Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 143


__ADS_3

Kata orang, semua akan membaik seiring waktu berjalan. Tidak akan mungkin di persatukan dalam ikatan pernikahan jika bukan takdir yang membuat dua orang asing saling bertemu dan berjodoh.


Ada yang menemukan pasangan hidupnya tanpa masa lalu yang suram, baik dari pihak si wanita maupun pria itu sendiri.


Adapun takdir sengaja menguji mereka lewat cobaan yang nantinya ketika sudah bertemu, akan bisa saling melengkapi dan memahami perasaan satu sama lain tanpa harus berperang dengan keadaan yang mungkin tidak sesuai harapan.


Semua tetap pada porsinya masing-masing. Entah itu datangnya Rezeki atau Jodoh, tidak akan pernah bisa tertukar.


Sang Pencipta adalah sebaik-baik pembuat rencana.


Dan rencana-NYA yang mempertemukan Qiara dengan Faraz bukan semata-mata kebetulan saja, melainkan sebuah takdir yang sempat tertunda.


Kedua anak manusia yang resmi menjadi pasangan pengantin baru yang belum ada tiga hari tersebut, semakin terlihat bagaimana mereka justru saling membutuhkan satu sama lain.


Tidak akan pernah bosan setiap harinya memiliki cerita baru dan tentunya sifat masing-masing sudah di ketahui secara bertahap, mulai dari yang terburuk sampai ke hal-hal bersifat privasi.


Ada begitu banyak pengalaman yang putri kesayangan Tuan besar Rafindra rasakan, semenjak resmi meyandang status Nyonya muda Bramantya.


Gadis berparas cantik itu semakin di uji kesabarannya setelah pindah ke kediaman milik suaminya yang baru.


Untuk rumah yang lama sengaja tidak di tempati, sebab pria tampan yang bernama lengkap Sarfaraz Rasya Bramantya tersebut, memiliki alasannya sendiri mengapa tidak tinggal saja disana.


Bagi Faraz memulai hidup baru dengan sosok yang baru, tidak mungkin ia biarkan ada bayangan masa lalu hadir di antara mereka yang berusaha untuk saling terbuka dengan perasaan masing-masing.


Faraz akan lebih leluasa mengekpresikan dirinya yang sesungguhnya tanpa harus khawatir akan timbul sebuah pertanyaan tidak penting dari istrinya dengan ikut menyangkut pautkan si masa lalu.


Seperti yang Qiara alami dua hari terakhir, dimana kebiasaan pria itu yang sering tidur sembarangan dengan hanya mengenakan handuk yang melilit sebatas pinggangnya saja.

__ADS_1


Bukan perkara masalah Faraz tidak memakai pakaian terlebih dahulu, tetapi yang membuat Qiara kesal adalah tempat yang suaminya pilih untuk sekedar menutup mata sejenak justru di ruang keluarga atau ruang kantor.


Saking malasnya pria itu sekedar berganti pakaian, selama cuti dan terus berada di rumah hanya tinggal bertiga dengan istri dan anaknya. Tampak sesuka hati melakukan apa saja, bahkan ia tidak menghiraukan adanya suara teriakan dari satu-satunya Ratu dalam rumah tersebut.


"Astaga, Faraz." Pekik Qiara lumayan kuat dengan kedua mata sengaja di tutup menggunakan kedua tangannya


Sungguh dia kesal setiap kali melihat pemandangan yang menguji Iman nya dalam dua hari belakangan.


"Kamu bisa ngga sih, jangan tidur sembarangan kayak gini?" kesalnya hendak berjalan mendekat kearah meja kerja namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara bariton suaminya itu.


"Jangan mendekat, Raa. Takut aku khilaf, mana ngga pakai baju lagi." Kekeh Faraz tanpa membuka kedua matanya


Sesuatu di bagian bawah mengalami reaksi yang tidak biasa, sewaktu mencium aroma wangi yang menyeruak dari tubuh istrinya.


Tentu Qiara paham maksud penolakan Faraz, sehingga dia memilih beranjak dari ruangan tanpa menoleh sedikit pun.


"Pakai bajumu yang sudah aku siapakan di atas ranjang!"


Usai mengatakan maksud kedatangannya. Gadis itu akhirnya benar-benar pergi meninggalkan suaminya yang tersiksa sendiri.


Masih di dalam ruangan dengan posisi duduk menyandar, Faraz sungguh di buat nyaris gila setiap kali harus menahan diri agar tidak sampai menyentuh Qiara secara berlebihan.


Ia yang sudah berpengalaman, meski saat pertama kali melakukannya dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat dan alkohol. Tentu sangat mudah terpancing gai-rahnya jika tanpa sengaja melihat Qiara tidur dalam posisi yang menantang.


Munafik jika Faraz tidak ingin melakukannya lagi. Sebab bersama dengan mantan istrinya yang bernama Sandra, hanya sekali mereka melakukan hubungan in-tim.


Dan itupun sebelum mereka akhirnya setuju untuk menikah karena sudah ada nyawa yang hidup dalam rahim mantan istrinya tersebut.

__ADS_1


Cinta satu malam nyatanya tidak menjadikan Faraz bersikap lemah lembut dan perhatian terhadap sosok wanita cantik yang berhasil melahirkan Erzhan ke dunia.


"****. Rasanya begitu tersiksa," umpatnya pelan.


Faraz langsung beranjak keluar dari ruang kerjanya menuju lantai dua.


.


.


Sementara Qiara, mulai menyiapkan sarapan untuk suami dan putra sambungnya di ruang makan.


Ada si kecil Erzhan tengah sibuk memperhatikan gerak-gerik sang Mommy seraya tersenyum manis.


"Cantik ..." pujinya dengan tatapan mata teduh.


"Abang juga ganteng," balas Qiara mencium kedua pipi anak tampan itu bergantian.


Kedekatan pasangan Ibu dan Anak tersebut rupanya mengundang rasa cemburu Faraz yang baru saja turun dari lantai dua.


"Bagus, kalian bermesraan di belakang Daddy." Cebiknya dengan wajah masam


Mambuat Qiara maupun Erzhan tertawa gemas, melihat tingkah kekanakan pria tampan itu.


"Daddy cemburu lagi."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


__ADS_2