Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 130 ~ Sayang Mommy Daddy


__ADS_3

#Flashback On


Sandra hendak menghampiri putranya untuk mengajak anak tampan itu keluar membeli ice cream.


Wanita cantik itu hanya ingin memastikan sewaktu bersamanya, tidak ada yang kurang atau terlewati dalam mengurus Erzhan. Meski kenyataannya tidak seperti yang dia harapkan, mengingat bagaimana sikap anak itu padanya.


"Abang pasti kelelahan, dari tadi mainnya ngga pernah mau berhenti," gumam Sandra melihat sang putra begitu aktif seakan tidak merasa lelah sedikit pun.


"Sebaiknya aku membawanya pergi membeli ice cream di depan sana."


Tidak mau membuang waktu, Sandra bergegas menghampiri Erzhan yang bermain mobil mobilan bersama dengan dua anak kecil lainnya.


Anak tampan itu langsung menoleh kearah samping lalu tersenyum.


"Mama kenapa?" tanyanya dengan wajah polos nan menggemaskan.


"Kita beli ice cream di depan sana yuk?" ajak Sandra mengulurkan tangan kanannya pada Erzhan.


Bukannya menerima uluran tangan wanita cantik itu, justru yang Erzhan lakukan hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau pergi kemana pun.


"Mama ajah yang beli ice creamnya, OK?" tolaknya sembari tersenyum kecil.


"Abang masih mau di sini, ngga apa-apa ya?" pinta Erzhan memohon.


Sandra menatap wajah putranya dengan menghebuskan nafas panjang, sadar rencananya tidak berhasil sesuai harapan.


"Ya udah, kalau gitu. Abang tunggu Mama di sini, jangan kemana-mana sebelum Mama kembali. Ok?" pesannya yang hanya di jawab anggukan kepala dari sang putra.


Setelah memastikan semuanya aman, baru lah Sandra melangkah keluar dari tempat bermain menuju salah satu Outlet yang menjual ice cream.


Lima menit berlalu, tampak semua terlihat masih dalam keadaan aman. Bahkan pesanan Sandra cepat datang karena dia yang pertama memesan ice cream di bandingkan yang lain.


Usai membayar di kasir, wanita itu segera keluar dan berencana untuk mampir ke toko kue sebentar.


Akan tetapi, baru saja kakinya hendak memasuki toko kue yang berada tepat di samping Playground di mana Erzhan kini berada dan masih bermain.


Sebuah tangan menariknya secara paksa dari arah belakang tanpa bisa di hindari.


"Pulang Kak!" teriak kesal Adrian membuat beberapa pengunjung sampai menatap ke arah mereka dengan pandangan aneh.


Sandra yang terkejut masih terdiam guna menormalkan detak jantungnya.


"Kakak ngapain coba keluar dari Apartement tanpa meminta izin padaku?" tanya pria itu semakin kesal.


"Di tanya itu jawab bukan diam!" bentaknya tanpa sadar menyadarkan Sandra yang syok karena ulahnya.


Plak


Sebuah tamparan lumayan kuat mendarat sempurna di pipi kanan Adrian.


"Kamu gila ya," geram Sandra terlihat marah.

__ADS_1


"Datang-datang main narik tangan aku, udah kayak penculik. Maksud kamu apa?"


Wanita itu jelas terkejut dengan aksi gila saudara tirinya tersebut.


Baru kali ini, dia merasakan ketakukan dan panik luar biasa. Terlebih posisinya berada di tempat umum dan bukan di Apartement.


Semua orang pasti mengira wanita itu kabur dari rumah atau memiliki masalah dengan pria tampan yang masih setia berdiri tegap di hadapannya tersebut.


"Kamu jangan seenaknya, Adrian." Peringat Sandra tidak suka


"Aku bukan lagi anak kecil yang harus selalu menuruti perkataan mu, kapan pun aku ingin keluar tidak perlu ijin apalagi memberitahu mu."


"Tidak bisakah kamu cukup dengan menjaga ku diam-diam?"


Sungguh benar-benar sangat melelahkan harus menjadi tahanan Apartement. Sandra hanya butuh waktu untuk menyegarkan pikirannya tidak lebih.


Dan tawaran jalan-jalan bersama suami dan putranya jelas membuatnya bahagia. Kapan lagi bisa merasakan kebersamaan seperti yang dia rasakan sekarang.


"Masih ada Abang di area tempat bermain," ucap Sandra memberitahu.


"Setidaknya ijinkan aku pergi menemuinya sebentar saja," pintanya sedikit memohon.


Adrian langsung mengiyakan tanpa buka suara, ia bukan tidak mau sang kakak pergi keluar sekedar jalan-jalan.


Hanya saja, terlalu beresiko andai masih ada beberapa orang yang tidak terima proyeknya gagal akibat ulah ketamakan dari Ayah kandung mereka sendiri, justru kembali mencari masalah dan berniat buruk pada Sandra.


"Terima kasih."


Di sana, Erzhan masih asyik bermain dengan teman-temannya. Sangat di sayangkan jika harus berhenti, tetapi apa boleh buat semua tergantung mood Adrian jangan sampai berubah lain.


"Abang," panggil wanita cantik itu seraya mendekat kearah putranya.


"Udah mainnya?"


Erzhan menatap sekilas dua anak kecil yang bermain dengannya.


"Udah Mah," jawabnya dengan perasaan terpaksa.


"Tapi. Ice creamnya ada kan?" tanya anak tampan itu mencari apa yang ia inginkan.


Sandra yang paham segera mengeluarkan ice cream dari dalam kotak yang beruntungnya tidak mencair.


"Maaf ya, tadi Mama ke toko kue dulu. Jadi kesininya malah telat," jelasnya yang langsung di mengerti sang putra.


"Tapi, Mama harus pulang sekarang."


Sandra menoleh kearah Adrian dengan perasaan sedih, bagaimana pun dia belum siap meninggalkan Erzhan sendirian.


"Apa ngga sebaiknya kita tunggu Faraz datang dulu?"


"Ngga bisa, Kak." Jawab Adrian tegas

__ADS_1


"Tapi kasihan, aku mana bisa ninggalin anak aku sendirian di sini." Lirih Sandra tidak tega


Cairan bening sudah membasahi wajah cantiknya yang semula tersenyum bahagia.


Erzhan hanya diam menatap kedua orang dewasa di hadapannya tersebut. Ia hanya menerka saja, mungkin terjadi sesuatu yang mengharuskan Mama Sandra pulang bersama pria asing tidak dikenalnya itu.


Suatu keberuntungan bagi Erzhan, mengetahui titik GPS mobil Daddy nya ternyata sudah tiba di lobi parkiran.


Tanpa mengatakan apapun, Erzhan langsung pergi begitu saja meninggalkan Sandra bersama Adrian yang menatapnya bingung sekaligus memanggilnya beberapa kali.


#Flashback Off


.


.


Qiara maupun Faraz hanya bisa saling pandang setelah mendengar penjelasan dari Erzhan.


"Menurut penilaian kamu gimana?" tanya Faraz dengan suara pelan.


"Aku bingung, lagian Sandra ngga kasih penjelasan sama Abang juga kan?" tanya balik Qiara.


Keduanya langsung membuang nafas kasar.


Erzhan memang hanya menceritakan kejadian yang ia alami, tapi sedikit pun tidak menunjukkan ekpresi marah kecuali sedih atau kecewa.


"Abang," panggil Qiara dan Faraz secara bersamaan


Anak tampan itu langsung menoleh dengan kedua mata sedikit memerah.


"Besok jalan-jalannya sama Mommy dan Daddy mau?" tawar Qiara membuat Erzhan sontak bersorak senang.


"Beneran Mommy?" tanyanya memastikan.


"Iya sayang. Nanti kita cari lagi teman barunya, ok?" jawab Qiara tersenyum manis.


Perkataan gadis itu berhasil mengalihkan fokus Faraz yang semula tidak mengerti.


"Abang kayaknya sedih bukan karena Sandra yang pamit mau pulang, tapi ada dua anak kecil seusianya belum di tanya namanya sudah pergi duluan." Kekeh Qiara akhirnya paham dengan tingkah aneh calon anak sambungnya tersebut


Faraz sampai melongo tidak percaya, ia tidak paham sejujurnya mulai dari awal mula Erzhan bercerita. Tetapi, dengan gampangnya calon istri masa depannya itu langsung paham tanpa harus mencari tahu lebih jelas.


"Aku tidak salah pilih calon istri dan ibu buat Abang."


"Qiara gitu loh, putri kesayangan Papi Rafin." Seru Nona muda Rafindra dengan bangganya


Erzhan ikut tertawa bahagia melihat kedekatan mereka.


"Sayang Mommy, Daddy banyak-banyak."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


__ADS_2