
๐น๐น๐น๐น๐น
Kedatangan Sandra di kediaman Rafindra mendapat sambutan hangat dari seluruh anggota keluarga, terlepas dari kesalahan yang pernah wanita itu lakukan pada Qiara hanya karena terpedaya oleh rasa iri dan cemburu tidak membuatnya seperti tersangka atas perbuatan buruknya.
Nyonya Ayshila dan Tuan Rafin tampak biasa saja, begitu pun ketiga kaka kembar Qiara yang jelas sedari awal mereka kembali ke negara asal sudah mengetahui detail kejadiannya meski bukan dari mulut si bungsu langsung yang menceritakannya kronologinya.
Suasana ruang tamu dan ruang keluarga begitu ramai karena bukan hanya Sandra yang datang melainkan beberapa kerabat dari Nyonya Ayshila ikut berkumpul merayakan kepulangan Istri kesayangan Tuan besar Rafindra tersebut.
Tidak ada yang mempertanyakan siapa wanita cantik yang baru pertama kali mereka lihat tengah bersama Neta dan si bungsu Qiara, sebab yang mereka tahu sang keponakan memiliki seorang sahabat yang katanya sempat berpisah jarak dan waktu, mereka yakin pasti wanita itu yang di maksud.
"Ajak ke kamar ajah, Dek!" Bisik Ayshila pada sang putri yang masih duduk bersantai di ruang tamu
"Mami sibuk banget ya?" Tanya Qiara saat menyaksikan sendiri bagaimana repotnya wanita cantik itu bolak-balik masuk ke area dapur bersih
Ingin marah tapi Qiara tidak mau sikapnya justru menimbulkan masalah bagi kedua orang tuanya, namun berdiam diri tanpa melakukan apapun rasanya tidak nyaman.
"Kalau mereka aneh-aneh di suruh pulang ajah, Mih! Tidak ada gunanya juga kan ngundang mereka sampai harus Mami ikut turun tangan menjamu mereka." Qiara sungguh kesal rasanya ingin sekali memarahi dan menegur beberapa kerabat sang Mami
"Ngga sayang, udah ya. Mending kalian naik ke lantai atas ajah, biar di sini Mami yang urus semuanya. Jangan dengarkan pertanyaan tidak penting darinmereka, suka pada gitu kalau belum puas mencari tahu." Rayu Ayshila tanpa menghiraukan tatapan aneh dari beberapa pasang mata
__ADS_1
Bukan Ayshila tidak ingin putrinya akrab dengan kerabatnya dari kota lain, memiliki suami yang berstatuskan seorang pengusaha sukses rupanya menimbulkan rasa iri dan cemburu di hati mereka, sampai masalah yang menimpa si bungsu kembali di ungkit padahal jelas dirinya sudah berkali-kali mengingatkan.
Qiara yang pasrah memilih naik ke lantai atas bersama Neta dan Sandra, tidak lupa Erzhan yang semula tengah asyik bermain di halaman samping ikut di bawa pergi.
.
.
.
Di dalam kamar, segala pertanyaan yang menganjal di hati sahabat dan teman dekat putri bungsu Rafindra tersebut akhirnya keluar.
Tidak jauh berbeda dengan Sandra yang ikut mendengarkan, sebab peran mereka sama yaitu melindungi gadis cantik itu.
"Kalau di biarkan makin ngelunjak ya, Taa?" Kekeh Sandra antara gemas dan pusing dalam waktu bersamaan.
"Aku tuh padahal awalnya cuma mau ketemu Abang. Tapi pas sampai sini, malah lain lagi ceritanya."
"Berasa lagi di introgasi tahu ngga," sahut Neta tertawa lepas.
__ADS_1
"Untung ngga kelepasan ya kita, bisa bahaya kalau semuanya jadi kacau dalam sekejap mata."
Tidak ada yang terucap dari mulut Qiara selama dua anak manusia yang terlihat kesal di hadapannya tersebut masih saja mengeluarkan unek-unek mereka.
Sementara Erzhan hanya duduk diam seraya memeluk erat leher sang Mommy, seolah enggan melepaskan.
Kabar mengenai kembalinya Qiara keluar negri masih terdengar asing di telinga anak tampan itu, bagaimana keadaannya nanti setelah berpisah jarak dan waktu yang tidak tahu sampai kapan.
Qiara merasakan pelukan Erzhan semakin kuat di lehernya, ada perasaan tidak biasa menyelimuti hatinya kala gumaman-gumaman kecil anak tampan itu bisa di dengarnya.
"Kalau Mommy Qiara pergi, nanti Abang sama siapa?"
Satu kalimat pertanyaan Erzhan dengan suara bergetar lirih membuat hati Qiara mencelos sakit, belum terbesit dalam pikirannya meninggalkan putra sahabatnya itu.
Mendadak perasaan Qiara campur aduk, antara ingin tetap melanjutkan usahanya di negri orang bersama Neta atau memilih tidak pergi dan memulai bisnis lain di negara sendiri.
"Abang mau ikut Mommy?"
๐๐๐๐๐
__ADS_1