
Kini Oma dan Opa sudah berada dalam mobil yang Zaidan kendarai bersama Neta yang ikut menjemput pasangan baya tersebut.
Jangan tanyakan bagaimana reaksi Tuan muda pertama Rafindra serta calon istrinya itu kala mengetahui Oma dan Opa datang berkunjung.
Jelas mereka sangat terkejut bercampur bahagia akhirnya bisa kembali bertemu, meski rasanya masih belum percaya.
Si bungsu kesayangan Qiara meminta pria tampan itu agar tutup mulut serta berjanji tidak akan memberitahu kepulangan mereka pada siapa pun, terutama si kecil tampan Erzhan.
Beruntung Zaidan bisa di ajak kerja sama, meski harus di ancam terlebih dahulu oleh calon istrinya yang tampak sangat bahagia akhirnya bisa kembali melihat Qiara. Setelah kurang lebih satu bulan lamanya gadis bermata biru air tersebut menahan kerinduan terhadap calon adik iparnya tersebut.
Adapun di mobil lain, terdapat pasangan suami istri yang tampak asyik bercanda di kursi bagian belakang penumpang. Seolah tidak peduli sudah berapa kali terdengar dering ponsel yang berulang antara nada panggilan atau pesan masuk entah dari siapa.
Keduanya hanya sibuk bercanda sampai akhirnya mobil yang membawa mereka sudah tiba di kediaman utama Rafindra.
Mobil yang Zaidan kendarai sudah tiba lebih dulu sekitar lima menit yang lalu, bahkan Oma dan Opa langsung di bawa masuk ke dalam rumah oleh Neta.
Bangunan mewah yang turun menurun tersebut menjadi tempat semua anggota keluarga berkumpul, sampai Tuan dan Nyonya besar Bramantya ikut menyambut kedatangan Oma dan Opa, tanpa mereka duga apalagi di rencanakan bisa bertemu dengan pasangan baya itu.
Tuan Rasya dan Nyonya Kamila awalnya hanya datang sekedar melihat keadan Erzhan, namun siapa sangka juatru mendapat kejutan yang luar biasa sangat membahagiakan.
.
.
Kembali lagi ke pasangan suami istri yang belum juga turun dari mobil, padahal jelas keduanya sudah di tunggu oleh Tuan Rafin dan Nyonya Ayshila.
Qiara merenggut kesal dengan wajah masam tidak suka mengetahui sahabatnya ternyata belum juga pergi dari rumah milik kedua orang tuanya.
Susah paya gadis itu sengaja menjauh agar tidak bertemu apalagi sampai bertatap muka secara langsung, tetapi sepertinya hanya sia-sia.
Sungguh kali ini takdir sengaja mempermainkannya, belum hilang kekesalannya pada wanita cantik bernama Sandra tersebut. Namun, sekarang harus ikhlas menerima kenyataan dimana mereka tetap akan bertemu juga.
Faraz sendiri hanya bisa menenangkan istri cantiknya itu, tanpa berani mengatakan sesuatu yang bisa saja mengundang pertengkaran di antara mereka.
"Mau masuk atau kita langsung pulang ke rumah ajah, hmm?" tanyanya dengan lembut penuh perasaan.
__ADS_1
"Aku ngga mau lihat kamu marah atau apapun itu saat melihatnya, jadi lebih baik kita ngga usah masuk ke dalam."
Qiara menggeleng pelan seraya mengeratkan pelukannya mencari rasa aman dan nyaman.
"Lima menit, aku butuh tenaga sebelum melihatnya."
"Mau peluk sampai puas pun aku ikhlas, Mom." Kekeh Faraz lalu mencium gemas kedua pipi istrinya tanpa ampun
"Kok aku jadi kesal ya, Dad?" rengek Qiara dengan wajah imut sontak mengundang gelak tawa suaminya.
Faraz tidak bisa jika membiarkan Mommy kesayangan Erzhan itu memperlihatkan wajah imut nan menggemaskan. Ia langsung menggigit pelan kedua pipi Qiara sampai terdengar jeritan lumayan kuat seraya meminta ampun keluar dari mulut istrinya tersebut.
"Jangan menggoda ku, Mom!" peringatnya setelah melepaskan kedua pipi sang istri tanpa rasa bersalah.
"Sakit Daddy," kesal Nyonya muda Bramantya sembari menatap tajam kearah suaminya.
"Mau lagi?" ancam Faraz tidak main-main berhasil membuat Qiara langsung diam.
Akhirnya mereka turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah saling bergandengan tangan.
Tiba di ruang keluarga, sikap Qiara mulai biasa saja. Seolah tidak ada yang terjadi, padahal sewaktu di dalam mobil rasa kesalnya masih harus di lampiaskan pada Faraz yang pasrah lengannya menjadi sasaran empuk gigitan serta cubitan istrinya.
Seolah paham, Sandra memilih kembali duduk tanpa berani membuka suaranya demi menyapa gadis cantik yang tangan kanannya masih di genggam Faraz lumayan erat.
Tatapan matanya langsung tertuju pada jari manis pasangan suami istri tersebut, rupanya dia masih belum sepenuhnya ikhlas. Buktinya, sekarang hatinya merasa sedikit sakit dan timbul rasa iri juga cemburu menyaksikan bagaimana mantan suaminya itu memperlakukan Qiara begitu mesra.
Harusnya aku tidak nekat menunggu kepulangan kalian bukan?
Sandra berbicara dalam hati, berusaha mengalihkan perasaannya yang jelas belum sepenuhnya sembuh.
Menyadari ada yang lain dari gelagat sang sahabat, tentu Qiara paham. Tetapi dia berusaha tidak peduli apalagi sampai memberi kesempatan wanita itu menatap Faraz walau sedetik saja.
"Aku dan suamiku mau ke kamar dulu, nanti kita turun lagi." Pamitnya seraya menarik pelan lengan suaminya menjauhi ruang keluarga namun langkah kakinya berhenti tepat di depan Erzhan
"Tatapan macam apa itu, Bang?"
__ADS_1
Qiara tertawa mendapati si kecil tampan kesayangannya tengah menatap ke arahnya dan Faraz tanpa berkedip.
"Abang ngga di ajak?" tanya Erzhan merenggut kesal.
"Pulang ke rumah, bukannya peluk Abang malah pamit mau ke kamar." Cebiknya tidak suka membuat Momny serta Daddynya tidak tahan menahan diri mereka agar tidak mencium seluruh bagian wajahnya tanpa ampun
Mau tidak mau, pasangan suami istri tersebut membawa Erzhan bersama ke lantai atas. Meninggalkan semua anggota keluarga yang menatap ketiganya dengan pikiran berbeda-beda.
Kini, semuanya menatap kearah Sandra yang menunduk sembari menahan sesak di dalam dadanya karena perasaan yang masih belum sepenuhnya hilang.
"Aku tidak apa-apa," ucapnya pelan seolah paham dengan tatapan semua anggota keluarga sahabatnya termasuk orang tua dari mantan suaminya.
"Maaf karena aku keras kepala tidak mau mendengarkan saran kalian semua."
Sandra jelas menyiksa dirinya sendiri dengan mengharapkan ada sapaan dari Qiara maupun Faraz.
Masalah di antara mereka memang sudah tidak ada lagi, tetapi bukan berarti apa yang pernah wanita itu lakukan di masa lalu akan dengan mudah mendapatkan kata maaf dari pasangan suami istri tersebut.
Terlalu banyak kesalahan juga kebohongan yang Sandra sembunyikan dari Qiara, wajar saja jika kehadirannya masih belum di anggap ada.
Nyonya Kamila selaku ibu kandung Faraz, merasa kasihan pada mantan istri dari putranya itu. Dia langsung mendekati Sandra dengan perasaan campur aduk.
"Mama sudah memaafkan semua kesalahan mu, jauh sebelum kamu pergi keluar negri. Anggap saja kepulangan mu kali ini untuk liburan bersama kami, hmm?"
"Mama juga minta maaf karena dulu sudah kasar dan berlaku tidak baik padamu, semua karena Mama kecewa dengan cara kamu menjebak putra kesayangan Mama."
"Meski kenyataannya dulu Mama ingin membuat Faraz bersatu dengan Qiara melalui cara yang salah, bukan berarti Mama harus membenci apalagi dendam karena kamu lah wanita yang sengaja menjebak Faraz sampai menikah."
"Cara Mama mungkin salah, tapi apa yang kamu lakukan jelas membuat Mama kecewa. Tapi sudahlah, mau menyesal pun sudah terjadi."
Nyonya Kamila memeluk Sandra dengan perasaan bersalah juga kasihan.
"Aku hanya rindu mendengar suaranya, Mah." Lirih wanita cantik itu masih dalam pelukan Nonya Kamila
"Sekali saja aku ingin melihatnya tersenyum padaku, walau terpaksa."
__ADS_1
"Kamu akan baik-baik saja, yakinlah Qiara pasti bisa memahami posisi mu sekarang. Hanya saja, dia tidak akan membiarkan suaminya di lihat wanita lain. Meski kenyataannya dulu kamu dan Faraz pernah jadi pasangan suami istri ya SAH."
๐๐๐๐๐