
Sebulan telah berlalu.
Hubungan Qiara dan Faraz masih pada batas yang wajar meski keduanya sudah bertunangan dan memantapkan diri untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.
Tepat tiga hari yang lalu, akhirnya putusan dari pengadilan sudah keluar. Dimana Sandra dan Faraz di nyatakan telah resmi bercerai secara baik-baik, dalam keadaan yang sadar tanpa ada pihak lain yang memaksa dan untuk hak asuh Erzhan jatuh ke tangan Qiara sesuai hukum yang berlaku.
Mengapa bukan Mama atau Daddy nya yang mengasuh anak tampan itu, melainkan seorang gadis yang hanya tahu datang ke pengadilan kemudian duduk santai tanpa banyak bicara.
Semua kembali lagi pada Erzhan, sebab keputusan sengaja di berikan pada anak itu agar memilih pada siapa ia akan tinggal tanpa sebuah paksaan atau iming-iming apapun itu.
Dan pilihannya jatuh pada sang Mommy kesayangan, si cantik dari keluarga terhormat dan terpandang namun memiliki sisi keibuan yang membuat semua orang di dalam pengadilan menatapnya tercengang saking tidak percaya.
Erzhan hanya mau tinggal bersama Tuan putri dari keluarga Rafindra tersebut, bahkan menolak sewaktu Daddy Faraz mengeluarkan kalimat protes.
Bukan tanpa alasan pria itu bersikap lain dari biasanya, Faraz hanya tidak ingin adanya berita miring yang membicarakan calon istrinya tidak benar.
Pihak dari pengadilan sendiri merasa tidak keberatan jika Erzhan mau di asuh yang bukan anggota keluarganya, sebab mereka tahu kelak gadis cantik itu akan menjadi bagian dari Keluarga besar Bramantya sendiri.
Tentu kabar mengenai hubungan Tuan putri Rafindra bersama Tuan muda Bramantya sudah tersebar luas perihal acara pertunangan mereka di saat putusan dari pengadilan di keluarkan dan sudah di umumkan ke media.
Semua pihak yang sempat terkejut memilih bungkam tanpa berani mengeluarkan isu tidak benar jika masih sayang dengan pekerjaan dan diri mereka sendiri tentunya.
Jatuhnya hak asuh Erzhan pada Qiara, membuat kedua belah pihak keluarga hanya bisa menyetujui terutama Sandra dan Faraz.
Ibu kandung Erzhan tersebut, hanya menitipkan beberapa pesan singkat pada sahabatnya sebelum pergi ke suatu negara yang sengaja dia pilih untuk menjadi tempat persembunyian yang aman. Jauh dari orang-orang yang hanya tahu memanfaatkannya tanpa mau bertanggung jawab.
Sehari setelah perceraian wanita cantik itu dengan suaminya di putuskan, memang Sandra langsung memilih pergi tanpa berniat menunggu sampai Qiara menggantikan posisinya untuk menjaga dan menyayangi dua pria tampan yang sangat dia sayangi dan cintai tersebut.
Alasannya, tidak ingin melihat penyesalan Qiara yang jelas bukan salah sahabatnya itu. Lebih baik mengorbankan perasaan sendiri, dari pada menyakiti hati Qiara hanya untuk keegoisannya sendiri.
Semua memaklumi keputusan Sandra, mungkin wanita cantik itu butuh waktu yang tidak sedikit untuk menyembuhkan luka dalam hatinya.
.
.
Semenjak kepergian Sandra, tampak hari-hari Erzhan dan Faraz berjalan jauh lebih tenang dan nyaman.
__ADS_1
Memang sangat jauh berbeda sewaktu masih bersama dengan wanita cantik itu, hanya kekosongan yang mereka rasakan.
Hadirnya Qiara bukan sebagai pengganti, melainkan sosok yang mampu mengisi kekosongan di hati pasangan Ayah dan Anak tersebut.
Apa yang tidak mereka dapatkan dari Sandra, bersama dengan Qiara semuanya tampak lengkap dan jauh lebih baik.
Jadwal istirahat dan makan lebih teratur, sekolah dan pekerjaan lebih teratasi semenjak Qiara mulai belajar mengurus calon anak sambung dan calon suaminya tersebut.
Masing-masing di beri perhatian dan kasih sayang yang setara, tanpa harus ada yang protes saking tidak terima jika Qiara sampai pilih kasih.
Seperti pagi ini.
Di ruang makan, semua terlihat sarapan dengan tenang dan aman.
Qiara dengan sabar menyuapi kedua pria tampan Bramantya secara bergantian, tepat di depan semua anggota keluarga Rafindra.
Baik Tuan Rafin maupun Nyonya Asyhila hanya bisa saling pandang menyaksikan si bungsu kesayangan di kelilingi oleh dua pria tampan yang sangat manja.
Adapun si kembar, justru memilih diam fokus sarapan dengan Neta dan Tara ikut melakukan hal yang sama.
"Abang sekolah yang benar, jangan nakal. Ok?" pesan gadis cantik itu pada Erzhan.
"Kamu juga, harus ingat waktu istirahat. Jangan sibuk kerja sampai lupa waktu pulang, paham?"
Kedua pria tampan itu mengangguk pelan tanda mengerti.
Qiara mencium kedua pipi Erzhan sebelum anak itu masuk ke dalam mobil milik Daddy nya.
"Aku ngga di cium?" goda Faraz mengedipkan sebelah matanya.
"Nanti ya kalau udah halal," jawab Qiara yang lain di mulut karena setelah itu dia tetap mencium kedua pipi calon suaminya tersebut.
"Kami berangkat ya, Mommy." Seru Erzhan dan Faraz berbarengan
Qiara tertawa geli, mendapat balasan ciuman di kedua pipinya dari pasangan Ayah dan Anak tersebut.
Mobil Faraz langsung melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman Rafindra.
__ADS_1
.
.
Qiara yang kembali masuk ke dalam rumah, segera di tarik lengannya oleh Neta sampai ke ruang keluarga. Dimana sudah ada anggota keluarga tengah duduk santai sembari mengobrol ringan.
"Tuh lihat Pih, sekarang Mami bukan lagi prioritas Adek." Seru Nyonya Asyhila mengadukan si bungsu pada suaminya
"Jangankan Mami, ini kami ajah yang lebih membutuhkannya justru di abaikan." Sambung Zaidan tidak kalah ikut merasa cemburu
"Benar Kak, gimana dengan aku dan Zhe. Beh, mau minta tolong buatin kue ajah udah ngga berani lagi. Iya kan, Zhe?" timpal Zafir seraya menatap malas si bungsu yang tertawa geli.
"Ho'oh. Semenjak tuh Duda sama anaknya mulai posesif ke Adek, sampai mau makan ajah harus di suapin segala."
"Idih, geli banget aku liatinnya."
Zhe benar-benar paling merasa cemburu dan tidak terima melihat si bungsu kesayangan lebih peduli terhadap calon kakak ipar dan keponakannya di bandingkan ia dan anggota keluarga lainnya.
Bagi mereka, posisi Qiara sangat berarti. Tetapi, semenjak pengadilan mengeluarkan surat perceraian Sandra dan Faraz tiga hari yang lalu.
Keberadaan semua anggota keluarga Rafindra mulai terancam, terutama si cinta pertama gadis cantik itu.
Qiara yang gemas langsung berhambur ke dalam pelukan sang Papi Rafin, tidak ada yang bisa menggantikan posisi pria kesayangannya itu dari hstinya.
"Kalian tuh kenapa lagi sih? Jangan buat Qia berasa kayak tersangka," kekehnya semakin mengeratkan pelukannya pada Tuan besar Rafindra.
"Qia sangat menyayangi kalian semua tanpa pilih kasih ya, jadi berhentilah protes. Ok?"
"Kasihan, calon suami dan anak sambung Qia dari dulu kurang perhatian dan kasih sayang. Posisi Qia harus seimbang dong, biar ngga nyakitin salah satu dari mereka."
"Kalian jelas lebih tahu kan, dengan siapa Qia akan menikah nanti."
"Status Faraz itu sekarang Duda anak satu, yang artinya Qia bukan cuma perhatiin Daddy nya ajah, tapi harus ekstra sabar ngurusin anaknya juga."
"Qia cuma minta dukungan dari kalian semua, biar Qia ngga jadi seorang ibu sekaligus istri yang buruk di mata Abang Erzhan dan Faraz sendiri."
๐๐๐๐๐
__ADS_1