I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Pria Tampan 420ribu(Season 2)


__ADS_3

Calista semakin menjauh dan Arles masih menatap kepergian Calista. Tanpa sadar, air mata pria itu keluar begitu saja seiring menghilangnya Calista. Akan tetapi, pria ini mengeraskan hatinya. Ia menolak perasaannya sendiri.


****


"Yaaah mama.. Nara ga jadi datang lagi!" Lean mengerutkan bibirnya.


Glesty tersenyum sambil menggeleng. "Kamu tu aneh. Kan kamu bisa ketemu kalau jalan-jalan ke toko sayang."


"Tapi kan ini beda ceritanya mama. Mama tau sendirikan bagaimana dia? Dia ga mau kalau sampai yang lain tahu bahwa kami sahabatan."


"Sayang.. itu karena dia menjaga perasaan mereka. Nara itu ga mau kalau sampai dibilang pegawai kesayangan karena jadi teman kamu."


"Aneh, mama ga asik deh. Masa Nara ga jadi kenalan sama Arles mama terlihat senang?" Batin Lean.


.


"Ehmmm..."


Ibu dan anak itu berhenti membahas topik pembicaraan mereka karena Arles sudah datang.


"Kok pada diam? Abis nyeritain aku yah?" Tanya Arles asal.


Lean menggulingkan bola matanya malas, mendengarkan perkataan Arles🙄.


"Ditungguin dari tadi lama banget sih Les?" Lean.


"Arles, dengarkan mama."


"Hmmmm ada apa ma?"


"Kamu ingat teman kecil kamu dulu?"


"Hmmmm? Siapa?"


"Si Calisss.."


"Uhuuk uhuuk uhuuk!" Arles terbatuk-batuk oleh minuman yang sedang ia teguk.


Lean dengan gesitnya memberika air mineral kepada kembarannya itu.


"Kamu ingat Calis kan sayang?"


"Emmm kurang tau ma. Aku lupa." Arles berbohong.


"Yah.. ko mala lupa sih?" Glesty membuang napasnya kasar.


"Udah lah ma.. ga usah ungkit masa lalu." Sambung Arles.


"Cieee.. jadi masih ingat ya.." Glesty kembali bersemangat.


"Tadi mama ketemu sama tante Dini. Mamanya Calis! Duuu.. mama seneng banget."

__ADS_1


"Oh.. Jadi mama cuma ketemu dengan mamanya?" Cuek Arles.


"*Hmmmm bener kata bu Dini. Anak-anak sudah saling melupakan. Ya sudahlah!"


"Pantesan aja mama terlihat senang Nara ga jadi datang. ternyata mama mau jodohin Arles dengan teman kecilnya*." Gumam Lean dalam hati.


" Ah ya sudahlah, daripada ngomongin masa lalu, gimana kalau kita makan sepuasnya!" Seri mama.


"Mama ga tau aja aku abis ketemu Calis." Gumam Arles dalam hati.


Yaaa.. memang Arles tidak pernah memberitahukan pada kelurganya saat dulu dia sudah bertemu Calis. Tepatnya, Calis lah yang menemukan Arles. Saat memutuskan untuk belajar keluar Negeri, keluarganya hanya mengetahui bahwa Arles tengah patah hati.


\=\=\=\=\=


Di Rumah Sakit.


Calista sedang berada diruangan papa nya yang hanya tertidur.


"Papa! Papa! Papa!" Air mata mulai keluar dari tempatnya.


"Bangun pa... bangun! Calis butuh papa..! Pa.. Calista sudah capek paa.." Calista juga heran dengan perkataannya sendiri. Dia hanya ingin papa tau, kalau dirinya benar-benar merasa lelas saat ini. Tentu saja hanya papa yang berhak mendengar keluhan ini.


Calista tidak mungkin mengeluh pada mama, apalagi adiknya. Karena, Calista merupakan harapan satu-satunya mama dan Dion. Calis adalah semangat bagi mereka. Bagaimana mungkin dua orang itu bisa tegar jika Calista sudah tidak punya semangat?


"Papa bangun.. bantu Calista berjuang. Calista bingung gimana caranya menyelesaikan hutang-hutang Calis yang selama ini Calista pinjam untuk biaya papa. Calis benar-benar ingin menyelesaikan semua itu pa.. Calis sudah capek hidup di kota ini.! Calis ga bisa terus- terusan bertemu dengan pria itu lagi pa....! Bangun dan bantu Calis papa! Setelah itu, Calista janji bakal ikutin mau papa.. papa mau pindah ke kampung halaman papa? Ayo.. kita akan pergi papa.. Calis akan ikut kemanapun pa..Calis janji...!"


Entah sudah berapa lama Calista berusaha membangunkan papa, tapi tidak juga ada respon dari ayahnya itu. Calista pun tertidur.


Calist terbangun oleh dering ponselnya.


"Halo Nino!" Jawab Calista.


"Hei... jam berapa ini? Kenapa belum datang juga?"


"Haah Nino maaf, tadi aku ketiduran."


"Restoran lagi rame nih, aku kualahan ga ada kamu."


"Hmmm iya Nino. Aku OTW ya.."


tuut tuut tuut.


"Semangat Calis. Kamu lihatkan? Menangis tidak akan mengubah apapun! Buang-buang waktu saja." Calista berkata pada dirinys sendiri.


"Waktunya kembali ke dunia nyata. Anggap saja saat menangis, aq sedang berada di dunia mimpi." Gumam Calis.


Drrŕt drrrt drrrrt.


Ponsel Calis kembali berdering. Dilihatnya nomor baru sedang menelponnya.


"Halo..."

__ADS_1


"Halo Nona.. masih ingat suaraku?"


Calis merasa bingung. "Siapa ini?"


"Oh ini aku. Pria tampan yang mendapatkan uang kembalian 420ribu darimu." Ucap pria itu lagi.


ya... ternyata Calista adalah supir panggilan yang terhubung dengan Fran malam itu.


"Oooh iya, saya ingat. Ada apa ya?"


"Emmm Nona, aku memerlukan jasamu lagi. Bagaimana?"


"Maaf Tuan, saya sedang bekerja saat ini. Saya hanya membuka Service Online Helper saat pulang bekerja." Jelas Calis.


"Memangnya kamu selesai bekerja pukul berapa?" Fran masih kepo.


"Tidak tentu tuan. Jika tempat kerja saya tutup pukul 11 malam, saya masih akan lanjut Online Helper. Tapi jika sudah larut dan saya lelah, saya tidak terima pelanggan." Jawabnya lagi.


"Bagaimana jika begini nona, saya berencana menggunakan jasamu malam ini. Mulai jam ini hingga tengah malam. Aku akan mengganti kerugianmu karena tidak masuk kerja malam ini. Bagaimana?"


"Benarkah? Tapi kenapa harus saya? Masih banyak helper lain tuan."


"Tapi saya mau disupirin sama kamu!"


Calista tampak berpikir sebentar. "Apa anda yakin?"


"Iya. Saya yakin nona."


"Saya mau asalkan anda membayar saya dengan tarif 300.000 /jam." Ujar Calis.


Fran terkekeh geli mendengar keterusterangan Calista. "Tentu saja nona. Aku bersedia." ujar Fran mantap.


"Tapi, tuan harus janji, saya aman bersama anda. Saya tidak ingin dirugikan!"


.


.


.


Bersambung.


Lanjut.😉


Rencana othor up lagi 2 part hari ini. doaain ye😊


Sudah up Novel othor yang judulnya :


"Perjodohan Janda Duda".


Menurut othor, cerita itu juga seru. hayuk mampir kesana sebelum othor up yg ini😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2