
Di kediaman utama Rafindra, tampak semua anggota keluarga terutama Tuan Rafindra dan Nyonya Ayshila sudah berkumpul di ruang tengah, guna membahas masalah yang tengah di alami si bungsu kesayangan yang masih asyik menikmati liburan bersama keluarga kecilnya.
Pesan yang belum ada satu jam di kirim Qiara pada sang Papi dan si kembar, membuat Nyonya Ayshila di runduh rasa khawatir dan panik. Wanita itu takut terjadi apa-apa pada si bungsu kesayangan, sang menantu dan juga Erzhan.
Meski keamanan di pulau sudah terjamin, bukan berarti sesuatu yang buruk tidak akan menghampiri.
Nyonya Ayshila terus menghubungi Qiara, memastikan keadaan mereka baik-baik saja. Tidak bisa di pungkiri nalurinya sebagai seorang Ibu pasti selalu benar, karena perasaan wanita itu jauh dari kata tenang mengetahui ada yang mencoba untuk macam-macam dengan si bungsu kesayangan.
"Apa perlu kita susul saja, Pih?" tanyanya pada sang suami yang masih diam tanpa bicara.
"Mami hanya ingin memastikan jika orang itu tidak memiliki niat buruk."
"Apa perlu minta Tara saja yang pergi kesana?" tanya wanita itu lagi.
Berharap kali ini mendapatkan jawaban yang pasti dari ke empat pria tampan yang masih setia memutup mulut mereka rapat-rapat.
"Ish, percuma Mami ngomong kalau begini cara kalian. Tahu gitu lebih baik Mami cari Neta atau Tara saja."
Nyonya Ayshila tidak akan merasa tenang hatinya jika belum melihat secara langsung seperti apa situasi di pulau, tetapi dia masih trauma bila kembali naik pesawat yang berujung akan mengingatkannya pada insiden di masa lalum
Tidak mendapat jawaban apapun dari suami dan ketiga putranya, mau tidak mau wanita cantik itu memilih pergi keluar rumah untuk menemui Neta dan Tara.
Kebetulan sekali kedua orang tersebut masih berada di halaman samping rumah, menikmati indahnya suasana di siang hari.
Tara sibuk memakan cemilan yang sempat ia bawa
__ADS_1
"Kalian lagi ngapain?" seru Nyonya Ayshila bertanya.
Wanita itu langsung menhhampiri kedua anak manusia yang menoleh ke arahnya sembari tersenyum.
"Sini, Mih." Ajak Neta saat calon mertuanya itu sudah mendekat
"Neta sama Tara lagi bahas soal liburan Qiara." Imbuhnya
Tara ikut menganggukkan kepalanya pertanda iya sewaktu Nyonya Ayshila menatapnya penuh selidik.
"Tadi Faraz juga kirim pesan sama aku, katanya ada orang asing tidak mereka kenal berada di pulau." Ucapnya memberi tahu
"Tapi, Aunty ngga usah khawatir ya. Kebetulan besok aku rencananya akan menyusul kesana, semoga ajah pria itu bukan orang yang memiliki niat jahat. Karena belum tahu pasti motifnya apa, bisa saja hanya orang yang penasaran." Lanjut pria itu meyakinkan Nyonya Ayshila
"Kakak pasti ngga kasih ijin kalau cuma kamu sama Tara yang pergi," cebik Nyonya Ayshila saat calon menantumya itu selesai bicara.
"Kalian bentar lagi nikah, lebih baik ngga usah pergi."
"Tapi Neta mau juga liburan, Mih." Rengek gadis itu sembari mengerucutkan bibirnya
"Liburannya nanti kalau udah nikah, biar sekalian Honeymoon." Kekeh Nyonya Ayshila merasa gemas dengan gadis kesayangan putra pertamanya tersebut
Dia jadi rindu pada si bungsu Qiara, terlalu lama rasanya menunggu waktu liburan selesai. Tetapi apa daya, sebagai seorang ibu rasa rindunya hanya bisa di tahan agar tidak membuat putrinya merasa sedih.
.
__ADS_1
.
Sementara di pulau pribadi milik keluarga.
Rupanya Erzhan sudah memberitahu siapa sebenarnya pria asing tidak di ketahui keberadaannya sekarang pada Daddy dan Mommy nya.
Kenapa sampai anak tampan itu tahu, karena memang sosok yang di maksud tidak lain adalah saudara tiri dari Mama Sandra.
Baik Faraz maupun Qiara sendiri hanya bisa saling pandang, masih tidak percaya dengan apa yang sang putra katakan. Belum lagi kabarnya pria itu ternyata sudah pergi meninggalkan pulau tepat setelah mereka tiba di taman laut buatan.
"Abang yakin itu benar Adiknya Mama Sandra?" tanya Qiara kembali memastikan.
"Kok rasanya aneh ya, bukannya tidak ada yang memberi tahu kepergian kita."
"Abang yang kasih tahu," jawab Erzhan santai tanpa merasa bersalah sudah membuat pasangan suami istri itu menaruh curiga ada yang berniat jahat.
Sungguh rasanya Faraz ingin memakan putranya itu hidup hidup, saking kesalnya tidak meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum menghubungi mantan isttinya.
Tidak jauh berbeda dengan Qiara yang entah kenapa merasakan cemburu karena putra sambungnya itu tidak mengatakan apa-apa padanya.
Erzhan yang paham tentu langsung panik kala menyadari raut wajah sedih Mommy nya.
"Aduh, bukan maksud Abang ngga kasih tahu Mommy soal Mama Sandra. Tolong jangan salah paham dulu, OK?" pintanya dengan wajah memelas khawatir jangan sampai Qiara tersinggung.
๐๐๐๐๐
__ADS_1