I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
I Miss You


__ADS_3

"Arrlaand?" Gumam Glesty dengan nada serak khas bangun tidur.


"Hmmm? Apakah masih belum boleh?


"Arland.. aku belum siap!"


"Lalu kenapa membuatku tergoda.. hmm? Bukankah harus harus tanggung jawab?"


"Aku memang terbiasa berpakaian seperti ini saat tidur kan? Aku tidak sedang menggodamu!"


Nampak kekecewaan diwajah Arland.


"Ya sudah, tidurlah."


Arland beranjak dari kasur empuk itu dan melangkah masuk ke bathroom.


.


Begitu Arland menghilang dibalik pintu, Glesty menutup mulut dan wajahnya tertawa setengah mati. "Itu pembalasanku Arland" Glesty menjulurkan lidahnya setelah ngakak puas mengerjai suaminya itu.


.


.


Setelah menghabiskan 30 menit di dalam kamar mandinya, Arland keluar dalam keadaan fresh. Ia pun bersiap untuk tidur.


"Ya ampun.. apa orang ini sengaja mengerjaiku?" Ditatapnya istrinya yang sudah terlelap namun sebagian besar kulit mulus dan daerah sensitifnya terekspos sempurna. "Apa ini? Tidak memakai selimut padahal mengenakan pakaian mini dan tipis seperti ini?


"Hmmmmmmmmm--huuuuuuuuuuuuuf" Arland menarik dan membuang nafasnya. "Kalau saja ini bukan malam pertama kita bersama lagi, aku pasti sudah memakanmu!" Arland menyelimuti istrinya itu, dan pergi ke ruang kerjanya. Bahaya jika dia berada dikamar bersama istrinya. Arland benar-benar tidak tahan.


.


.


.


Glesty terbangun karena merasa kehausan. Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


"Dimana dia?" Glesty tidak menemukan Arland dikamar itu. "Apa dia marah padaku?".


Saat keluar dari kamarnya, Glesty melihat ada pintu yang sedikit terbukan. "Apa dia ada disana?"


.


.


"Jadi ini ruang kerjanya? Tapi kenapa dia tidur disini?" Glesty melihat suaminya itu tertidur di sofa panjang yang ada disana. "Hm..dia pasti marah padaku."


Glesty mendekat. Semakin dekat.


CUP.


Ia memberikan ciuman dibibir suaminya.


Arland membuka matanya ketika merasa ada sesuatu yang mengenai bibirnya.


"Glesty?" Arland reflek mendorong tubuh istrinya. Sumpah.. Glesty menghampiri Arland masih dengan penampilan menggodanya.


"Hey.. ini aku.. Kenapa tidur disini?" Tanya Glesty.


"Aku hanya tidak ingin menggangu tidurmu!" Jawab Arland cuek. Pria itu benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan tak sukanya akan sikap Glesty.

__ADS_1


"Bukan karena marah padaku?"


"Tidak.. untuk apa aku marah padamu?"


"Kalau begitu ayo kita ke kamar" (Glesty)


"Tidak. Aku disini saja. Kembalilah ke kamar!" (Arland).


"Baiklah.. kalau begitu disini saja" Glesty dengan santainya membuka piyama tipis itu dari tubuhnya, melepaskannya dan menjatuhkannya dilantai. Tubuh polos itu, melangkah mendekat kearah Arland yang hanya mematung karena syok ditempat duduknya.


CUP.


Glesty mencium kembali bibir suaminya itu.


"Glesty?" Arland masih enggan mempercayai yang sedang dilakukan istrinya ini.


Kini tubuh polos itu sudah naik dipangkuan Arland, setelah membuka piyama suaminya itu. Glesty mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu. "I Miss You, sayang" Bisiknya lembut ditelinga Arland.


Menyadari perlakuan istrinya yang ternyata bukanlah mimpi ini, Arland tentu saja tidak ingin melewatkannya.


"Ayo kita pindah ke kamar!" Arland mengangkat tubuh istrinya itu, ia melingkarkan kedua kaki Glesty dipinggangnya, dan melangkah menuju kamar mereka. Glesty kembali menciumi bibir Arland, sementara kedua tangan Arland pada kedua belah bokong istrinya, menahannya agar tidak terjatuh.


"Benar katamu Anton." Batin Arland, menyadari hal tak terduga yang tengah ia dan istrinya perbuat saat ini. Untung saja tidak ada orang lain disumah ini, dan anak-anak sedang terlelap.


Tibalah mereka diranjang empuk itu dan Arland menurunkan tubuh istrinya. Tanpa aba-aba, ia melepaskan yang tadi telah dibuka oleh Glesty piyamanya dan langsung melancarkan aksinya.


Merekapun memulainya dengan ciuman panas. Arland tidak lupa meraba semua bagian tubuh istrinya membuat Glesty mengeluarkan desahan demi desahan dari mulutnya.


Saat tangan Arland meraba bagian perut Glesty, ia merasakan ada sesuatu yang lain.


"Itu.. bukan apa-apa. Hanya bekas operasi saat aku melahirkan anak-anak!" Bisik Glesty menjelaskan tanpa Arland bertanya.


Glesty hanya menggeleng.


Mereka melanjutkannya tanpa henti. Mendesah, saling bertukar posisi dengan bermacam gaya. Dengan perasaan bahagia tentunya. Rasa benci itu semakin terkikis.


"I Miss You too sayang!" Ucap Arland setelah mereka sudah selesai dengan aktifitas panas itu. Kedua tubuh polos itu masuk kedalam selimut.


Arland memeluk tubuh Glesty. "Aku sangat senang. Ternyata-- rasanya masih sama seperti tujuh tahun lalu." Arland menghujani Glesty dengan ciuman di wajah wanita itu. Glesty merasa malu sendiri mendengar perkataan mesum suaminya ini.


"Trima kasih ya sayang, karena masih menungguku! Maaf karena tidak disampingmu saat berjuang melahirkan anak-anak kita." Ucap Arland, pelan.


"Iya..aku sudah memaafkanmu!" Glesty tersenyum.


Sayang,, aku mau bilang, tentang Putri kecil kita. Saat didalam kandungan mengalami kelainan Ginjal. Namun saat lahir dokter mengatakan Lean dalam kondisi lemah. Sistem ketahanan tubuhnya kurang, tapi ginjalnya baik-baik saja. Itu sebuah keajaiban sayang. Dan Lean itu tidak boleh terlalu lelah. Dia mudah sakit. Aku harus bilang ini ke kamu, karena kamu sudah kembali jadi papa mereka."


Arland merasa tersentuh mendengar hal tentang Lean. Ternyata putrinya itu memang istimewa.


"Aku juga mau bilang ini. Saat aku masih tidur lama di ranjang rumah sakit, seorang gadis kecil selalu mendatangiku. Menangis memintaku bangun. Dan kau tau? Ternyata gadis kecil itu adalah Lean. Anakku sendiri. Aku bahkan berberapa kali bertemu dengannya sebelum bertemu lagi denganmu. Sepertinya Tuhan memang tidak mau memisahkan kita."


Keduanya saling menatap dan tersenyum.


"Tidurlah lagi.. kita akan melakukannya lagi sebelum aku berangkat ke kantor." Lagi-lagi perkataan Arland membuat Glesty tersipu. Glesty lalu menenggelamkan wajahnya kedalam pelukan Arland.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Keesokan harinya.


Tag...tag...tag..


Devan melangkahkan kakinya kedalam istana besar milik pamannya, yang tak lain adalah papanya Arland.


"Hei.. lihat ini siapa yang datang.." Wanita paruh baya yang biasa dipanggilnya Bunda itu menyabutnya dengan hangat.


"Selamat pagi ayah.. bunda. Dan kau juga ada Angel?" Sapa Devan. Ternyata adik sepupu cantiknya itu berada di Tanah Air.


"Kak.. ku dengar kau berkencan dengan adiknya kk Glesty yang model cantik itu?"


Devan hanya diam. Maksudnya kerumah ini dipagi buta ini ya karena ingin membahas masalah itu.


"Angel.. Jangan asal bicara. Apa kau tidak melihat beritanya? Mereka sudah putus. Kakakmu mencampakkan Lea." Singgung mama.


"Ow.. aku sangat sibuk, tidak sempat melihat berita gosip." Angel merasa tak enak dan lebih tak enak lagi melihat wajah Devan yang tidak biasa. Biasanya pria ini murah senyum.


"Van, ada apa dengan wajahmu?" Papa mulai penasaran.


"Ayah, bunda, aku kesini ingin meminta bantuan." Dua orang yang dimaksud saling melirik.


"Bun... tolong bantu aku agar berbaikan lagi dengannya.." Devan terlihat frustasi.


"Bagaimana bunda bisa membantumu? Bahkan pertemuan makan malam itu saja batal karena kau kabur. Bunda saja belum pernah ngobrol dengannya!" Bohong si bunda.


"Bun.. apa yang harus aku lakukan? Beri aku solusi bun."


"Pa... ayo kita menyingkir pa. Keberadaan kita disini tidak diharapkan!" Angel dan papa pun pergi dari sana..


"Van, jika mau ambil hatinya kembali, bersikaplah Gentle. Berusahalah memperbaiki apa yang sudah rusak." Papa berkata sebelum meninggalkan Devan dan istrinya.


"Benar kata ayah Van. Coba kamu pikirkan. Apa yang membuat Lea sangat kecewa padamu?"


Devan terlihat menarik nafasnya. "Benar bun. Aku telah membuat dia malu.. Membuat dia harus mengakui bahwa aku telah mencampakkannya." Devan berdiri dari tempatnya. Lalu berpamitan.


"Pergilah... Semoga kamu sukses ya nak. Bunda tau kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan." Memberikan pelukan semangat kepada Devan.


.


.


.


Bersambung!


Gaes.. Tengkyu🥰


oia, my ig: reetha262


di follow dong gaes😊


Author kan pengen kenal kalian😉


Gaes, promo ya👇


Gaes, biar lebih asik baca Chat Story, Tekan lama layar ponsel kamu setelah buka babnya biar chat storynya kebuka semua.


Ih, Author bilang apa sih? Ga jelas ya!🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2