
πΉπΉπΉπΉπΉ
Pemasangan cincin pertunangan akhirnya selesai meski harus menyaksikan drama rengekan Erzhan yang mendadak ingin di peluk sang Mommy Qiara.
Terlalu lengket dan sangat bergantung pada gadis cantik merupakan sahabat baik Mama Sandra tersebut, nyatanya membawa pengaruh besar di hidup Erzhan selaku korban hilangnya perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu.
Banyak sekali pertimbangan dalam hidup Tuan putri Rafindra ketika nekat melangkah lebih jauh masuk ke dalam lingkungan keluarga Bramantya sejak awal kedatangannya di negara asal.
Semua tamu undangan yang hadir tampak bahagia dan menikmati acara pesta pertunangan kedua keluarga paling berpengaruh tersebut.
Namun, kehadiran seorang pria tampan bersama wanita cantik tengah berbadan dua semakin menambah keramaian acara.
Betapa senangnya Nona muda Rafindra kala melihat sang Paman kesayangan hadir di acara pertunangannya, belum lagi keberadaan calon istri dari pria tampan itu berhasil mengundang perhatian semua tamu.
Adinda Maira, terpaksa ikut bersama Kenzo setelah perdebatan yang terjadi hampir satu jam lamanya. Hanya karena dia tidak mau pergi ke acara pertunangan si cantik Qiara dengan Tuan muda Bramantya.
Semua mata memandangnya dengan penilaian yang berbeda-beda, jika sebagian tahu siapa wanita cantik itu justru memilih diam tanpa berkomentar.
Berbeda dengan mereka yang baru pertama kali melihat calon istri dari Kenzo, justru mengira pasangan kekasih tersebut sudah menikah, di lihat dari perut yang mulai membuncit milik wanita cantik itu.
Kenzo membawa Maira ke atas panggung guna memberikan ucapaan selamat pada Qiara dan Faraz.
"Di jaga baik-baik gadis kecil ku!" peringat Paman kesayangan si bungsu pada Tuan muda Bramantya.
Tatapan mata Kenzo berubah tajam bagaikan pisau tajam yang menghunus sang lawan bicara.
"Uncle tenang ajah, si Tuan angkuh ini pasti akan menjaga Qiara dengan sangat baik. Iya kan?" ucap Qiara seraya tersenyum sangat manis ke arah Faraz.
"Benar, anda tidak perlu khawatir. Aku pastikan keponakan cantik mu ini aman bersama ku," jawab Faraz tersenyum tipis dengan wajah dingin penuh intimidasi.
Entah kenapa ia sangat cemburu dan merasa terganggu melihat kedekatan Qiara dengan pria tampan di hadapannya tersebut.
Meski keduanya merupakan paman dan keponakan, tetap saja Faraz tidak menyukai adanya pria tampan lain begitu dekat dengan si bungsu kesayangan Tuan besar Rafindra.
Qiara hanya boleh dekat dengannya setelah Tuan Rafin dan si kembar yang begitu menyayangi gadis cantik itu.
"Tatapan macam apa itu?" sindir Kenzo menyadari sikap posesif Faraz yang menurutnya sangatlah berlebihan.
"Aku jauh lebih dulu mengenal baik tunangan mu ini," cebiknya sembari menatap jengkel calon Duda tersebut.
Qiara hanya bisa menghela nafas panjang, dia terlalu malas untuk menjadi penengah sekarang.
Beruntungnya ada Maira yang langsung menarik lengan kekasihnya menjauh dari sana. Jika tidak, entah apa yang terjadi bila kedua pria itu sampai bertengkar.
__ADS_1
.
.
.
Kenzo di seret dengan paksa sampai di hadapan Tuan dan Nyonya besar Rafindra.
"Bibi, lihatlah keponakan mu ini." Kesal Maira sengaja mendorong kekasihnya ke depan Nyonya Ayshila
"Tega kamu," protes Kenzo tidak terima.
Nyonya Ayshila hanya tersenyum menyaksikan perdebatan mereka.
"Jangan galak-galak sama calon suami mu, Raa." Tegurnya pada Maira
"Tebar pesona mulu sih, gimana aku ngga kesal coba."
Maira jelas tahu hubungan Kenzo dan Qiara sejujurnya bukanlah paman dan keponakan, melainkan saudra sepupu.
Hanya saja usia Kenzo yang terpaut jauh lebih tua dari putri kesayangan Tuan besara Rafindra, sehingga membuat pria tampan itu sengaja mengubah nama panggilannya yang semula Kakak sepupu menjadi Uncle.
Semua terserah Kenzo yang notabennya lebih nyaman menganggap Qiara sebagai keponakannya di bandingkan adik sepupu.
Terdengar aneh memang, tapi biarlah itu menjadi urusannya yang sesuka hati melakukan apa saja di luar pikiran orang-orang.
"Jalan empat bulan, Bibi." Jawab wanita cantik itu seraya mengusap perutnya dengan sangat lembut
Tidak akan ada yang mengira jika Maira hamil di luar nikah, hanya karena pria yang teramat mencintainya itu tidak rela miliknya sampai bersanding dengan pria lain di pelaminan.
"Kalian akan menikah secepatnya?" kali ini Tuan Rafin yang bertanya.
"Iya Paman, sesuai janji yang pernah Ritz katakan sebelumnya."
Maira menjawab tanpa berani menatap ke arah pria itu.
"Apa kedua orang tuamu sudah tahu?"
"Sepertinya belum, ini biar jadi urusan Kenzo dan Ritz akan bagaimana mencari jalan keluar untuk masalah kami."
Tuan Rafin dan Nyonya Ayshila tidak lagi banyak bertanya, memilih diam adalah solusi terbaik.
Mereka pamit untuk melihat Qiara dan Faraz. Anggap saja sebagai pelarian agar tidak sampai membuat calon istri dari keponakan mereka tersebut merasa kurang nyaman dan berakhir minta pulang seperti yang sudah-sudah.
__ADS_1
Qiara turun dari atas panggung bersama dengan Faraz untuk menemui tamu undangan yang ikut bahagia melihat keduanya akhirnya di persatukan dalam ikatan yang jelas.
"Selamat Tuan Faraz, akhirnya kalian bertunangan juga." Ucap seorang gadis cantik yang tidak lain adalah sekertaris pribadi kepercayaan pria itu
"Perkenalkan, ini kekasih ku."
Delia tertawa seraya menarik lengan seorang pria tampan yang begitu familiar ke hadapan Faraz dan Qiara.
Mereka sampai membulatkan mata tidak percaya dengan apa yang barusan Delia katakan.
"Hey, kamu ngga lagi ngeprank kita berdua kan?" protes Qiara jelas tidak percaya dengan sosok pria tampan yang berdiri bak patung di samping Delia.
"Untuk apa? Nambah pekerjaan ajah," sahut gadis itu malas.
Qiara menatap Faraz dengan sorot mata meminta penjelasan, tetapi pria itu justru menggelengkan kepalanya tidak tahu.
"Ikut aku sekarang juga!" gemasnya tanpa permisi menarik lengan Faraz menjauh dari semua orang.
"Gila. Ini benar-benar gila," pekik gadis cantik itu masih berusaha untuk tenang.
Faraz sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak pecah, melihat raut wajah masam seakan ingin menelan pria bersama Delia hidup-hidup.
"Tenangkan dirimu, sayang!" rayunya antara sadar tidak sadar memanggil Qiara dengan sebutan kata sayang.
"Ngga bisa. Aku lihat apa tadi?" jerit Qiara mulai frustasi.
"Siapa? Pria yang bersama Delia?" kekeh Faraz merasa lucu dengan tingkah Mommy kesayangan putranya tersebut.
"Itu Kak Zafir, astaga." Teriak si cantik lumayan kuat membuat sebagian tamu undangan sampai menoleh ke arahnya
Ya. Sosok pria tampan yang bersama Delia ternyata Tuan muda kedua Rafindra yang berhasil mengejutkan Qiara saking tidak percayanya sang Kakak memiliki seorang kekasih tanpa sepengetahuannya.
"Tuan angkuh. Tadi kau lihat sendiri kan, itu beneran Kak Zafir?" tanya Qiara dengan perasaan tidak rela.
"Sepertinya. Dan aku mana tahu kalau Delia memiliki hubungan dengan Kakak kedua mu itu," jawab Faraz langsung memberi penjelasan sebelum tuduhan di layangkan padanya.
"Aku di selingkuhi?" gumam Qiara tanpa sadar membuat pria itu menatapnya tajam.
"Hey. Selingkuh apa maksud kamu? Bukankah kalian bersaudara?" kesalnya mulai pusing meladeni tingkah aneh gadis cantik yang resmi menjadi tunangannya tersebut.
"Kamu anggap aku apa?"
πππππ
__ADS_1
Tunangan pajangan kali Bangπ€£
Ngga tahu ajah seposesif apa Qiara pada si kembar.