
Faraz mengacak rambutnya frustasi mendapati di dalam kamar tidak ada istrinya yang beberapa waktu lalu sudah berani menggodanya dan pergi begitu saja setelah berhasil membangunkan sesuatu yang kini tampak menyembul di balik celana yang ia kenakan.
"Mommy," panggilnya sembari mengetuk pintu kamar mandi yang terkunci rapat dari dalam.
"Mom."
Sungguh Faraz kesal, belum ada sehari berada di pulau pribadi milik keluarga Rafindra tersebut. Ia sudah di buat sakit kepala oleh istrinya sendiri yang begitu senang menyiksanya tanpa belas kasihan.
Sementara Qiara, masih betah berlama-lama di dalam kamar mandi berusaha menahan diri agar tidak tertawa lepas.
Rasanya begitu menyenangkan setiap kali dia melihat wajah frustasi Faraz kala menahan hAsRAt, tapi berusaha untuk tidak melakukan sesuatu yang berlebihan tanpa ijin darinya.
"Ya ampun, sepertinya aku menjadi istri yang durhaka." Kekehnya segera menyelesaikan acara berendam di dalam bathup sebelum kembali mendengar teriakan Faraz dari luar pintu
Bibirnya menyunggingkan senyum penuh arti, menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi.
"Kok aku jadi takut ya," Qiara bergidik ngeri mengingat nanti malam akan terjadi apa di antara mereka.
"Kasih ijin masih takut karena baru pertama kali buat aku." Gumamnya pelan sembari membuang nafas kasar
Di tatapnya pantulan wajahnya yang masih terlihat sangat muda di usia yang baru belasan tahun, namun kini sudah menjadi seorang Ibu dari anak milik wanita lain.
Lebih tepatnya, anak dari sahabatnya sendiri yang mungkin sekarang hidup dengan tenang di negara orang tanpa ada yang mengusik.
"Aku harus siap, bagaimana pun ia sudah menjadi suami ku."
Qiara berganti pakaian masih di dalam kamar mandi, dia sengaja membawa keperluannya agar tidak menjadi santapan kekesalan Faraz jika keluar hanya mengenakan handuk.
Ceklek
Pintu kamar mandi di buka Qiara, bertepatan dengan tarikan lumayan kuat Faraz di lengan gadis itu yang terkejut bukan main.
"Mommy harus tanggung jawab," seringai pria itu langsung membawa tubuh gemetar istrinya menuju ranjang.
"Daddy mau ngapain?" tanya Qiara begitu panik melihat tatapan mata suaminya tidak seperti biasanya.
Ada kilatan nafsu bercampur rasa kesal menjadi satu.
"Hey, Dad. Jangan macam-macam, aku ngga mau." Pekik gadis itu mulai was-was dengan tubuh perlahan mundur kearah belakang
Sialnya Qiara justru terjebak, bersandar si kepala ranjang dengan posisi yang cukup menantang.
"Wah, apa sekarang aku di beri jalan?" kekeh Faraz semakin mendekatkan tubuhnya pada sang istri yang memohon ampun.
"Aku sudah pernah katakan pada Mommy sebelumnya kan, jika ada kesempatan hanya kita berdua seperti ini--,"
Pria itu semakin memajukan wajahnya tepat di depan wajah gugup Qiara sembari menahan diri agar tidak tertawa.
Ya ampun, kenapa istriku menggemaskan sekali.
__ADS_1
Ia sungguh tidak percaya memilikki istri cantik yang masih sangat polos juga penakut.
"Rasanya aku ingin sekali memakanmu tanpa sisa."
Faraz berbisik tepat di telinga Qiara yang diam membeku, apalagi telinga gadis itu mulai jadi bahan mainan yang jelas akan menjalar kemana-mana.
Sungguh, Qiara belum siap jika mereka akan melakukannya sekarang.
"Daddy," panggilnya lirih seraya menggigit bibir bagian bawah demi menahan gejolak yang baru pertama kali dia rasakan.
"Aku takut."
Qiara nyaris menangis ketika Faraz sudah membuka semua kancing bajunya, menampakkan benda berbentuk kacamata warna biru sebagai penutup salah satu bagian sensitifnya.
Pria itu mendadak tuli setelah berhasil melepas pengait bRAa lalu di buangnya asal.
Kedua bola matanya menggelap dengan nafas memburu kala melihat si bukit kembar yang begitu padat dan menantang. Sangat pas di tangan dengan ukuran yang lumayan besar, rasanya pasti akan membuatnya kecanduan.
"Daddy, hmmp."
Qiara hampir saja megeluarkan suara aneh ketika suaminya itu mulai bermain-main di area dadanya yang tampak polos.
Faraz tidak segan menggigit juga me-remas pelan kedua bukit kembar istrinya secara bergantian tanpa mau di lepaskan, meski Qiara memohon agar berhenti.
Mulai dari area leher turun ke dada, penuh dengan tanda kemerahan yang jumlahnya tidaklah sedikit. Membuat gadis itu harus mati-matian tidak mengeluarkan suara aneh yang bisa memancing Faraz bertindak lebih jauh.
Qiara bernafas lega kala suaminya berhenti, namun tidak beranjak dari atas tubuhnya yang bagian atas sudah polos.
"Nanti malam jangan harap kamu selamat, istriku sayang."
Pria itu menyeringai sebelum akhirnya beranjak masuk ke dalam kamar mandi sembari tertawa puas, berhasil membalas istrinya.
"Daddy, i hate you." Teriak kesal Qiara dengan nafas berantakan
.
.
Makan malam pun tiba.
Namun, Faraz dan Qiara hanya berdiam diri di Vila tanpa berniat pergi ke rumah yang jaraknya lumayan dekat.
Lima menit yang lalu, seseorang datang membawa makan malam dari rumah. Tetapi, pasangan suami istri tersebut malah tidak tahu saking nyamannya berlama-lama di dalam kamar.
Mereka makan malam di selingi obrolan ringan seputar masa depan Erzhan.
Usai makan malam, Faraz langsung membawa Qiara menuju kamar sesuai apa yang sudah ia katakan tadi siang pada istri cantiknya itu.
Qiara sampai menatap suaminya itu tidak percaya dengan apa yang sekarang berada tepat di depan matanya.
__ADS_1
Awalnya gadis itu menolak belum siap, bahkan dia tidak berani membuka mata saat merasakan sesuatu yang mengganjal di area bawah menyentuh perutnya.
"Daddy, please." Mohon Qiara dengan perasaan campur aduk
Faraz yang paham langsung mengalihkan fokus istrinya dengan mencium penuh kelembutan seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.
Perlahan Qiara mulai tenang, membuat suaminya tampannya itu meminta ijin lewat sorot mata yang selalu menatapnya dengan tatapan teduh dan menenangkan.
Hanya anggukan kepala yang mampu gadis itu berikan, karena selanjutnya Faraz mulai bertindak sesuai naluri kelelakiannya.
"Aku mencintaimu." Bisiknya pelan seraya berdoa meminta perlindungan agar di jauhkan dari sesuatu yang buruk
Perlahan ia menerobos pertahanan Qiara yang lumayan sulit karena dulu Faraz jujur melakukannya dengan sang mantan istri dalam keadaan pengaruh obat.
Bisa di katakan, hanya tahu terima beres. Ckck, kasihan di perkosa sama si mantan istri jadinya gini deh.
"Aw, sakit Dad." Ringis Qiara berusaha mendorong tubuh kekar Faraz namun percuma karena suaminya itu begitu kuat
"Maaf sayang." Pria itu mencium sayang kening istrinya yang mulai mengeluarkan cairan bening
"Sakit Daddy."
Faraz sebenarnya tidak tega, namun apa daya biRAhiNya sudah memuncak ingin segera di lepaskan.
"Gigit ajah ngga apa-apa," bisiknya pelan kembali mencium lembut bibir istrinya agar jauh lebih tenang.
Melihat Qiara tidak lagi menolak, perlahan dengan sekali hentakan akhirnya Faraz berhasil merenggut mahkota istrinya yang menjerit sakit. Rasanya sungguh luar biasa, begitu sempit karena ini jelas baru pertama kali bagi istrinya tersebut.
Cukup lama pria itu terdiam, membiarkan istrinya lebih tenang dan terbiasa.
Ciuman lembut kembali di layangkan Faraz, mulai dari kening, turun ke hidung, pipi kiri dan kanan serta berakhir di bibir yang berubah menjadi lu-matan lu-matan kuat sebagai tanda betapa ia sangat menikmati setiap inci tubuh istri cantiknya tersebut.
Faraz mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan, sesekali berubah cepat seiring terdengarnya de-sAhan dan er-Angan yang keluar dari bibir mungil istrinya. Tanda Qiara mulai menikmati permainan suaminya, tidak lagi merasakan sakit yang semula menyiksanya.
"Ee-uugh Daddy," lirihnya dengan nafas berantakan.
Qiara merasakan seperti ada yang ingin meledak, pertanda dia hampir mencapai puncaknya.
Beberapa menit kemudian terdengar jeritan gadis itu dengan tubuh bergetar hebat. Faraz diam sejenak sebelum akhirnya ikut mengeluarkan suara lEn-guhan panjang sebagai tanda ia pun telah mencapai puncak kenikmatannya yang rasanya begitu memabukkan.
Qiara berusaha menormalkan detak jantungnya dengan dada yang naik turun, masih belum hilang sensasi aneh namun nikmat yang baru dia rasakan itu.
Teriakannya pun sampai mengagetkan Faraz yang baru saja ingin menutup mata sejenak karena kelelahan, padahal mereka hanya melakukannya sekali.
"Huaaa, aku udah ngga perAwan lagi."
๐๐๐๐๐
Maaf ya, Aku ngga pandai buat narasi ehem-nya๐ซ
__ADS_1
Wkwk, nikah ajah belum.๐คช