu kembali melontarkan perkataan kasarnya, dan dengan sengaja menekan kata anak haram, menunjukkan jarinya kearah wajah Arles.
"Fix, bocah laki-laki ini adalah cucuku! cucu laki-lakiku." Lirih oma dalam hati. kini matanya mengeluarkan butiran bening. Ia menangis bahagia mengetahui ternyata Arles tidak punya ayah.
Glesty merasa semakin terhina. Airmatanya keluar begitu saja meskipun tidak sedang menangis. Kalimat ini terasa lebih sakit dari tamparan yang baru saja ia terima.
"Tolong jaga kata-kata anda"
"Perkataan mana yang harus saya jaga? bukankah benar jika anakmu tidak punya ayah? Apa aku salah? Heh, lihat saja penampilanmu ini, kau keluar rumah mengenakan daster mini seperti ini? Tentu saja kau ingin pamerkan tubuhmu itu kan?
Ingin sekali rasanya Glesty melayangkan tangannya untuk menampar mulut wanita didepannya ini.
"DIAM... tante jahat, tante tidak sopan memarahi mamaku didepan banyak orang. Aku bukan anak haram.. aku punya papa .. semua mata tertuju pada Arles yang kini kembali berteriak.
"Tapi papa aku sudah meninggal." sambungnya lagi. Arland dan oma yang mendengarnya seketika melebarkan mata.
"Tante sama aja dengan anak tante yang suka menghina aku. Kalian sama-sama nakal."
Wanita itu kembali melototkan matanya, merasa geram karena Arles berani melawannya.
.
Tanpa diperintah, kaki Arland melangkah menghampiri Glesty. Yang ia pikirkan saat ini adalah Glesty akan segera menjadi miliknya lagi. Arland melepaskan jass yang ia pakai lalu mengenakannya pada tubuh Glesty. Semua orang yang ada disitu lagi-lagi terkesiap.
Glesty mengarahkan pandangannya ke wajah orang yang ada didekatnya saat ini. "Arland?" Glesty menyebut nama itu dengan penuh perasaan. Arland hanya memperlihatkan wajah datarnya.
"Ini kartu nama saya. Berikan kepada petugas administrasi, agar menghubungi saya terkait seluruh biaya pengobatan dan perawatan untuk dua anak itu." Ucapnya kepada wanita yang tadi tidak ada berhentinya mengata-ngatai ibu dan anak yang sangat ia sayangi itu.
Arland pun melihat ke arah orangtua korban yang satunya lagi, dan terlihat wanita tersebut hanya mengangguk kepada Arland.
Arles yang melihat Arland bersikap baik pada mamanya mengucapkan terima kasih.
"Paman, terima kasih ya.." Lalu bocah itu memegang tangan Glesty dan mengajaknya pergi. "Mama, ayo kita pulang."
Glesty yang dengan perasaan dan isi kepalanya yang bercampur aduk saat ini, merasa dikagetkan dengan suara ajakan bocah kecilnya.
__ADS_1
Glesty tidak tau lagi apa yang harus ia katakan. Wanita yang dari tadi marah padanya juga sudah bungkam karena Arland. Laki-laki itu telah mengatasi biaya rumah sakit yang seharusnya ia tanggung, bahkan Arland juga menyebutkan tambahan kompensasi yang akan dia berikan pada keluarga korban, dan itu sedikit menyelamatkan harga diri Glesty yang baru saja diinjak-injak.
Arles sedikit mnyeret paksa mamanya agar ikut melangkah dengannya untuk pergi dari sana. "Mama, ayo kita pergi."
Glesty pun harus melangkah mengikuti langkah kaki anaknya itu.
Sementara Arland? Ia terdiam. Rasanya ia tidak rela wanita dan anaknya itu pergi meninggalkannya. Iapun pergi menyusul keduanya.
Glesty, Arles, tunggu!" Ia menahan satu tangan Glesty.
Kini kedua tangan Glesty masing-masing ada didalam genggaman dua orang, yakni Arland dan Arles. Dan, ada seseorang yang tengah menangis dengan wajah tersenyum melihat ketiganya saat ini dari jarak yang cukup jauh.
"Arland, jangan melepas tangan itu nak. Bawa dia kembali padamu, atau ikutlah kemana dia akan pergi nak. Mama yakin ibu dan anaknya itu adalah milikmu. " Mama hanya berbicara dalam hatinya dari kejauhan.
.
Glesty diam menatap tangannya yang digenggam erat oleh Arland, namun kali ini genggaman itu terasa sangat lembut, tidak lagi menyakitkan seperti waktu pertemuan pertama mereka sewaktu di diskotik lalu.
"Paman, kenapa paman menahan mamaku?" tanya Arles.
Glesty dengan perlahan mengalihkan pandangannya dari genggaman itu, ke wajah Arland. Ia ingin melihat bagaimana reaksi lelaki itu akan pertanyaan Arles.
Kini mata mereka bertemu, mata keduanya saling menatap dan sama-sama mengeluarkan butiran dari sana.
"Paman,,,,, aku.... tidak membutuhkan paman pura pura menjadi papaku lagi. Karena aku,,,, sudah tidak butuh papa." Tegas Arles dengan suara pelan, namun pandangan wajahnya ia tujukan ke arah Glesty.
Ada rasa kecewa dalam hati Arles terhadap Arland. "Paman telah mengecewakanku. Paman mengabaikanku saat ku panggil papa." Arles melepas paksa tangan mamanya yang ada di genggaman Arland. "Ayo mama..." Ucapnya datar.
.
.
Bersambung.
Thor nanggung, kurang greget, tidak seru.
__ADS_1
iya maaf, Author lg ga fokus.
Gaes.. Terima kasih. ttp ditggu yah upnya gaes🙏