Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 100 ~ Berhadapan Langsung


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Perdebatan yang berlangsung hampir satu jam lamanya, berakhir dengan perginya Sandra tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Qiara maupun Erzhan.


Rasa kesal dan sakit hati membuat wanita cantik itu memilih pergi dengan membawa kekecewaan atas sikap dingin Faraz, tidak ada bisa merubah keputusan pria itu.


.


.


Ceklek


Pintu yang terbuka lebar mengalihkan fokus Qiara tengah menyuapi Erzhan makan.


"Sandra mana?" tanya gadis itu menyadari sahabatnya tidak ikut masuk bersama Faraz.


"Kalian bertemu di luar kan?" tanyanya lagi.


"Hmm," jawab Faraz datar tanpa ekspresi.


Qiara menatap penuh selidik ke arah pria tampan di hadapannya itu, hendak mencari tahu pun urung dia lakukan setelah melihat Erzhan tengah memberinya kode untuk diam.


"Makan dulu, Dad!" titah anak tampan itu seraya menunjuk tempat duduk di sampingnya.


"Mommy juga ikut makan! Tadi sibuk nyuapin Abang terus kan?" kali ini tatapannya beralih ke arah Qiara seolah memintanya untuk bekerja sama.


Beruntung putri kesayangan Tuan besar Rafindra tersebut langsung peka dan segera menganggukkan kepalanya, tidak lupa mebereskan bekas tempat makan Erzhan.

__ADS_1


Mereka makan dengan tenang, hanya sesekali Erzhan bersuara demi menghilangkan kecanggungan antara dua orang dewasa di hadapannya tersebut.


Sekitar dua puluh menit, akhirnya semua makanan habis tak tersisa.


"Alhamdulilah, kenyang banget oeey." Seru Erzhan tertawa geli


"Perut Abang jadi bulat kayak balon," imbuhnya.


Qiara mengulas senyum tipis, rasanya dia kesulitan untuk sekedar bernafas saking kenyangnya menerima begitu saja tiap kali Erzhan menyuapinya berbagai macam kue dan potongan buah sebagai makanan penutup.


Melihat pemandangan di depannya, tanpa sadar hati Faraz menghangat. Ada rasa bahagia menyelimuti hatinya yang lama berubah dingin semenjak hubungan rumah tangganya bersama wanita cantik bernama Sandra kian memburuk, seiring berjalannya waktu tanpa adanya penyelesaian.


"Mau langsung pulang?" tanya Qiara sembari melihat jam di pergelangan tangan kirinya.


"Sudah lewat makan siang rupanya," gumamnya pelan.


Di tatapnya wajah datar tanpa senyum milik Daddy nya.


"Boleh ya, Dad?" pintanya setengah memohon.


"Abang janji ngga nakal," ucap Erzhan berusaha meyakinkan.


Faraz menghela nafas panjang antara memberi ijin atau justru malah sebaliknya.


Tujuan awalnya hanya untuk mempertemukan sang putra dengan si cantik Qiara, perihal hadirnya Sandra karena undangan sepihak dari Tuan putri Rafindra tersebut.


๐ŸŒน

__ADS_1


Menjelang sore, akhirnya Faraz memutuskan untuk mengantar Qiara pulang setelah berdebat cukup lama dengan Erzhan.


Sejujurnya, pria itu ingin bertemu Tuan besar Rafindra dan Nyonya Ayshila guna membahas sesuatu yang penting.


Dalam perjalanan menuju kediaman Rafindra, hanya obrolan antara Qiara dan Erzhan terdengar. Sementara Faraz fokus menyetir sembari ikut mendengarkan percakapan keduanya, tentu sang putra yang paling antusias menceritakan kesehariannya.


Mobil Faraz memasuki kawasan istana Rafindra, setelah Satpam membukakan pintu gerbang utama.


Qiara turun lebih dulu, di ikuti Erzhan lewat pintu yang sama. Keduanya langsung berjalan beriringan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Faraz.


"Woy, tungguin." Teriaknya masih berada dalam mobil


"Ish, giliran udah ketemu pawangnya main tinggal ajah."


Faraz melangkah cepat menyusul sang putra yang nyatanya sudah naik ke lantai atas bersama Qiara.


Sampai di ruang tengah, ia justru bertemu dengan Tuan dan Nyonya besar Rafindra. Bukan hanya mereka, tetapi ada ketiga kakak kembar Qiara sengaja duduk terpisah dari pasangan suami istri tersebut.


Perasaan Faraz mulai tidak nyaman, tatapan mata tajam seolah ingin mengulitinya hidup-hidup teramat menyiksa.


"Kita harus bicara," seru Tuan Rafin menatap datar tanpa senyuman.


"Papi benar, Mami juga. Ada yang mau di sampaikan biar kedepannya jelas," sambung Nyonya Ayshila ketus.


Faraz menelan salivanya kasar, tidak menyangka akan ada hari dimana ia berhadapan langsung dengan kedua orang tua Qiara tanpa adanya persiapan sama sekali.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


__ADS_2