
Semua kaum wanita pasti sangat mendambakan seperti apa rasanya menjadi seorang Ratu sehari semalam dengan gaun pengantin yang sangat indah dan tentunya mewah.
Duduk bersanding dengan sosok pria idaman yang berhasil membuat kita jatuh cinta walau tidak pernah terucap keluar selain cukup dengan mengekspresikan diri kita betapa sangat mendambakannya, tanpa di ucapkan pun semua bisa dirasakan oleh hati.
Sama seperti yang Qiara lakukan selama kurang lebih satu bulan terakhir, bukan dengan kata cinta atau ungkapan rasa sayang yang dia perlihatkan terhadap calon suaminya. Melainkan, lewat tindakan dengan memberikan perhatian serta kasih sayang yang hampir tidak pernah pria itu rasakan selama menjadi suami dari sahabatnya dulu.
Sebab. Mustahil jika Sandra tidak pernah memperhatikan mantan suaminya tersebut, apalagi di antara mereka sudah ada Erzhan yang menjadi pelengkap walau kenyataannya pernikahan mereka berlangsung tidak lama.
Sekarang, ada Qiara yang menjadi pelengkap dan pengisi kekosongan calon suami dan calon anak sambungnya yang beberapa hari lalu menginjak usia enam tahun.
Betapa beruntungnya anak tampan itu, memiliki sosok Qiara di dekatnya. Bahkan ia tidak sabar ingin cepat-cepat menyaksikan pesta pernikahan antara sang Daddy dengan calon Mommy kesayangannya tersebut.
Kediaman Rafindra penuh dengan tamu undangan yang tidak sabar ingin menyaksikan saat janji suci pernikahan di ikrarkan oleh Tuan muda Bramantya.
Semua tampak bahagia dan terharu, pada akhirnya kedua keluarga besar Rafindra dan Bramantya yang sedari dulu sudah menjalin hubungan persahabatan. Kini bisa bernafas dengan lega melihat putra dan putri kesayangan mereka bersanding di pelaminan.
Tuan Rafin, Nyonya Ayshila, Tuan Rasya dan Nyonya Kamila begitu tidak sabaran ingin segera menyaksikan Faraz mengucapkan janji suci di depan Pak Penghulu.
Mereka jauh lebih heboh semenjak kemarin, tetapi hari ini semakin menjadi hanya karena merasa jarum jam seolah lambat berputar menuju angka 10.
Tidak jauh berbeda dengan si cantik yang satu jam lalu sudah siap dengan kebaya putih yang sangat indah dan riasan natural tidak terlalu mencolok, semakin menambah kecantikannya. Nyatanya lebih gugup dengan jantung berdebar hebat.
Qiara tampak jauh berbeda setelah di sulap menjadi lebih cantik dan terlihat sangat anggun, tidak seperti biasanya yang kadang bar-bar dan pecicilan tanpa memikirkan bagaimana kondisi jantung semua orang.
Neta yang sejengkal pun tidak berpindah tempat selalu berada di samping gadis cantik itu, merasa bahagia dan terharu akhirnya bisa melihat pasangan calon pengantin yang pernah terpisah dulu, kembali di persatukan dalam ikatan yang sakral dengan harapan semoga kelak pernikahan mereka selalu diberkahi dan jauh dari masalah.
"Mulai sekarang, ngga ada lagi drama tangisan yang buat telinga aku ngilu hampir tiap malam." Godanya sengaja mengingatkan kejadian sewaktu Qiara masih berada di negara asing
"Kamu yang tertutup memilih semuanya di pendam sendiri, hanya karena tidak ingin menyakiti perasaan wanita itu. Sekarang terbayar sudah, buah dari rasa sabarmu selama ini."
Qiara hanya tersenyum menanggapi perkataan calon kakak iparnya tersebut.
.
.
__ADS_1
.
.
.
"Saya terima Nikah dan Kawinnya, Qiara Rafindra binti Rafindra dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI."
Hanya dalam satu tarikan nafas, akhirnya Faraz bisa mengucapkan janji suci yang membuatnya sampai menitikkan air mata haru campur bahagia.
"Bagaimana para saksi, SAH?" Tanya Pak penghulu yang langsung mendapat sorakan dari semua tamu undangan.
"Alhamdulilahi Rabbil Alamiin."
Lantunan doa mulai di panjatkan dengan harapan semoga pasangan suami istri tersebut di limpahi keberkahan hidup dan bahagia dunia akhirat.
Tidak ada yang jauh lebih membahagiakan ketika menyaksikan mempelai pria berhasil mengucapkan janji suci yang bukan pertama kali terjadi, namun bagi semua anggota keluarga Rafindra maupun Bramantya tidak mempermasalahkan status Faraz sebelumnya yaitu mantan Duda anak satu.
Tepat setelah do'a selesai di panjatkan, baru lah mempelai wanita di persilahkan keluar dari dalam kamar guna menyelesaikan ritual selanjutnya.
Namun, yang membuat gadis cantik itu semakin berdebar saat tatapannya bertemu pandang dengan kedua mata teduh milik pria tampan yang sudah resmi menjadi suaminya tersebut.
DEG
Seperti ada ribuan kupu-kupu tengah berputar di dalam perutnya kala senyum hangat Faraz menyambut kedatangannya dengan tangan kanan terulur meraih tangannya untuk di persilahkan duduk berdampingan.
Sorakan dari anggota keluarga inti semakin membuat rona merah di kedua pipi Qiara terlihat jelas betapa dia sangat malu dan salah tingkah.
Pak penghulu sampai tertawa geli menyaksikan tingkah malu-malu kucing dari kedua anak manusia yang beberapa menit yang lalu sudah SAH menjadi pasangan suami istri tersebut.
"Sudah, jangan di goda lagi. Kasihan nanti mereka tidak sempat memasangkan cincin di jari manis masing-masing." Tegur Neta yang semula menjadi penyebab semua yang berada disana menggoda Qiara dan Faraz
Tidak mau membuang waktu, pemasangan cincin akhirnya berlangsung dengan lancar. Meski ada sedikit drama ketika Faraz justru memaksa Qiara agar mencium kedua pipinya tepat di hadapan semua orang.
Gadis cantik itu jelas tidak menuruti permintaan suaminya yang berakhir merajuk tidak mau bicara padanya.
__ADS_1
.
.
"Selamat ya sayang," ucap Nyonya Kamila begitu bahagia akhirnya memiliki menantu yang sedari dulu dia dambakan
"Semoga rumah tangga kalian selalu di limpahkan keberkahan," sambung Tuan Rasya dengan senyum lebar.
Apa yang mereka lakukan, tidak jauh berbeda dengan apa yang Tuan Rafin dan Nyonya Kamila sampaikan pada putri kesayangan mereka juga sang menantu.
Semua tamu undangan mulai memberi ucapan selamat juga hadiah yang jumlahnya tidak sedikit.
Mereka terlalu bahagia sampai melupakan si kembar Rafindra, Tuan muda kecil Bramantya dan Tara yang sedari awal hanya duduk diam di pojokan.
"Wah, parah nih. Masa kita di abaikan," protes Tara merasa tidak terima di acuhkan.
Hal itu. Tidak jauh berbeda dengan Zaidan, Zafir dan Zhe yang ikut merasakan perkara serupa.
"Kalau cuma kita para orang dewasa sih, ngga apa-apa di lupakan." Timpal Zizi dengan ekor matanya sesekali melirik kearah si kecil Erzhan
"Tapi, si Abang ..."
Seru ke empat pria tampan itu yang sedetik kemudian tertawa lepas, mendapati raut masam Erzhan di ikuti teriakan nyaringnya sembari memanggil Daddy dan Mommy secara bergantian.
"Daddy--, Mommy ..." Teriaknya menggema
Semua yang berada di sana terkejut dengan raut wajah berbeda-beda.
Terutama Qiara dan Faraz tidak bisa menyembunyikan raut wajah panik sewaktu anak tampan itu sudah berdiri tepat di hadapan mereka dengan kedua mata menatap tajam.
"Wah, giliran udah SAH. Malah cuekin Abang ya," sindir Erzhan dengan tatapan julidnya kearah pasangan suami istri tersebut.
"Daddy jangan cium Mommy terus kenapa sih."
๐๐๐๐๐
__ADS_1