Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 159


__ADS_3

Erzhan kembali menguasai Qiara setelah kurang lebih satu bulan lamanya anak tampan itu menahan kerinduan terhadap sang Mommy kesayangan.


Pergi liburan tanpa membawanya ikut serta menjadi alasan kuat Erzhan ketika pria tampan yang merenggut kesal di sisi ranjang ingin memeluk Qiara. Ada saja tingkah pasangan Ayah dan Anak tersebut jika sudah berebutan Nyonya muda Bramantya kesayangan mereka tersebut.


Tidak peduli berapa kali Qiara menegur bahkan sampai memberi ancaman berharap kedua pria kesayangannya itu mau berhenti, namun rasanya semua hanya sia-sia.


Sebab, Erzhan bukan tipe anak yang mudah mengalah apalagi sampai rela melepas sang Mommy walau hanya sedetik saja. Begitu juga yang Faraz lakukan, pantang baginya mengalah jika sudah bersangkutan dengan sang istri tercinta.


"Kalian ribut ajah terus," kesal Qiara mulai pusing sendiri.


"Mommy mau keluar dulu, jangan ada yang coba-coba turun ke lantai bawah sebelum Mommy kembali. Paham?"


Wanita itu sengaja mengurung Erzhan dan Faraz di dalam kamar, hanya karena dia tidak mau sampai terjadi pertengkaran akibat bertemu tatap dengan Sandra.


"Kalau mereka tanya aku bagaimana?" Faraz langsung bangkit dari ranjang


Mendekati istrinya yang hendak keluar dari kamar menuju lantai bawah, dimana semua anggota keluarga tengah berkumpul.


"Yakin ngga apa-apa kesana cuma sendiri?" tanya pria itu lagi.


Sungguh Faraz hanya mengkhawatirkan perasaan istrinya yang kadang moodnya suka berubah.


"Kenapa? Daddy takut aku ngga bisa kontrol emosi begitu?" tanya balik Qiara sembari terkekeh pelan.


Dia tahu suaminya itu mengkhawatirkan perasaannya, mengingat sosok wanita cantik yang kenyataannya belum juga pergi dari rumah utama, sempat membuat pihak keluarga ikut merasa khawatir takut terjadi apa-apa.


Tidak ada yang tahu bagaimana isi hati wanita itu sekarang, terlebih melihat sikap Faraz jauh berbeda saat memperlakukan istri keduanya tepat di hadapan Sandra yang notabennya dulu pernah memiliki hubungan dengan pria itu.


"Sandra datang bukan tanpa alasan bukan?" kekeh Qiara berusaha menormalkan detak jantungnya.


"Mau tidak mau, suka tidak suka aku tetap harus menemuinya apapun alasannya, Daddy."


"Termasuk siap mendengarkan keluhan hatinya begitu?" kesal Faraz tidak habis pikir dengan pola pikir istrinya tersebut.


"Ngga ada salahnya, kan?"


Qiara mencium kedua pipi suaminya itu sembari menenangkan, sejujurnya dia hanya tidak mau Faraz kembali bertatap muka dengan Sandra.


Katakan saja Qiara egois, meminta pria itu bersama Erzhan untuk tetap di dalam kamar sampai dia kembali.


"Aku ke bawah dulu ya," pamitnya setelah Faraz mulai tenang.


"Ngga enak sama tamu yang jauh-jauh kita bawah kemari dari pulau pribadi loh."

__ADS_1


Pasangan suami istri tersebut tertawa bersama, hampir saja keduanya melupakan kedatangan Oma dan Opa.


.


.


Tring


Qiara melangkah keluar dari lift menuju ruang keluarga menemui semua orang termasuk wanita cantik bernama Sandra.


Tampak suasana di ruangan tersebut mendadak hening saat Qiara menyapa Tuan dan Nyonya besar Rafindra beserta kedua mertunya sembari tersenyum manis.


Para orang tua itu hanya mengulas senyum tipis, mempersilahkan Qiara duduk tepat di samping wanita cantik yang kepalanya terus menunduk ke bawah.


"Kamu tidak menyapa ku?" tanya Qiara terkesan dingin.


"Tidak baik menundukkan kepala tanpa melihat adanya orang lain tengah duduk di samping mu, apalagi tidak bersuara."


Sandra langsung menoleh dengan raut wajah bingung bercampur keheranan. Dia pikir Qiara tidak mau menyapanya, sehingga memilih duduk diam tanpa berani menatap ke arah sosok yang sangat dia rindukan tersebut.


"Aku pikir--," sahutnya terputus.


"Kamu pikir apa?" tanya Qiara sembari menatap kedua manik mata indah Sandra yang berkaca-kaca.


Qiara menghela nafas panjang, langsung memeluk Sandra tanpa mengeluarkan sepata kata pun.


Hatinya terlalu lembut untuk membenci ibu kandung dari Erzhan tersebut, mengingat dulu mereka adalah sahabat.


Cukup lama Sandra menangis dalam pelukan Qiara, tidak mengatakan apa-apa hanya tangisan yang terdengar pilu.


Semua yang berada di ruang keluarga hanya bisa saling pandang, tanpa berani ikut campur.


Qiara akhirnya menekan egonya sendiri dengan memberikan waktu pada Sandra mengutarakan isi hatinya, serta menjelaskan tujuan kepulangan wanita itu yang begitu mendadak.


Semua ikut mendengarkan apa yang Sandra katakan, terutama Oma dan Opa yang tampak begitu penasaran dengan sosok wanita cantik itu.


.


.


Sementara di dalam kamar yang beberapa menit lalu Qiara berpesan tidak boleh ada yang berani keluar sebelum wanita itu datang.


Tampak Faraz maupun Erzhan hanya bisa saling pandang menatap nanar kearah pintu kamar yang sengaja di kunci dari luar.

__ADS_1


Kedua pria tampan beda usia tersebut mulai bosan, ingin segera bebas. Tetapi, mereka takut akan amarah Qiara bila mendapati kamar dalam keadaan kosong.


"Bosan tahu, Daddy." Rengek Erzhan mulai uring-uringan.


"Mommy pasti lama," kesalnya sembari menghentakkan kaki di lantai.


Faraz tidak ambil pusing, memilih fokus menonton TV yang menayangkan berita miring tentang kepulangan Sandra ke negara asal.


Berita yang beredar luas mengatakan jika Sandra akan merebut kembali mantan suaminya dari wanita cantik yang merupakan putri kesayangan Tuan besar Rafindra.


Erzhan yang kesal pun, langsung mematikan TV begitu saja tanpa menghiraukan tatapan mata tajam Daddy nya.


"Ngga baik nonton berita hoax," cebiknya memutar kedua bola mata dengan malas.


"Abang paling benci adanya berita tidak benar mengenai keluarga kita."


"Besok Daddy bereskan semuanya," ucap Faraz yang paham kode putra kesayangannya tersebut.


"Kenapa besok? Memangnya sekarang ngga bisa?" cecar Erzhan berhasil menghentikan kegiatan Daddy nya sewaktu ingin menghubungi orang kepercayaann.


"Abang pikir semua langsung hilang dalam waktu sekejap mata begitu?" kesal Faraz dengan kedua matanya melotot sempurna tanda protes.


Bukannya takut, Erzhan justru balik menatap tajam kearah Daddy nya.


"Apa? Daddy pikir Abang bakalan takut gitu?" sindirnya mengibarkan bendera perang.


"Wah, ngajak berantem nih anak." Gemas Faraz pada putra kesayangannya tersebut


Sedetik kemudian terdengarlah jeritan minta ampun keluar dari bibir mungil Erzhan yang kedua pipinya menjadi sasaran gigitan Daddy nya.


Pasangan Ayah dan Anak itu mulai aysik sendiri, melakukan sesuatu yang menurut mereka bisa menghilangkan rasa bosan karena menunggu kedatangan Qiara.


Erzhan sampai nekat mengeluarkan semua alat make up milik sang Mommy dari dalam laci, menjadikan Daddy nya sebagai model kecantikan.


Entah sudah sekacau apa keadaan di dalam kamar sekarang, membuat perasaan wanita cantik yang masih setia bercanda dengan semua anggota keluarga di lantai bawah mendadak gelisah.


Qiara mulai memikirkan keadaan Erzhan dan Faraz yang hampir satu jam lamanya dia tinggalkan begitu saja di dalam kamar dengan pintu terkunci dari luar.


Kok perasaan aku ngga enak banget ya. Gumamnya dalam hati


Tidak mau menerka-nerka, akhirnya wanita itu pamit sebentar kembali lagi ke lantai atas guna memastikan keadaan suami dan anaknya.


"Semoga ajah prasangka buruk aku ngga benar, hanya keliru."

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2