Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 184


__ADS_3

Drama rajukan sang Nyonya muda Bramantya siapa sangka akan berlanjut hingga makan malam tiba.


Semua cara sudah Erzhan coba dengan harapan besar sang Mommy kesayangannya itu mau berbicara dengannya, tetapi apa daya kalau sudah merajuk jangan harap mudah untuk di rayu.


Sekalipun ada Faraz ikut membantu, tetap saja wanita cantik yang saat ini tengah asyik dengan dunianya sendiri itu tampak acuh meski berulang kali suaminya terus merayu dengan iming-iming akan di belikan semua yang dia mau.


Qiara menatap malas ke arah suami dan putranya, akhir-akhir ini moodnya suka berubah ubah. Kadang rasanya dia ingin menjauh dari semua orang, tapi balik lagi semua itu hanya karena bawaan dari kehamilannya.


Entah kenapa mendengar nama ibu kandung dari Erzhan di sebut, membuat hati wanita itu seolah di remas tanpa ampun.


Bohong jika dia tidak merasa iri dan cemburu, mengetahui putra sambungnya tersebut menjalin komunikasi dengan Ibu kandungnya tanpa Qiara tahu. Justru dia mengetahuinya setelah apa yang membuatnya sempat merasa khawatir bisa saja ada orang berniat jahat mengikuti mereka sampai ke pulau, nyatanya bukan melainkan orang itu merupakan saudara tiri atau lebih tepatnya adik laki-laki dari sahabatnya sendiri.


Apa aku setakut itu menilai Sandra bisa saja memiliki niat buruk.


Qiara tidak ingin berprasangka buruk, namun hatinya belum siap untuk menatap kedua mata indah milik Erzhan yang sedari tadi berada tidak jauh dari posisinya duduk.


Rasa sayangnya pada anak tampan itu sangat besar, melebihi dari apa yang orang pikirkan.


"Maafin Mommy ya, sayang. Bukan maksud Mommy diemin Abang kayak gini, habisnya Abang ngga kasih tahu Mommy dulu sih." Gumamnya pelan seraya menatap sendu ke arah dua pria tampan kesayangannya itu


"Kan, Mommy cemburu."

__ADS_1


Qiara bukannya ingin menjadi Ibu sambung yang egois, hanya saja dia masih belum sepenuhnya melupakan rasa sakit yang dulu pernah Sandra lakukan terhadap suami dan putranya tersebut.


"Kisah kami memang jauh dari kata sempurna, bahkan aku pun dari awal cerita kita berlangsung tidak ada manis-manisnya."


Seketika tawanya pecah mana kala kembali memutar perjalanan cintanya yang terbilang penuh drama.


"Kok aku jadi malu sendiri ya tiap kali ingat kejadian dulu," Qiara sadar garis takdirnya memang banyak kejadian konyol yang menghiasinya.


Salah satunya dimana dengan bodohnya dia mau sewaktu Erzhan memanggilnya dengan sebutan Mommy saat itu, bodohnya lagi Sandra menyetujui putranya sendiri memanggil wanita lain seperti itu.


"Kamu memang sahabat ku, Sandra. Tapi untuk saat ini biarkan aku berdamai dulu dengan perasaan ku sendiri."


"Semoga kelak pertemuan kita bukan lagi soal bagaimana aku dan kamu masih terjebak dengan masa lalu, sebaliknya justru aku berharap kamu pulang membawa kebahagiaan yang sesungguhnya kamu inginkan selama ini."


Qiara mengusap layar ponselnya dimana ada sebuah foto Sandra masih tersimpan rapih di galeri miliknya.


Rasa cemburunya hilang entah kemana setelah mengingat kembali bagaimana dulu persahabatannya dengan Sandra terjalin.


"Maafkan aku jika masih bersikap egois, Raa." Ucapnya lirih tanpa sadar cairan bening jatuh membasahi pipinya


"Kasih aku waktu sedikit lagi, setelah itu kamu boleh datang menemuiku tanpa harus merasa aku masih marah padamu."

__ADS_1


Tidak baik sebenarnya bila memutus tali silahturahmi dengan seseorang, tapi bagi Qiara tentu perlu waktu untuk memahami semuanya.


Melihat Faraz dan Erzhan masih setia duduk manis di ayunan sembari menatap ke arahnya, sontak Qiara meminta kedua pria tampan kesayangannya itu agar mendekat.


"Mommy panggil tuh," ledek sang Daddy sewaktu Erzhan masih diam tidak bergerak.


"Daddy yakin? Kalau Mommy ngambek lagi gimana?" sahut anak tampan itu bertanya.


"Ngga akan, Mommy kalau udah manggil kita tandanya udah ngga ngambek lagi." Jawab Faraz meyakinkan


Terlihat Qiara kembali mengarahkan tangannya pada mereka sebagai tanda agar cepat mendekat jika tidak mau wanita itu kesal.


Secepat kilat Erzhan bangkit dari ayunan kemudian berlari pelan ke arah sang Mommy dengan tersenyum begitu manis.


"Abang hati-hati nanti jatuh," tegur Faraz menatap khawatir sang putra yang kini sudah berada dalam pelukan Qiara.


"Ikut siapa sih kelakuannya?"


Qiara yang mendengar ucapan terakhir suaminya itu lanngsung buka suara.


"Daddy lah, memangnya siapa lagi?" cebiknya dengan tatapan meledek ke arah Faraz.

__ADS_1


Pria itu langsung memeluknya dengan erat sembari melayangkan ciuman bertubi tubi tanpa ampun.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2