
๐น๐น๐น๐น๐น
Sebulan telah berlalu.
Tidak ada yang tahu bagaimana Faraz menyelesaikan masalah dengan Sandra waktu itu, sebab keduanya memilih bungkam tidak ingin menjelaskan apapun meski berulang kali Qiara memohon agar salah satu dari mereka buka suara.
Erzhan yang kala itu mendadak sedih hanya karena rencana kepergian sang Mommy Qiara keluar negri bersama Neta, kini semakin lengket tidak pernah mau jauh dari putri Rafindra tersebut walau sejengkal.
Sekolah pun harus di antar jemput tiap hari, bahkan anak tampan itu bersikeras ingin tinggal bersama Qiara tanpa peduli sudah sekesal apa Nyonya besar Ayahila, menyaksikan putrinya di kuasai oleh Tuan muda kecil Bramantya.
Ada saja tingkah konyol wanita cantik itu hanya karena rasa iri dan cemburu, beruntung Tuan besar Rafindra memiliki stok sabar luar biasa dalam menghadapi rengekan sang istri tercinta.
"Udah aku bilang, suruh Faraz nikahin ajah tuh si Adek biar masalahnya kelar." Omel Ayshila antara ucapannya sekedar candaan atau justru sebuah permintaan
"Papi kenapa ngga dari dulu berlaku tegas pada mereka sih?" kesalnya menatap tajam ke arah pria tampan yang duduk diam mendengarkan.
Rafin menghela nafa panjang, ingatannya kembali berputar pada kejadian dua tahun lalu.
"Masalah yang Faraz hadapi sekarang tidak mudah di selesaikan, Mih." Jawabnya
__ADS_1
"Sandra merupakan salah satu tersangka dari korban kecelakaan dua tahun lalu."
"Maksud Papi, kecelakaan yang menimpa anggota keluarga Bramantya?" tanya Ayshila menebak asal.
Dia ingat pernah mendengar kejadian itu lewat orang kepercayaan keluarga, hanya saja tidak mencari tahu lebih jelas seperti apa kronologinya.
"Benar, parahnya lagi orang tua Sandra ternyata menjalin hubungan kerja sama dengan keluarga Bramantya jauh sebelum kejadian tersebut. Yang artinya, masalah mereka tidak semudah yang kita bayangkan." Jelas Rafin
"Jadi, lebih baik Mami fokus ngurus aku dan ketiga putra tampan kita. Ok?" rayunya berharap kali ini sang istri tidak lagi uring-uringan hanya karena si bungsu Qiara.
Menjadi satu-satunya Tuan putri yang paling di sayangi anggota keluarga terutama Tuan dan Nyonya besar Rafindra, tentu keberadaan Qiara di istimewakan.
"Ya sudah, aku ngga akan minta anak kecil itu jauhin anak aku. Tapi kalau boleh nih ya, hubungi Faraz sekarang juga!" ucap Ayshila mengalah tapi ada maksud lain yang terselubung.
"Suruh pria itu bawa pergi anaknya untuk malam ini saja, aku ingin keluar jalan-jalan bersama putriku." Pinta Ayshila dengan wajah memelas
"Ya sudah, nanti aku hubungi Faraz."
Rafin tidak ingin membuat istri cantiknya itu bersedih, apapun yang terjadi ia harus mencari alasan untuk meyakinkan Faraz.
__ADS_1
๐น
Di dalam kamar, suara gelak tawa Erzhan menggema.
"Ampun Mommy," teriaknya memohon.
"Abang nakal ya, bilang apa tadi?" sahut Qiara tanpa menghentikan tangannya menggelitik perut anak tampan itu.
Candaan Erzhan hanya karena kelepasan membuatnya berakhir seperti sekarang.
"Abang cuma becanda Mommy," kekehnya menahan geli di waktu bersamaan.
"Suruh Mommy apa tadi, ayo?" tanya Qiara seraya mencium gemas kedua pipi anak itu.
Kalimat asal yang terlontar dari mulut Erzhan, siapa sangka justru membuat gadis cantik itu sempat berpikir keras.
"Kan becanda Mom, lagian Daddy mana mau coba." Jawabnya jujur
"Daddy bukan pria sembarangan Mommy, candaan Abang barusan udah pernah kejadian. Tapi Daddy malah hukum Abang," jelas anak itu.
__ADS_1
Qiara hanya diam mendengarkan, benar apa yang Erzhan katakan. Mana ada seorang Faraz Bramantya ingin menikah lagi sementara istri pertamanya saja masih ada.
๐๐๐๐๐