Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 172


__ADS_3

Masih adakah yang mengingat Sandra?


Si mantan istri yang kepulangannya ke negara asal karena terlalu percaya dengan kebohongan yang kedua orang tuanya lakukan.


Sempat tinggal di Kediaman Rafindra hampir satu bulan lamanya saat Qiara pergi liburan bersama Faraz, kemudian berpindah tinggal di Kediaman Bramantya hanya karena kedua belah pihak keluarga sepakat tidak ingin adanya pertengkaran antara istri sah dan mantan istri.


Tidak adanya kabar apakah wanita cantik itu sudah kembali lagi ke negara asing atau masih berada di negara asal, mengingat Tuan dan Nyonya besar Bramantya selaku pihak yang bertanggung jawab menjadi rumah bagi Sandra, hanya diam tanpa memberitahu apa-apa.


Qiara sendiri pun hampir lupa jika masih ada seorang ibu kandung yang mungkin tengah merindukan anaknya, tetapi sekedar memberi kabar terlebih dahulu rasanya masih ragu dan kaku. Mengingat hubungan persahabatan mereka sempat renggang hanya karena menyukai pria yang sama.


Faraz tidak pernah mencari tahu kabar mantan istrinya tersebut, meski ada rasa kasihan timbul di hatinya kala mengetahui alasan kepulangan wanita itu. Belum lagi, sekarang di antara mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa kecuali sesuatu yang bersangkutan dengan anak mengharuskan mereka kembali berkomunikasi.


Meski tidak bertatap muka secara langsung, hanya lewat sambungan telefon. Bukan berarti Faraz sesuka hati menghubungi mantan istrinya tersebut, jelas ada Qiara menemaninya sembari ikut mendengarkan apa saja yang mereka bicarakan.


Tidak jarang, Qiara sampai merajuk hanya karena mendengar obrolan mereka seputar menceritakan tumbuh kembang Erzhan.


Lebih tepatnya, hanya Sandra lah yang banyak bicara dan bertanya apapun itu. Kadang dia sering melupakan statusnya yang bukan lagi istri dari Ayah kandung sang putra.

__ADS_1


Namun begitu, di balik kekesalan Qiara terhadap mantan suami istri tersebut. Ada rasa tidak tega melihat bagaimana perjuangan mereka untuk meyakinkannya jika di antara mereka tidak ada lagi yang perlu di perbesar masalahnya. Semua murni karena urusan anak semata. Jika pun ada yang perlu di bahas, sudah pasti Qiara ikut andil dalam obrolan mereka.


Mau tidak mau, suka tidak suka. Pendapat atau keputusan yang Faraz ambil tetap memerlukan persetujuan sang istri tercinta.


Seperti yang terjadi sekarang ini.


Dimana Sandra baru saja memberitahu perihal keberangkatannya nanti sore menuju tempat yang menjadi rumah ternyaman untuk dia pulang sembari merenungkan setiap kesalahan yang pernah dia lakukan di masa lalu.


Wanita itu meminta ijin agar di perbolehkan membawa Erzhan pergi keluar jalan-jalan, sebelum dia pergi meninggalkan kota kelahirannya.


Tidak melalui sambungan telefon, hanya lewat pesan singkat di kirim Sandra pada mantan suaminya tersebut. Berharap keinginannya di kabulkan, walau mungkin hanya dalam waktu singkat.


.


.


Pasangan suami istri itu, tengah duduk saling berhadapan guna membahas permintaan Sandra untuk mengajak Erzhan keluar jalan-jalan.

__ADS_1


Jika tidak salah ingat, Qiara sempat membaca waktu yang Sandra tentukan untuk menjemput Erzhan kurang lebih tersisa dua puluh menit.


Faraz masih setia menunggu keputusan istrinya, apapun itu akan menjadi keputusannya juga. Sebab, peran Qiara jauh lebih besar jika sudah bersangkutan dengan putra kesayangan mereka.


"Cuma satu jam kan?" tanya wanita itu pada suaminya yang hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Boleh, tapi ada syaratnya."


Qiara masih saja khawatir dengan kehadiran Sandra, bagaimana jika sahabatnya itu nekat membawa kabur Erzhan.


Dan Faraz tahu betul seperti apa perasaan istrinya, terlebih sekarang ada malaikat kecil di rahim wanita kesayangannya itu yang harus ia jaga selain Erzhan.


"Ikut sertakan Neta pergi bersama mereka boleh?" Tanya Qiara meminta ijin


"Aku nya khawatir, Dad." Imbuhnya


Pria itu tersenyum hangat sembari mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Boleh. Selagi itu membuat Mommy tenang, aku ngga akan protes. Semua ikut keputusan Mommy saja."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2