
Liburan yang sudah berlangsung kurang lebih satu minggu, nyatanya penuh dengan drama rengekan Erzhan dan Qiara. Hanya karena ada beberapa keinginan mereka tidak di penuhi oleh Faraz.
Bukan tanpa alasan, mengetahui list kegiatan yang sengaja di susun Nyonya muda Bramantya serta Tuan muda Kecil Bramantya rupanya jauh dari ekspetasi sang Tuan muda Bramantya sendiri.
Bagaimana tidak. Pasangan ibu dan anak tersebut justru nekat meminta agar setiap menjelang sore wajib mengelilingi pulau dengan menaiki perahu milik penghuni pulau yang biasa mereka gunakan untuk memancing ikan. Kata mereka rasanya pasti sangat menyenangkan bisa melihat keindahan sekitar pulau yang paling banyak di penuhi oleh pepohonan tinggi.
Memang tidak ada yang mengkhawatirkan, sebab keamanan di sekitar pulau sudah terjamin jauh dari hal-hal yang membahayakan.
Namun begitu, tetap saja Faraz melarang keras untuk tidak memenuhi permintaan istri dan anaknya mengenai yang satu itu. Lebih baik ia membawa keduanya melihat pemandangan taman laut buatan yang sudah beberapa tahun ini menjadi tempat wisata pribadi Oma dan Opa kala merasa jenuh dan bosan bila terus berada di rumah.
Beruntung Qiara dan Erzhan mudah di rayu meski banyak drama yang keduanya lakukan, hanya demi bisa mendapatkan ijin dari Faraz.
Mereka akhirnya mengalah dengan syarat pria itu mau menemani mereka ke taman laut, tidak lupa meminta untuk di belikan cemilan yang banyak sampai mengharuskan Faraz pergi keluar pulau bersama orang kepercayaannya demi memenuhi keinginan pasangan ibu dan anak tersebut.
Kurangnya fasilitas di pulau, karena memang baik Oma dan Opa maupun semua penghuni lainnya sepakat untuk tidak membangun toko makanan atau semacamnya. Mereka cukup hanya dengan mengandalkan hasil panen dari kebun serta memancing ikan di laut.
.
__ADS_1
.
Usai sarapan dan sempat meluangkan waktu untuk membantu Oma dan Opa merawat taman bunga, kini waktunya Faraz membawa Qiara dan Erzhan menuju taman laut sesuai janjinya beberapa hari yang lalu.
Qiara tampak sangat bahagia dan rasanya tidak sabar ingin melihat pemandangan bawah laut, hal serupa tidak jauh berbeda dengan apa yang ikut di rasakan oleh Erzhan.
Kini ketiganya sudah berada di atas perahu yang khusus di siapkan untuk mengelilingi taman laut buatan, ukurannya lumayan sedikit lebih besar dari perahu milik beberapa nelayan.
"Mommy yakin ngga akan mual berada di tengah laut?" tanya Faraz yang entah sudah ke berapa kalinya sebelum mereka berangkat.
Wanita cantik yang perutnya semakin hari tampak lebih besar itu, hanya diam selama perjalanan menuju taman laut.
"Mom, are you okay?" tanya Erzhan ikut merasa khawatir akan kondisi sang Mommy kesayangannya tersebut.
"Apa kita ngga usah ajah ke taman lautnya?" kali ini ia justru bertanya pada Daddy nya dengan perasaan sulit di artikan.
Pasangan ayah dan anak itu pun mulai mengajak Qiara bicara dengan harapan semua dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
Mereka akan benar-benar kembali pulang jika kondisi wanita kesayangannya mereka tidak memungkinkan untuk melihat pemandangan taman laut.
"Mommy kalau merasa ngga nyaman, kasih tahu kami ya?" pinta Faraz setelah berhasil menenangkan ibu dari kedua anaknya tersebut.
"Benar kata Daddy, akan lebih baik kita batalin ajah ke taman lautnya dari pada lihat Mommy kayak ngga nyaman gini, malah buat Abang khawatir loh." Sambung Erzhan dengan kedua matanya sudah berkaca-kaca
Sungguh kedua pria tampan itu tidak mau sampai terjadi apa-apa pada Qiara, memilih pulang adalah pilihan terbaik.
Padahal diamnya Qiara sejujurnya bukan karena dia takut berada di tengah lautan yang kedalamannya hanya beberapa meter tersebut, melainkan wanita itu justru merasa tidak nyaman ketika tidak sengaja pandangannya bertemu dengan seseorang yang setiap pergerakannya begitu mencurigakan.
Sepanjang perjalanan menuju taman laut buatan, wanita itu selalu memperhatikan ke arah bagian sisi kiri dimana ada sebuah perahu milik nelayan seolah tengah mengikuti mereka walau dengan jarak lumayan jauh.
Qiara berharap tidak ada hal buruk yang menimpa mereka, terlebih kondisinya dalam keadaan hamil besar.
*Siapa sebenarnya pria itu? Bukankah Daddy sudah mengirim beberapa pria keluar pulau? Dan seingatku tidak ada pria itu dalam daftar penghuni pulau yang tersisa. Jangan-jangan--,
๐๐๐๐๐*
__ADS_1