I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)

I Hate You But I Miss You (Benci Tapi Rindu)
Glesty dan Arland


__ADS_3

Bugh.. Glesty kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke lantai.


"Awwwww." Jeritnya.


"Maaf, kau yang salah karena tidak berhati - hati" Ucap orang tersebut dengan suara datar.


"Iy... iya, aku yang salah, maafkan aku" ucap Glesty.


Deg.. Keduanya tampak terkejut, karena saling mengenal suara dari lawan bicaranya.


Pria itu tampak berdiri mematung, karena keterkejutannya. Sedangkan Glesty, ia langsung memungut topinya di lantai yang tadi terlepas karena ia terjatuh. Dengan gerak cepat ia memakai topinya lagi, agar orang itu tidak melihat wajahnya.


Glesty berdiri dan segera melangkah. Namun, tangannya ditahan oleh orang itu "mau lari kemana?"


Glesty hanya diam, tidak berani berkata apa -apa.


Dengan sekali gerakan, orang itu menarik tangan Glesty dan mengunci kedua tangannya, menghentakkan tubuh wanita itu ke dinding.


Lagi - lagi Glesty menjerit karena merasakan tubuhnya sedikit sakit, namun jeritan itu masih bisa ia tahan didalam hatinya.


"Kau"?


"Kenapa?" Kau terkejut bertemu lagi denganku? Apa kabar mantan istriku?" Nampak seringai menakutkan dari wajah Arland. Ya... laki -laki itu ialah Arland.


Glesty hanya bisa menatap wajah itu, dari jarak yang sangat dekat. Glesty merasa banyak jarum yang menusuk jantungnya. "Dia, wajah ini, sentuhan dari tubuh ini," Glesty merasa sedih menerima perlakuan kasar dari lelaki yang selalu dirindukannya ini. Lekaki yang dulu memperlakukannya dengan sangat manis, kini berubah menjadi seperti orang lain.


"Ada apa dengan pandangan ini? Apa kau sedang berakting untuk menggodaku? Tebak Arland, dan semakin mendekatkan wajahnya, membuat Glesty memalingkan wajahnya, tidak ingin berhadapan dengan pria itu.


"Cih, menggodamu? Yang benar saja." Ucap Glesty dan itu berhasil membuat Arland semakin naik darah.


"Lepaskan aku." Glesty berusaha terlihat lebih tegas daripada Arland. Tidak ada lagi tatapan hangat yang tadi sempat ia perlihatkan.


Merasa tidak terima dengan reaksi Glesty yang terlihat baik - baik saja, Arland semakin mengeratkan tangannya. Membuat Glesty sangat ingin berteriak karena merasa kesakitan.


"Kenapa? Apa rasanya sakit? Ini tak sebanding dengan rasa sakit yang kurasakan." Geram Arland.


"Hah, sakit? kenapa terdengar seolah disini dia saja yang dirugikan? Yang benar saja." Batin Glesty. Arland dapat membaca aura kebencian dari mata Glesty.

__ADS_1


"Jadi wanita ini tidak terkejut sama sekali melihat ku lagi? Dasar tidak berperasaan." batin Arland.


"Aku sangat penasaran bagaimana kau hidup selama ini. Ternyata kau hidup seperti ini? Mengunjungi tempat - tempat seperti ini?" Ucap Arland sambil melihat sekeliling mereka kemudian kembali menatap wajah Glesty dengan senyum menghina.


"Jadi kau merasa puas saat melihatku berada disini? Silahkan saja kau berpikir bebas bagaimana kehidupan yang sangat ku nikmati ini." Balas Glesty dengan senyum seringai disudut bibirnya.


"Cih, wanita menjijikkan!" Ucap Arland yang semakin merasa marah.


Arland merasa sangat tidak terima saat memikirkan wanita yang sangat ia rindukan ini ternyata menjalani kehidupan yang berbanding terbalik dengan yang ia harapkan..


"Jika aku menjijikkan, tolong jangan memyentuhku seperti ini." ucap Glesty, datar.


Bugh.


"Shiiit" maki Arland tepat dihadapan wajah Gleaty.


Glesty cukup terkejut melihat reaksi Arland yang menghantamkan genggamannya pada dinding tempat ia menghimpit tubuh Glesty.


"Kurasa, tidak perlu merasa dirimu sangat suci, karena kaupun ada ditempat ini sekarang. Ah, tapi tenang saja tuan Arland, aku tidak akan memandang jijik seseorang yang datang ke tempat seperti ini. Setiap orang dewasa berhak datang kesini jika mereka ingin." Ucap Glesty lagi.


Arland hanya terdiam, entah apa yang sedang dipikirkannya sekarang. Ia merasa sudah keterlaluan berkata kasar terhadap Glesty.


"Kurasa kita sudah memiliki kehidupan masing - masing. Jika kita kebetulan bertemu lagi, tidak perlu saling menyapa. Anggap saja sebagai orang asing. Dan satu lagi, supaya kau tau saja. Aku juga sudah memiliki dua orang anak. Kuharap kau mengerti maksudku." Ucap Glesty, tanpa melihat kearah Arland yang berdiri mematung.


Glesty berlalu begitu saja dan menghilang dari hadapan Arland.


"Hai Arland, kau sudah datang?" Tiba - tiba suara seseorang menyadarkan Arland dari diamnya.


"Maafkan aku, sepertinya aku harus ke suatu tempat. Lain kali aku akan mengunjungimu lagi. Ucap Arland datar. Orang itu ialah sahabat Arland, pemilik diskotik tersebut.


\=\=\=\=\=\=\=


Tiba dirumah.


Glesty langsung mencuci tangan dan kakainya. Masih ada sedikit rasa sakit pada pergelangan tangannya akibat perbuatan Arland tadi.


Setelah dirasa telah membersihkan diri, Glesty melangkah masuk ke kamar anaknya. Terlihat 2 bocah kembar itu telah tertidur pulas.

__ADS_1


Glesty lalu membenarkan letak selimut keduanya kemudian duduk ditepi tempat tidur kedua bocah itu. Dia membelai dan mengecup sayang kepala anak-anaknya. "Sayang, tadi mama bertemu dengan papa" gumamnya, yang hanya didengar oleh telinganya sendiri.


"Lebih baik aku tidur bersama mereka malam ini" batinya, lalu mengambil bantal, badcover sebagai alasnya tidur dilantai dan selimut.


Glesty sagat gelisah. Ia tidak bisa memejamkan matanya. Tiba - tiba teringat perkataan Arland yang mengatakan dirinya menjijikan, mengingat tatapan marah yang Arland layangkan padanya beberapa saat yang lalu.


"Jadi kau sangat membenciku sekarang Arland? Itu bagus, memang lebih baik hanya ada perasaan benci diantara kita. Batin Glesty.


Glesty bertanya - tanya pada dirinya, apa yang membuat lelaki itu terlihat sangat marah? Sedangkan ia merasa, yang berhak marah itu dirinya. Arland yang melakukan kesalahan dari awal. Membohonginya, mengatakan bahwa dia adalah seorang yatim piatu yang bekerja sebagai supir, dan hanya memiliki tempat tinggal kecil. Sangat jauh berbeda dengan apa yang sebenarnya.


Memang, benar kata orang, hubungan yang didasari dengan kebohongan, tidak akan bertahan lama. Dan itulah yang Glesty alami. Pernikahannya bahkan tidak sampai seumur jagung.


\=\=\=\=\=\=\=


Ditempat lain.


Arland memasuki kamar hotel tempat ia menginap. Tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, ia langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasurnya yang sangat empuk, dan berbaring terlentang.


Saat ini, yang dia pikirkan hanyalah Glesty. Ia melihat telapak tangannya yang tadi dengan sengaja mencengkeram pergelangan tangan wanita itu. Tanpa aba - aba airmatanya kembali menetes dengan sendirinya.


Ia menaruh satu tangannya dikepala. Terdengar kembali pernyataan Glesty beberapa saat yang lalu tentang kehidupan barunya, yang memiliki 2 anak.


Arland menarik dan membuang nafasnya yang terasa sangat berat.


"Dia bahkan memiliki 2 anak? Itu artinya dia benar - benar telah melupakanku?" Gumam Arland


Arland berubah marah membayangkan wanitanya itu tidur dan terbangun disamping pria lain.


"Aaaaaaaaaaaaaaa.." Arland berteriak melampiaskan perasaan marahnya.


"Apa yang harus aku lakukan Glesty? Apa aku sanggup menghancurkan kebahagianmu seperti rencanaku?


Arland sungguh terlihat seperti orang gila yang bergumam, menangis dan berteriak seorang diri.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Gaes, terima kasih🙏


__ADS_2