I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Aku, Melihatmu!


__ADS_3

SORE HARI DIKOTA B.


Sambil menikmati sore hari ini yang agak santai dikarenakan kedua bocah kembarnya sedang weekand ke luar kota, Glesty masih setia menatap lukisan putrinya itu.


"Aku tidak menyangka.. Ternyata putriku bisa melukis? Ya ampun sayang,, apa saja yang telah mama lakukan sampai-sampai tidak menyadari akan kemampuanmu ini?.


"Walaupun kondisimu yang tidak sama seperti anak lain, tapi ternyata kamu punya kemampuanmu sendiri sayang.. Lean.. Mama minta maaf sayang.. Mama hanya bisa menunggumu untuk dapat berbicara, tanpa pernah ingin tahu apa yang putri mama inginkan.


"Jika aku tidak menemukan lukisannya ini, aku tidak akan pernah tau apa yang diinginkan putri kecilku itu. Jadi dia merindukan orang itu?


"Sayang... Apa yang kamu harapkan dengan menulis kata-kata memilukan ini? Apa kamu pikir ini sebuah do'a? Apa kamu kira, papamu akan muncul dari gambar ini?


"Astaga Lean.. mana mungkin orang itu kembali. Dari awal dia hanya bersandiwara sayang. Seseorang yang seperti itu, tidak akan pernah mencari kita nak. Tidak akan. Karena, dari awal orang itu memang tidak berencana untuk bertahan sampai akhir bersama mama sayang.


"Dan apa ini? Papa? Aku tidak habis pikir! Dengan mudahnya dia melukiskan sosok seorang papa? Setelah apa yang orang itu lakukan, tapi anak-anakku masih bertanya tentang keberadaannya?.


Glesty bergumam cukup panjang yang hanya dapat didengar oleh telinganya sendiri.


Setelah pertanyaan Arles yang tiba-tiba tentang papanya waktu itu, Glesty memang tidak menjelaskan apapun pada putranya. Ia hanya memeluk putranya itu.


Sebagai seorang anak yang sangat pengertian, Glesty tahu bahwa Arles tidak akan mengulangi pertanyaan itu lagi. Karena Arles pasti mengerti bahwa mamanya tidak ingin membahasnya.


Glesty berpikir bahwa ia tak akan mndengarkan pertanyaan serupa lagi. Ia benar-benar tidak ingin membahas tentang Arland.


Ternyata, putrinya, Lean, juga sebenarnya akan menanyakan hal itu, namun ia tidak melakukannya. Entahlah, mungkin karena Lean tidak dapat berbicara dari mulutnya? Atau mungkin Lean hanya ingin menyimpan pertanyaannya pada lukisan itu.


"Baiklah, mama akan tunggu. Suatu hari nanti kalian pasti akan menanyakan tentangnya lagi. Saat itu, mama akan memperlihatkan pada kalian fotonya, supaya setidaknya kalian akan tahu bagaimana rupa papa kalian.


"Bertumbuhlah dengan baik tanpa dia sayang.. mama yang akan menemani kalian. Mama akan memgurus kalian berdua dengan sangat baik, sehingga kalian tidak memerlukan sosoknya lagi.


Glesty kembali berguman dalam kesendiriannya sambil membayangkan wajah kedua anaknya!


\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya.


Arland kini telah tiba di kota B untuk menjemput kakak ipar dan Aurel keponakannya.


"Wah... sudah lama sekali aku tidak ke kota ini. Ada begitu banyak perbedaan dari yang dulu dengan yang sekarang, batinnya.


----


Tok tok tok.. suara pintu diketuk. Aurel yang memang sejak tadi sudah menunggu kedatangan unclenya, auto berlari untuk segera membuka pintu.


"Papi Arland...

__ADS_1


Hug.... Aurel langsung memeluk Arland..


"Hei princess.. ternyata sudah sangat besar. Ucap Arland


"Ia.. Aurel sekarang kan sudah kelas 3 SD. Jawab Aurel.


"Lan.. jadi kau sudah datang? ucap seorang perempuan lagi, dan dia adalah dokter Rina.


Sedikit cerita,


Sepuluh tahun lalu dr. Rina menikah dengan kakak kandung Arland, yakni Arvan, yang berprofesi sebagai seorang dokter juga. Namun, sebuah kecelakaan tunggal melenyapkan nyawa Arvan dan saat itu Aurell masih sangat kecil. Hingga kini Rina masih menjanda. Ia memutuskan untuk merawat buah hatinya sendirian.


Lanjut,


"Papi Arland, katanya oma, papi punya pesawat terbang pribadi? Aku sangat ingin menaikinya papi. Ucap Aurell dengan manja.


"Hmmm. Bagaimana jika begini? Pulang dari kota J, kau dan mamimu akan diatar ke kota ini dengan pesawat. Apa kau setuju?


Aurell mengangguk bersemangat.


"Oh iya, apa yang papi Arland bawa ini?


Aurel mengitari kotak besar yang sejak tadi ada disamping unclenya, tapi tidak dihiraukan.


Wajah Aurel seketika langsung berseri. Betapa senangnya ia saat melihat isi dari kotak berukuran big size itu.


Papi,, terima kasih ya.. ucapnya dan memeluk Arland.


Deg.. "pelukan ini... kenapa pikiranku langsung teringat pada Lean?


Arlandpun tersenyum membayangkan bocah imut itu.


Rina hanya memggeleng melihat tingkah anaknya.


"Rel sudahlah.. Unclemu akan susah bernafas jika dipeluk lama-lama.


"Dan lagi, jangan memanggilnya papi. Nanti bisa-bisa tidak ada wanita yang akan meliriknya karna mengira dia sudah memiliki anak. Ucapnya Rina panjang lebar.


"Mi.. tidak mungkinlah.. uncle ku kan sangat ganteng.. tidak mungkin orang akan mengira mami adalah istrinya. Mami terlihat jauh lebih tua. Ucap Aurel menggoda maminya.


"Sudah-sudah.. kalian berdua ini, ayo kita berangkat. Ucap Arland.


DIPERJALANAN.


Mobil yang mereka tumpangi dan dikemudikan oleh Arland sendiri sedang berhenti karena lampu merah tengah menyala.

__ADS_1


Arland dan Rina mengobrol asal untuk mengusir rasa bosan dalam perjalanan, seperti halnya yang biasa orang lain lakukan saat dalam menempuh perjalanan.


Dari arah berlawanan kendaranya sudah bergerak kembali menandakan lampu yang tadinya merah berubah menjadi lampu kuning dan hijau.


Namun, tak disangka-sangka, Arland menangkap sosok seseorang yang sangat tidak asing baginya.


Wajah yang sangat ia rindukan, sekaligus juga wajah itu yang ingin ia tepis dari ingatannya.


Glesssstyy? Batinnya.


"Lan.... Lan...


Betapa terkejutnya Arland karna baru saja kakak iparnya memukul bahunya.


"Lan.. kau tidak mendengar suara klakson dibelakang kita? Omel Rina pada Arland.


"Apa yang kau pikirkan?? Tidak boleh ngelamun saat sedang mengemudi. Rina terus mengomel. Tidak ada lagi sosok kakak ipar yang lemah lembut di dirinya saat ini.


Arlandpun meminta maaf dan telah melanjutkan kemnali perjalanan mereka.


Aurell hanya tertidur pulas pada sandaran kursinya. ia tidak ambil pusing saat mamainya tengah mengomeli unclenya.


Aku jelas melihatnya tadi. Aku yakin itu pasti dia. Jadi... kau bersembunyi dikota kecil ini Glesty? Batin Arland.


Kalau saja tidak sedang bersama dengan Kakak ipar dan keponakan tersayangnya, Arland pasti sudah putar balik arah mobilnya dan mengejar Glesty, dan menghujaninya dengan banyak pertanyaan.


"Jadi wanita itu sudah bisa mengendarai motor?


"Tunggu saja Glesty, kita akan segera bertemu. Batinnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


DIPANTAI.


Karena ini adalah hari sabtu, banyak sekali orang yang mengunjungi tempat-tempat wisata. Salah satunya ya seperti pantai.


Saat ini, sesuai dengan permintaan Lean dan Arles, merekapun mengunjungi salah satu pantai yanf ada di kota J.


Kedua bocah itu benar-benar sangat gembira.. mereka dua kini sedang bermain membentuk piramida dari pasir.


Leon dan Lea mengawasi keduanya dari jarak yang cukup jauh, namun tak luput dari pandangan kedua bocah kecil itu...


.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2