I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Rumah Mertua


__ADS_3

Glesty dan kedua anaknya menapaki kaki, mengikuti seorang laki-laki yang katanya akan mengantarkan ketiganya kedalam.


"Sayaaaang.. Kalian datang?" Oma berlari kecil menyambut kedatangan cucu dan menantunya. Dia memeluk anak kembar itu dengan penuh rasa sayang. Keduanya hanya diam mematung. Arles dan Lean tau, bahwa wanita parih baya ini adalah neneknya.


"Sayang maafkan oma ya..." Wanita setengah baya itu meminta maaf kepada dua bocah yang ternyata adalah cucunya sendiri. Meskipun mungkin, kedua anak ini belum memahami pentingnya meminta maaf ataupun memaafkan.


"Kami memaafkan oma, jika oma janji tidak lagi bawa pergi papa dari kami." Jawab Lean, dengan kepolosannya yang mampu mengiris hati sang oma. Yang Lean tau dari onty Le adalah dulu orangtua papanyalah yang telah membawa pergi papanya. Membuat Arles dan Lean rindu setengah mati dan bertanya-tanya setiap hari dalam hati, dimana gerangan papanya itu berada.


"I--iya sayang, oma janji ya,, oma janji tidak akan bawa pergi papa dari kalian lagi."


Setelah melepaskan pelukannya, wanita paruh baya itu berdiri menatap sendu kearah istri cantik kesayangan putranya itu. "Glesty, trima kasih nak,"


Glesty tersenyum lembut kemudian memeluk hangat ibu mertuanya. "Sudahlah... jangan menagis. Aku yakin suamiku akan luluh. Dia adalah orang yang baik."


"Trima kasih sayang! Kamu juga adalah wanita yang baik untuk putraku. Tapi, aku terlambat menyadarinya." Air mata mama terus saja mengalir seiring dengan banyaknya kata yang keluar dari mulutnya.


.


.


Kini mereka duduk melingkar pada sofa diruang keluarga rumah besar itu. Para pelayan berkeliaran melakukan tugasnya masing-masing. Diantara mereka ada yang saling berbisik karena merasa penasaran dengan tiga orang tamu yang barus saja mereka lihat hari ini.


Dengan senang hati oma mengajak Glesty mengelilingi rumah besar itu sembari menceritakan banyak hal. Saat tak sengaja melihat para pekerja dirumahnya ini tengah berbisik-bisik, ia meminta semuanya untuk berkumpul.


"Sayang, kamu diam saja, biar mama yang bicara!"


"Semuanya, tolong perhatikan baik-baik hal ini. Dua bocah yang sedang bermain disana, adalah cucu saya. Dan Perempuan cantik ini, adalah menantu saya. Istrinya Arland." Mama tersenyum menjelaskan.


Semua pelayan dirumah itu menyapa Glesty dengan sangat ramah. Begitu juga dengan Glesty. Mereka sangat senang bahwa nyonya baru mereka ini adalah wanita yang ramah.


.


Setelah perkenalan dan saling sapa itu, para pelayan kembali bubar dan akan melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


"Ayo sayang, kita ajak anak-anak untuk membangunkan opanya." Mama kembali menarik tangan menantunya itu.

__ADS_1


Glesty sedikit bertanya-tanya, kemana perginya kecongkakan yang menempel pada diri ibu mertuanya ini? Rasanya tidak percaya Glesty menerima perlakuan baik ini dari ibu mertuanya.


.


Tok tok tok.


"Masuklah ma.. tidak terkunci!" Jawaban tak bersemangat terdengar dari dalam.


Clek..


Pintu terbuka, bersamaan dengan wajah sumringah istrinya.


"Apa ada hal baik yang terjadi? Kenapa terlihat sangat senang?" Tanya papa, santai.


"Sayaaang kalian masuklah.."


Masuklah ketiga orang yang dimaksud, yaitu Glestu, Lean dan Arles.


Wajah rupawan yang tadinya hanya datar saja, kini berubah sumringah. Pria paru baya itu merasa sangat senang melihat kehadiran cucu dan menantunya. Dia memyambut mereka dengan pelukan sayang nan hangat, serta permintaan maaf yang tulus.


.


"Semoga saja suamiku bisa memaafkan orangtuanya segera!" Batin Glesty.


.


\=\=\=\=\=\=\=


Arland tiba dirumahnya dan dengan langkah cepat ia menaiki anak tangga untuk bertemu dengan anak istrinya.


"Sayaaaaang, papa pulang!"


"Tumben sekali tidak menyambutku?" Merasa heran. Biasanya, istri dan dua bocahnya itu akan selalu menyambut kepulangan Arland dari kantor. Bahkan tidak jarang ketiganya menunggu didepan pintu utama.


"Kemana mereka?" Perasaan tak enak seketika menghampiri Arland.

__ADS_1


Drrrrt drrrrrt drrrt !


Ponselnya bergetar, dan mungkin ini adalah jawaban dari ketidakadaan anak istri Arland dirumah saat ini.


"Halo! Dimana anak istri saya?" Ketus Arland, kepada supir yang ia tugaskan untuk istri dan anak-anaknya.


"Ini pak, mau ngasih tau, Bu Glesty dan anak-anak sedang dirumah orang tua bapak!"


Tut... tut..tut!


Arland mengakhiri panggilan itu sepihak.


"Gles-Gles... kenapa keras kepala sekali? Untuk apa kalian kerumah itu?"


Apakah Arland merasa marah pada Glesty? Tidak. Ia hanya merasa khawatir pada tiga kesayangannya itu. Arland tidak pernah sekalipun marah pada Glesty selama kebersamaan mereka. Lain halnya ketika mereka sedang terpisah waktu itu.


Arland kembali melajukan mobilnya.


.


.


BERSAMBUNG😊


Tengkyu for everything gaes😆😆


oia, my ig: reetha262


di follow dong gaes😊


Author kan pengen kenal kalian😉


Gaes, "First love and son" udah up sampe 20 ep yo.. Silahkan mampir dan semoga kalian suka😊🥰👇


__ADS_1


__ADS_2