Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 113 ~ Berawal Dari


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sebulan lagi ulang tahun Qiara akan di adakan, rencana keluar negri bersama Neta pun sampai di tunda dua bulan mendatang sesuai permintaan dari Tuan dan Nyonya besar Rafindra beberapa hari yang lalu.


Hubungan persahabatan dengan keluarga Bramantya semakin erat dan membaik dari hari ke hari tanpa adanya masalah yang timbul.


Semua terkendali dengan aman, tetapi ada satu orang yang sampai detik ini menolak keras setiap adanya pertemuan demi pertemuan yang kerap kali di adakan keluarga Rafindra maupun Bramantya akhir-akhir ini.


Siapa lagi kalau bukan Tuan putri Rafindra dengan segala alasan dan penolakan tegas hanya karena ingin menjaga perasaan sahabatnya dan menjauhi pandangan buruk dari orang-orang jika mengetahui ada hubungan apa di antara dirinya bersama Tuan muda Bramantya.


Proses perceraian Sandra dan Faraz masih dalam tahap penyelidikan, karena timbul masalah baru akibat keegoisan dan keserakahan pihak tidak bertanggung jawab di bawah perintah Ayah kandung dari menantu Bramantya tersebut.


Betapa murkanya Nyonya Kamila setelah mengetahui orang yang membantu kedua orang tua Sandra terhindar dari pengawasan pihak berwajib ternyata salah satu kerabatnya sendiri yang berada di kota B.


Orang itu juga menjadi dalang kecelakaan yang menimpa wanita cantik bernama Ranila Erlin Bramantya dua tahun yang lalu.


Sebuah insiden yang merenggut nyawa satu-satunya kesayangan keluarga Bramanrya terutama si kecil Erzhan dan Faraz nyatanya meninggalkan luka mendalam bagi keduanya kala itu.


Faraz sangat menyayangi Ranila, itu sebabnya mengetahui kabar kematian wanita cantik itu bagai duri yang menusuk jantungnya berulang kali.


Perhatian dan kasih sayangnya teramat besar pada Ranila, bahkan pria itu pernah mengeluarkan uang dengan jumlah tidak sedikit hanya untuk membujuk Bibi kesayangannya tersebut ketika sedang merajuk.


Akan tetapi, semua tinggal kenangan yang tidak akan pernah bisa terulang lagi. Sebab sosok wanita cantik itu berada jauh dari anggota keluarganya dan hanya kematian lah yang kelak dapat mempertemukan mereka kembali.


๐ŸŒน


#Mansion Rafindra


.


.


.


Semua anggota keluarga di buat pusing oleh Qiara, hanya karena menolak keras permintaan Faraz untuk menemui Sandra.


Tuan Rafin, Nyonya Ayshila, Tuan Rasya dan Nyonya Kamila sampai membuang nafas kasar menyaksikan Qiara tengah merajuk seperti anak kecil dalam pelukan Tuan muda ketiga Rafindra.


"Udah janji loh, Queen." Rayu Zhe tidak tahu sudah keberapa kalinya


Tetapi, adik bungsunya itu terus menggelengkan kepalanya tanda sebuah penolakan.


"Bertemu ajah dulu, OK?"


"Males ih, Zizi ajah sana yang pergi." Tolak Qiara semakin mengeratkan pelukannya saking merasa nyaman dan tenang


Tuan muda Zhe memang paling dekat dan menjadi tempat curhat si bungsu, jadi tidak heran melihat keduanya begitu lengket bagaikan perangko sulit di pisahkan.


Beruntungnya si anak tampan bernama Erzhan tidak berada di sana, bisa hancur seisi ruang tengah karena ulahnya yang sangat posesif terhadap sang Mommy Qiara.


๐ŸŒน


Hampir satu jam lamanya segala cara telah mereka coba, berharap ada salah satu dari mereka berhasil membujuk Qiara.


Namun, sayang seribu sayang tidak ada seorang pun yang berhasil melakukannya.

__ADS_1


"Telfon Abang ajah, Kak!" bisik pelan Neta di telinga Zaidan yang mengacak rambutnya frustasi.


"Kalau gagal juga gimana?" sahut pria itu ragu.


"Ish, belum di coba kan?"


"Iya deh iya, Kakak telfon anaknya dulu."


Zaidan meminta izin keluar rumah bersama gadis kesayangannya itu.


Tidak ada yang menaruh curiga, terutama si cantik Qiara. Memudahkan pasangan kekasih menuju halal tersebut berhasil menghindar dari ruang tengah yang berubah mencekam.


Zaidan tampak serius berusaha menghubungi Erzhan lewat sambungan telefon, berharap ada jawaban.


[Hallo, Paman]


Bagai angin segar menerpa wajah Zaidan ketika mendengar suara lembut Erzhan di seberang telefon.


"Hallo, Abang lagi ngapain?" tanya pria itu basa basi.


[Baru pulang sekolah, kenapa Paman?]


"Anu--, itu Bang ..." mendadak Zaidan lupa ingin berbicara apa.


Neta sampai gemas rasanya ingin menggigit lengan kekasihnya tersebut.


[Itu apa? Paman kalau bicara jangan setengah-setengah boleh?]


"Aa, maaf Abang. Duh, kenapa jadi lupa segalanya sih." Umpat Zaidan seraya menjauhkan ponsel miliknya agar tidak di dengar anak itu


[Hallo, Paman kenapa lagi sih?]


"Haha, maaf sayang. Ini Aunty Tata, barusan Paman Zai lagi kebelet buar air kecil." Sahut Neta tertawa geli mendapati raut wajah masam kekasihnya tersebut


[Tadi Paman mau bicara apa? Kok malah Aunty yang gantiin?]


Tampak Neta diam sejenak, mencari kalimat yang pas untuk menjelaskan situasi di kediaman Rafindra.


"Gini Bang, sebenarnya Aunty mau minta tolong. Boleh?"


[Minta tolong apa, Aunty?]


"Hubungi Daddy mu lalu katakan padanya--, ..."


Neta dengan sabar menjelaskan kejadiannya pada Erzhan tanpa ada yang sengaja dia tutupi.


Beruntung anak tampan itu cepat mengerti dan mengatakan segera menghubungi sang Daddy usai berbicara dengan gadis bermata biru air tersebut.


.


.


.


Faraz yang mendapat telefon dari putra kesayangannya tersenyum penuh arti seraya menatap ke arah Qiara.

__ADS_1


[Daddy, bilang sama Mommy ada pesan dari Mama Sandra. Di minta ke Apartement sekarang juga sebelum kesabaran Mama Sandra habis di telan rasa bosan nungguin Mommy kelamaan]


[Satu lagi, perginya harus bareng Daddy juga. Ini Abang tidak menerima penolakan apalagi protes dari Mommy, OK?]


[Awas ya kalau ngga pergi, jangan harap Abang mau ketemu Mommy lagi. Huuh]


Tutt


Belum sempat Qiara merampas ponsel Faraz, nyatanya Erzhan sudah lebih dulu mematikan sambungan telefonnya sepihak.


Kedua bola matanya membulat sempurna ingin marah tapi ancaman Erzhan jelas membekas di ingatannya.


"Ya udah aku pergi, kalian puas?" Ucapnya kesal dengan langkah kaki cepat menuju pintu masuk utama kediaman Rafindra hendak menyusul Neta dan sang kakak Zaidan yang keluar entah kemana perginya


Faraz ikut keluar dengan senyum penuh kemenangan, sekarang ia tahu kelemahan gadis cantik itu adalah putranya sendiri.


"Bawa mobil nya hati-hati ya," pesan Nyonya Ayshila sebelum pria tampan itu menghilang dari pandangan.


๐ŸŒน


Sepanjang jalan menuju Apartement Sandra, baik Faraz maupun Qiara tidak satu pun dari mereka mau buka suara.


Alhasil hanya keheningan tanpa adanya obrolan sampai mereka tiba di tempat tujuan.


Di luar perkiraan, ternyata Sandra beserta seorang pria tampan sudah menunggu kedatangan mereka di lobi parkiran.


Brak


Qiara menutup keras pintu mobil dengan sengaja, membuat Faraz yang masih duduk di balik kemudi tersentak kaget.


"Wah, ngga ada sopan-sopannya ama yang lebih tua." Gerutunya ikut turun dari mobil


"Sabar," kekeh Sandra merasa lucu akan tingkah usil sahabat cantiknya tersebut.


Ada perasaan sulit di jelaskan menyelimuti hatinya tidak sengaja melihat sikap lembut Faraz terhadap wanita lain selain dirinya.


Kuatkan hatiku, Tuhan. Lirihnya berbicara dalam hati


Jika boleh meminta, Sandra hanya ingin pernikahannya tetap bertahan sampai maut yang memisahkannya dengan Faraz.


"Nyatanya penantian ku tidak sebanding dengan kehadiran sahabat ku sendiri," gumamnya pelan seraya memperhatikan Qiara.


Adrian yang menyadari perubahan raut wajah sang kakak hanya bisa membuang nafas kasar.


"Gini nih, kalau nikah berawal dari niat buruk. Ngga akan berkah dunia akhirat," bisiknya langsung di hadiahi pukulan lumayan kuat oleh Sandra.


Plak


"Woy, sakit tahu."


"Ngomong lagi habis lo di tangan gue," kesal wanita cantik itu memilih pergi meninggalkan Adrian yang menatapnya tercengang.


Tidak akan pernah habis rasa penyesalan Sandra bila kembali mengingat perbuatan buruknya di masa lalu.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


__ADS_2