Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 105 ~ Di Bawah Kabur


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tidak ada rencana apapun selama Qiara masih betah di rumah tanpa mau keluar sekedar jalan-jalan bersama anggota keluarga lainnya.


Meski Tuan Rafin dan Nyonya Ayshila sering kali mengajak gadis itu keluar bersama, ada saja alasan yang membuat pasangan suami istri tersebut memilih pergi tanpa bertanya lagi.


Seperti sekarang ini, melihat semua anggota keluarga tampak sudah rapih dan wangi. Tentu Qiara bertanya-tanya kemana mereka akan pergi, sedangkan dirinya belum mandi apalagi bersiap.


"Adek diam di rumah. OK?" pesan Nyonya Ayshila menghampiri putrinya yang kebingungan.


"Kalau ada apa-apa hubungi kami," sambungnya tersenyum hangat.


Qiara masih bingung dengan pandangan yang ada di depan matanya sekarang.


Semua anggota keluarganya memakai pakaian serupa dan sangat serasi, bahkan ada Neta ikut bersama tanpa memberitahunya apapun.


"Aku pergi bareng keluargamu ya," kekeh gadis berparas bule tersebut seraya bergelayut manja di lengan Zaidan.


"Mau ajak mereka ketemu Papa dan Mama, boleh kan?" ijin Neta sudah tertawa melihat raut wajah Qiara yang terkejut.


Gadis cantik itu masih belum sadar dengan apa yang barusan Neta katakan.


"Sepertinya Adek belum tahu, sayang." Ucap Zaidan tertawa geli mendapati raut wajah masam si bungsu kesayangan


"Kakak cuma punya aku," jerit histeris Qiara langsung berhambur ke dalam pelukan Tuan muda pertama Rafindra sangat posesif.


"Ngapain ketemu orang tua Neta?" tanyanya mendadak aura di sekitar berubah dingin.


Beginilah kelakuan putri kesayangan Tuan Rafin bila di kerjai oleh anggota keluarganya sendiri, termasuk Neta yang semula hanya bercanda saja.


Tidak akan habis usaha mereka untuk merayu Qiara agar mau ikut keluar bersama sebelum mendengar jeritan atau tangisan gadis itu menggema memekikkan telinga.


Zaidan mengatakan yang sebenarnya, tetapi masih setia merayu si bungsu mengganti pakaiannya sebelum waktunya habis terbuang percuma.


Malama ini, mereka akan menghandiri sebuah pesta perayaan ulang tahun perusahaan milik salah satu klien yang bekerja sama dengan Rafindra Group.


Kabarnya, bukan hanya dari kalangan atas saja yang mendapatkan undangan meramaikan pesta. Tetapi semua yang pernah bekerja sama dengan si pemilik acara ikut di undang, dalam artian tidak menutup kemungkinan orang-orang yang mengenal keluarga Rafindra pastinya berada di sana.


Qiara turun dari lantai atas dengan mengenakan gaun indah warna biru langit sepanjang mata kaki, bagian bahu dan lengannya pastinya tertutup.

__ADS_1


Hiasan make up natural dan sedikit sentuhan pemerah bibir semakin menambah kecantikannya, semua mata menatap pangling ke arah gadis cantik itu seraya mengucapkan doa.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Tuan Rafin yang langsung di jawab anggukan kepala dari semuanya.


Mereka langsung keluar rumah menuju deretan mobil mewah yang siap mengantar ke tempat tujuan.


.


.


.


#Hotel Arelion's


Para tamu undangan mulai berdatangan, semua tampak antusias memeriahkan acara pesta ulang tahun perusahaan milik seorang pengusaha muda dan tampan yang sangat di kenal hampir seluruh pelosok dalam dan luar negri.


Menduduki posisi kedua sebagai pengusaha ternama jelas hampir setiap hari menjadi sorotan publik dan media hiburan.


Tuan muda Kenzo, selaku pemilik acara terlihat seperti menunggu kedatangan seseorang di depan pintu masuk Aula.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya rombongan mobil keluarga Rafindra tiba di lobi parkiran hotel.


Mereka langsung di sambut oleh Maneger Hotel serta beberapa pelayan sewaktu memasuki bangunan mewah tersebut.


Sampai di depan pintu Aula hotel, teriakan Qiara menggema tidak terelakkan seraya berlari ke arah pria tampan yang sudah membuka kedua tangannya lebar siap menyambut kedatangan gadis itu.


Rasa bahagia dan tidak percaya akan kembali di pertemukan justru membuat anggota keluarga Rafindra sempat keheranan, menyaksikan betapa akrabnya Qiara dengan Tuan muda Kenzo selaku pemilik acara pesta.


"I miss you so much, Uncle." Seru Qiara memeluk penuh kerinduan pria tampan yang nyatanya masih ada seorang wanita cantik tengah berdiri bak patung tidak jauh dari posisi mereka berada


Tidak ada malunya gadis cantik itu justru mencium kedua pipi Tuan muda Kenzo yang tertawa geli mendapatkan serangan tiba-tiba.


"Hey, kondisikan dirimu. Baby," tegurnya sembari menghentikan aksi nekat Qiara agar tidak melebar kemana-mana.


"Uncle tidak merindukan ku?" sahut Qiara menatap kecewa dengan mata sudah berkaca-kaca.


Ingin rasanya Kenzo lari dan bersembunyi di tempat aman, kedatangan Tuan putri Rafindra jelas di luar ekspetasinya.


Reaksi Qiara membuat semua orang termasuk anggota keluarga Rafindra serta wanita cantik di dekat Kenzo tercengang dengan kedua mata melotot sempurna.

__ADS_1


"Perkenalkan sayang, ini Queen. Apa kamu masih ingat?" ucap Kenzo mengenalkan Qiara pada kekasih hatinya bernama Adinda Maira.


Si ibu hamil yang sebentar lagi akan menjadi istri dari pengusaha muda tersebut hanya mengulurkan tangannya sebentar ke arah Qiara, lalu beralih menarik lumayan kuat salah satu lengan Kenzo yang nganggur karena satunya lagi masih di peluk Qiara tanpa berniat melepaskan.


"Aunty Maira, kan?" tanya gadis itu tersenyum sangat manis.


"Hmm, bisa kamu lepaskan dulu lengan calon suamiku?" jawab Maira ketus.


Qiara tentu menolak, dia baru di pertemukan kembali dengan sang paman kesayangan. Mana mungkin langsung melepas begitu saja pelukannya di lengan pria tampan itu.


"Uncle punya Qia, minggir!" kesalnya berusaha melepaskan belitan tangan Maira dari lengan kiri Kenzo.


"Hey, kamu jangan kurangajar ya." Pekik Maira tidak terima


Aksi saling memperebutkan Kenzo pun terjadi, membuat seluruh tamu undangan tertawa lucu menyaksikan betapa tersiksanya pria tampan itu berada di antara sang kekasih dan keponakannya sendiri.


Tuan dan Nyonya besar Rafindra bahkan hanya mampu menggelengkan kepala tidak habis pikir, adapun ketiga kakak kembar Qiara tidak kalah ikut di buat pusing mendapati si bungsu kembali berulah.


"Apa kita telah melakukan kesalahan besar dengan membawanya ikut bersama kita?" gumam Neta pelan masih bisa di dengar Zaidan.


"Sepertinya begitu, sayang." Kekeh pria itu langsung mencium sayang pucuk kepala sang kekasih


Jangan tanya kapan mereka jadian, seban ceritanya tidak akan masuk di akal sehat apalagi pikiran yang masih polos.


Ada kejadian menyebalkan yang terjadi sampai keduanya berakhir menjadi pasangan kekasih menuju halal.


.


.


.


"Uncle Kenzo ..." teriak Qiara kesal membuat pria tampan itu refleks menarik lengannya pergi meninggalkan Aula tanpa sang kekasih.


"Sayang, tunggu aku di dalam. OK?" ucap Kenzo sebelum menghilang entah kemana perginya bersama Tuan putri Rafindra tukang usil dan sangat posesif.


Maira yang merenggut kesal langsung di tenangkan Nyonya Ayshila, kebetulan mereka sudah saling kenal waktu di negara asal wanita cantik kesayangan Tuan besar Rafindra tersebut.


"Calon suamiku di bawah kabur, Bibi Shila." Adunya hampir saja menangis saking kesalnya di buat Qiara

__ADS_1


"Sabar ya, Bibi mana tahu kalau ada kejadian seperti ini." Ucap Nyonya Ayshila merasa bersalah


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2