Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 126 ~ Mau Kemana


__ADS_3

Liburan di Vila keluarga yang berujung acara pertunangan Nona muda Rafindra dan Tuan muda Bramantya, akhirnya selesai dan waktunya bagi semua anggota keluarga pulang ke kediaman masing-masing.


Pihak keluarga Rafindra tinggal menunggu perayaan acara ulang tahun sang Nona muda yang tinggal menghitung hari.


Semua kompak membagi tugas sebelum hari yang sudah di nantikan tiba.


Si cantik Qiara sengaja di ungsikan ke Apartement yang masih Sandra tempati bersama Adrian sampai putusan dari pengadilan di keluarkan.


Tidak membawa Erzhan ikut bersama Mommy kesayangannya. Sebab anak tampan itu sengaja tidak pergi dan memilih untuk melihat persiapan pesta yang sangat mewah di kediaman Rafindra.


Selain merayakan ulang tahun Nona muda Rafindra, rencananya Tuan dan Nyonya besar Rafindra ingin mengumumkan satu-satunya Tuan putri di keluarga mereka ke media.


Tuan besar Rafindra sengaja mengundang wartawan di acara perayaan ulang tahun sang putri kesayangan.


Sudah waktunya bagi pria itu memberitahu ke semua orang perihal keberadaan si bungsu yang kurang lebih 17 tahun lamanya sengaja di sembunyikan demi keselamatan anggota keluarganya.


.


.


#Di Apartement


Sandra sudah membebaskan Qiara dalam hal mengurus putranya dan suaminya yang sebentar lagi akan berubah jadi mantan suami namun tidak ada istilahnya mantan anak.


Pihak keluarga dari Faraz sendiri, tidak pernah membatasi pergerakan Sandra bila ingin menemui Erzhan kapan pun dia mau.


Dan rencananya, wanita cantik itu akan berkunjung ke kediaman Rafindra sebelum makan malam tiba.


Di dalam kamar, Qiara tampak baru selesai melakukan panggilan telefon dengan Erzhan dan tentunya ada Faraz di samping anak tampan itu.


Ceklek


Sandra masuk dengan nampan berisi makanan dan segelas air putih untuk sahabatnya tersebut.


"Makan dulu, Qia." Ucapnya seraya meletakkan nampan di atas nakas samping tempat tidur


Qiara tersenyum segera meraih piring berisi makanan kesukannya, hasil buatan Sandra.


"Aku kira kamu ngga bisa masak," kekehnya sengaja menggoda wanita cantik itu.


"Di sini aku harus mandiri, ngga kayak di rumah Faraz yang apa-apa sudah ada pelayan menyiapkan semuanya." Dengus Sandra kurang senang


"Lagian kamu tuh di sini sebagai tamu, udah pasti aku harus mempersiapkan semuanya tanpa ada yang kurang."


Qiara mencibir dengan mulut penuh makanan.


Tidak membutuhkan waktu lama baginya sekedar mengahabiskan sepiring nasi beserta teman-temannya.


Usai makan, gadis itu rencananya akan keluar bersama Neta untuk membeli buku dan beberapa keperluan lainnya.


Sandra yang keheranan melihat Qiara sudah berganti pakaian ke lebih sopan langsung melayangkan pertanyaan.


"Mau kemana?" tanyanya penuh selidik.


"Kencan," jawab gadis itu asal.

__ADS_1


Qiara tidak tahu sudah semasam apa raut wajah Sandra.


"Oh. Selamat bersenang-senang," ucap wanita cantik itu dengan nada sedikit bergetar menahan tangis.


Jujur saja, masih terlalu cepat bagi Sandra untuk mengalihkan perasaannya sekarang.


Itu sebabnya dia mudah tersentuh hanya dengan hal-hal kecil seperti yang sahabatnya lakukan.


"Kenapa?" heran Qiara menatap instens wajah Sandra yang berusaha menahan tangis.


"Astaga ... Aku salah lagi," rutuknya merasa bersalah.


"Aku mau pergi bareng Neta ke toko buku yang dekat Mall itu loh, bukan mau kencan."


Gadis itu memberi penjelasan agar Sandra tidak berkecil hati.


"Apa perlu aku minta Faraz dan Erzhan ajak kamu keluar jalan-jalan?" tawarnya mencari jalan pintas.


"Mereka pasti mau, asal kamu juga mau pergi."


Sandra mengangkat wajahnya dengan perasaan bingung.


"Kenapa? Ngga yakin banget ya, kalau mereka ngga akan temani kamu jalan-jalan." Kekeh Qiara merasa lucu


"Abang dan Tuan angkuh ngga akan nolak kok, jadi kamu tenang ajah. Ok?"


Belum sempat menjawab, nyatanya Sandra di tinggalkan begitu saja oleh Qiara.


Sebagai sesama wanita yang masih memiliki hati dan perasaan, Qiara tidak mau bersikap egois. Terlebih Sandra masih lah istri dari Faraz sebelum surat perceraian di keluarkan.


Tetapi, untuk sekarang. Biarkan wanita cantik itu memiliki momen yang indah bersama suami dan putranya, yang mungkin kelak hanya tinggal jadi kenangan jika Sandra dulu pernah merasakan seperti apa menjadi istri sekaligus seorang ibu meski kenyatannya tidak terlalu membahagiakan.


.


.


Di area balkon kamar milik Sandra.


Qiara berusaha menghubungi Faraz demi mewujudkan keinginan sahabtnya tersebut.


Bibirnya langsung menyunggingkan senyum lebar, kala sambungan telefon akhirnya terhubung.


[Ada apa Tuan putri?]


"Kamu sibuk?" tanya Qiara dengan hati-hati.


[Ngga juga, barusan Abang minta pulang ke rumah. Katanya bosan kalau ngga ada Mommy]


"Oh. Padahal aku ada perlu sama kamu loh," ucap Qiara sedikit khawatir.


[Soal apa, hmm?]


[Jangan yang aneh-aneh]


"Mana ada, justru yang selalu bersikap aneh tuh kamu." Protes Qiara

__ADS_1


[Iya deh aku yang aneh. Sekarang ada perlu apa, coba katakan?]


Qiara diam sejenak, antara gugup dan takut bagaimana jika Faraz menolak permintannya.


[Hey. Sayang ...]


"Geli banget kamu manggil aku kayak gitu."


[Di tanya malah diam]


"Itu--, kamu mau ya ajak Sandra keluar jalan-jalan?"


[Sekarang?]


"Eh, beneran ngga apa-apa nih? Duh, aku pikir kamu marah atau nolak."


[Iya sayang. Mumpung Abang lagi bosan juga ngga ada kamu]


[Minta dia ajak sekalian tuh si Adrian, buat jaga-jaga ajah sih]


"Kalau cuma kalian bertiga yang jalan-jalan apa salahnya?"


[Ngga boleh lah, aku bentar lagi mau cerai. Apa kata orang nanti]


"Ngaruh ya?" tanya Qiara dengan polosnya.


[Astaga nih anak gadis orang, pengen banget aku cium]


Suara gelak tawa menggema di area balkon.


"Ya udah, kamu langsung jemput aku dan Sandra ajah gimana?"


"Kebetulan aku mau keluar bareng Neta, sekalian ajah numpang gitu."


[Ok. Aku siap-siapa dulu kalau gitu]


Sambungan telefon terputus.


Dari arah kamar, Sandra berjalan mendekat ke arah Qiara sembari tersenyum.


Gadis cantik itu mengatakan jika keinginannya untuk keluar jalan-jalan sudah di setujui oleh Faraz.


Mereka langsung bersiap sebelum mobil Faraz tiba dan pastinya akan ada drama perdebatan mengapa selalu saja di buat menunggu saking keseringan.


Tidak berselang lama, Faraz tiba dengan Erzhan yang duduk tepat di samping kursi kemudi.


Alasannya, anak tampan itu hanya ingin membuat kedua wanita kesayangannya merasa nyaman tanpa harus timbul sifat iri atau cemburu jika salah satu duduk di samping Faraz.


Qiara datang bersama Sandra yang langsung masuk ke dalam mobil tanpa banyak bertanya.


"Aku mau ke Mall, barusan Neta kasih tahu dia udah tiba duluan." Ucap si cantik tanpa menoleh ke arah kursi kemudi


"Abang ngga apa-apa ya ikut jalan-jalan bareng Daddy dan Mama Sandra?" tanya Qiara pada Erzhan.


Anak tampan itu hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa suara.

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2