Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 132 ~ Hadiah Paling Indah


__ADS_3

Qiara menatap lamat kedua mata Faraz, mencari kebohongan di sana. Namun hanya keseriusan yang dia lihat, dan semua terasa bagai mimpi semata.


Belum pernah gadis itu merasakan perasaan yang sulit di artikan, terlebih di antara mereka masih ada dinding pemisah.


Namun, dengan sungguh-sungguh pria tampan di hadapannya itu berusaha untuk meyakinkannya.


"Bisakah kamu menungguku?" ulang Faraz masih pada posisinya.


"Aku tidak akan menjanjikan apapun padamu, tapi akan aku usahakan kedepannya melakukan yang terbaik."


Faraz hanya minta waktu untuk menyelasikan masalahnya dengan Sandra.


Mungkin setelah putusan dari pengadilan sudah keluar, baik Qiara maupun Faraz harus menjaga jarak sampai waktu yang tepat bagi mereka kembali di persatukan dalam ikatan yang lebih serius yaitu pernikahan.


Qiara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sebab dia masih ragu dengan semua yang sudah terjadi.


"Aku harap setelah ini kamu berhenti menyalahkan diri sendiri," mohon Faraz sembari mengusap sisa kebasahan di wajah gadis itu dengan satu tangannya.


"Jangan menangis lagi, kasihan Abang kalau lihat mata kamu sembab pasti ia akan sangat sedih dan bertanya banyak hal."


"Terima kasih," ucap Qiara tersenyum.


Faraz kembali menyalakan mesin mobil, ia harus memastikan mereka tiba di kediaman Rafindra sebelum hari berganti gelap.


Selama perjalanan hanya keheningan menemani pria itu, sebab Qiara justru ikut tertidur bersama Erzhan.


Dua puluh menit kemudian, Faraz tiba di kediaman Rafindra setelah Pak Satpam membukakan pintu gerbang utama dan mempersilahkannnya masuk.


Kini mobil keluaran terbaru milik pria itu, berhenti di halaman depan rumah.


Qiara dan Erzhan akhirnya terbangun, tetapi keduanya masih sangat lemas dan malas keluar dari mobil setelah pintu sudah di buka oleh Faraz.


Beruntung Tuan besar Rafindra keluar dari rumah langsung menghampiri mereka di mobil.


"Kamu bawa Erzhan masuk, biar Qiara jadi urusan Paman." Ucap pria itu dengan wajah serius


Faraz mengangguk paham, segera menggendong putra kesayangannya masuk ke dalam rumah menuju kamar milik Qiara.


Sementara Tuan besar Rafindra tampak gemas dengan kelakuan putrinya yang begitu manja di usianya menginjak 19 tahun tepat malam nanti.


Persiapan pesta perayaan ulang tahun sudah beres, tinggal menunggu waktu berganti malam untuk mengadakan acara yang sudah lama di nanti-nantikan semua anggota keliarga Rafindra terutama Nyonya Ayshila.


Akan ada begitu banyak tamu undangan yang datang sekaligus nanti di umumkan siapa Qiara ke depan publik.

__ADS_1


Jangan tanya bagaimana perasaan semua anggota keluarga Rafindra, sebab mereka pun sejujurnya di landa rasa gugup dan timbul sedikit kekhawatiran tersendiri.


Akan tetapi, cukup dengan meyakinkan diri sendiri jika semua pasti akan baik-baik saja.


Usai mengantar Qiara dan Eerzhan, kini di ruang keluarga tengah sudah berkumpul Nyonya Ayshila, Si kembar, Tuan Rafin dan tentunya Faraz sendiri.


Sepertinya mereka ingin membahas sesuatu yang penting tanpa melibatkan si bungsu kesayangan Tuan besar Rafindra.


Perihal Neta yang pergi tanpa mengatakan apapun tempo hari pada Qiara, nyatanya sampai detik ini belum ada kabar dari gadis bermata biru air tersebut. Bahkan Zaidan sendiri tidak di beri kabar sama sekali, membuatnya frustasi ingin mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


"Belum ada kabar juga, Kak?" tanya Mami Ayshila pada putra pertamanya tersebut.


Zaidan menggeleng pelan seraya membuang nafas kasar.


"Kakak ngga tahu dia kemana, ponselnya ngga aktif sampai sekarang."


"Nanti Papi coba minta orang suruhan Papi mencari keberadaannya, siapa tahu Neta hanya sibuk bekerja dan tidak mau di ganggu oleh siapapun." Ujar Papi Rafin menenangkan Zaidan yang sepertinya mulai uring-uringan


Pria itu beralih menatap kearah Faraz dengan tatapan lain dari biasanya.


Banyak sekali pertimbangan yang ia lakukan setelah meyakinkan kehidupan putri kesayangannya di masa depan nanti akan menjadi tanggung jawab Faraz sepenuhnya.


Putra satu-satunya dari pasangan suami istri Bramantya tersebut akan menggantikan posisinya kelak, masih banyak yang ingin Tuan Rafin bicarakan tetapi sekarang belum waktunya.


Malam pun tiba.


Semua tampak antusias menyambut acara pesta ulang tahun si cantik Qiara.


Di dalam kamar milik Nona muda Rafindra yang sebelumnya terlihat biasa saja, mulai di dekorasi seindah mungkin oleh beberapa pelayan sesuai perintah dari Nyonya Ayshila.


Wanita cantik itu ingin kamar putrinya di hias seperti kamar seorang putri kerajaan.


Sementara Qiara hanya bisa menghela nafas panjang tanpa berniat melayangkan prores apalagi marah pada Mami kesayangannya tersebut.


Tepat jam 9 malam, semua tamu undangan mulai berdatangan sembari membawa banyak hadiah untuk Qiara.


Erzhan dan Faraz belum kelihatan batang hidung mereka sejak pulang ke kediaman Bramantya usai makan malam.


Begitu pun dengan gadis cantik bernama Neta juga si tampan Tara, masih belum terlihat kehadiran mereka di acara pesta yang sebentar lagi di mulai.


Tuan Rasya dan Nyonya Kamila ikut bergabung dengan Tuan Rafin dan Nyonya Ayshila di ruang tamu sembari menunggu Qiara bersiap.


Adapun di dalam kamar, tampak gadis cantik yang sebentar lagi genap 19 tahun itu. Terdengar lagi berbicara lewat sambungan telefon dengan seseorang.

__ADS_1


[Maaf ya, sepertinya aku ngga bisa datang]


[Kamu tahu bagaimana tanggapan orang di luar sana padaku]


"Tapi aku mau kamu ikut hadir, Raa." Ucap Qiara memelas


[Mengertilah akan posisiku ya, dari sini aku mendoakan mu]


"Besok ketemuan ya?" pinta Qiara memohon.


[Iya. Sekalian bawa Abang juga ya, aku mau minta maaf kemarin udah buat ia sedih dan kecewa]


##


Tidak ada lagi obrolan, sebab Qiara langsung mematikan sambungan telefonnya bersama Sandra.


Hilangnya Neta yang pergi entah kemana membuat gadis itu pusing sendiri, dalam situasi yang seperti ini hanya teman dekatnya itu bisa Qiara andalkan.


Tidak mau berlama-lama, gadis itu langsung turun ke lantai bawah menemui semua orang.


Acara pesta perayaan ulang tahun yang berlangsung sangat meriah tersebut, nyatanya meninggalkan kesan paling bermakna dalam hidup Qiara.


Mulai dari pengumuman Tuan Rafin dan Nyonya Ayshila mengenai keberadaan putri semata wayang mereka ke publik dan media, sampai kedatangan Erzhan, Faraz, Tara dan Neta di akhir puncak acara semakin menambah kebahagiaan dalam hidup Qiara.


Betapa gadis cantik itu merasa sangat beruntung di kelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan menyayanginya sepenuh hati.


Untaian doa dan ucapan selamat ulang tahun membanjiri Qiara, tidak lupa banyaknya hadiah yang gadis itu terima.


Dari semua hadiah yang ada, rupanya hadiah dari si kecil Erzhan yang paling mengesankan di hati Qiara.


Sebuah lukisan begitu indah dan cantik dari anak tampan itu membuat sang Mommy kesayangan menangis terharu.


"Abang ngga minta kedepannya Mommy jadi Ibu kandung buat Abang, tapi jadilah diri sendiri dengan versi yang menurut Mommy Qiara jauh lebih baik dari sekedar status Ibu sambung sekaligus istri buat Abang dan Daddy."


"Semoga Mommy selalu di limpahkan banyak kasih sayang dari semua orang termasuk Abang dan Daddy pastinya."


Qiara meminta Erzhan untuk memeluknya, sungguh malam ini hadiah paling indah dari calon anak sambungnya itu membuatnya tanpa henti mengucap rasa syukur.


"Kalian pelukan mulu, aku boleh ikutan ngga?"


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Jangan ngadi-ngadi deh Bang, masih belum di perbolehkan.๐Ÿ˜ด

__ADS_1


__ADS_2