Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 121 ~ Acara Pertunangan


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


What?


"Tunggu dulu, kalian barusan ngomong apa?" kaget Qiara sungguh di luar perkiraannya.


"Acara pertunangan?" tanyanya.


Semua anggota keluarga termasuk Erzhan mengangguk pelan seraya tersenyum manis.


Qiara tercengang masih belum percaya dengan apa yang sudah di rencanakan oleh keluarganya sendiri, tanpa bertanya apakah dia setuju atau tidak.


"Kalian bahkan sudah mendekorasi tempat ini dari jauh-jauh hari?"


Lagi-lagi Qiara hanya melihat anggukan kepala dari semuanya.


"Oh Astaga .... Tidak bisakah kalian memberiku waktu berpikir?"


"NO!" jawab semuanya bersamaan membuat kepala Qiara serasa ingin pecah.


Di Vila yang sebelumnya menjadi pilihan mereka untuk berlibur harus gagal total hanya karena Anne dan Baba tidak bisa mengendalikkan sikap mereka pada Qiara.


Dan sekarang berada di Vila keluarga nyatanya jauh lebih mengerikan dibandingkan bertatap muka dengan Anne dan Baba.


Qiara mendadak teringat akan reaksi Sandra jika tahu pria tampan yang entah sudah berubah statusnya atau belum, malah akan bertunanagan dengannya tepat besok siang.


Ingatkan Qiara jika keputusannya sewaktu berada di Apartement milik sahabatnya sudah pasti, yaitu akan menyetujui permintaan Sandra apapun yang terjadi.


Tapi bukan dengan waktu secepat ini, tiba-tiba mengadakan acara pertunangan di usianya yang sebentar lagi menginjak 19 tahun, bukankah tidak kecepatan atau memang sengaja di rencanakan.


Kini kedua mata Qiara menatap penuh selidik ke semua anggota keluarganya termasuk si cantik Neta yang sudah bersembunyi di balik dada bidang Zaidan saking takutnya pada amukan gadis itu.


"Hebat banget rencana yang kalian atur sedemikian rupa tanpa aku tahu hampir sempurna," sindir Qiara dengan tatapan mata tajam.


"Aku bahkan tidak tahu sejak kapan Papi dan Mami jadi suka berbohong sekarang?"


"Oh, masih ada ketiga kakak kembar yang paling aku sayang."


Glek


Baik si kembar maupun Tuan dan Nyonya besar Rafindra saling pandang dengan mulut tertutup rapat.

__ADS_1


Memang rencana pertunangan si bungsu kesayangan mereka sengaja tidak di beritahu, mengingat karakter Qiara yang bar-bar serta keras kepala sangat susah di atur.


Jika sudah begini, mau tidak mau gadis cantik itu harus setuju meski dalam keterpaksaan sekaligus.


"Dengarkan dulu penjelasan kami," rayu Nyonya Ayshila pada putri cantiknya.


"Papi dan Mami hanya ingin melakukan yang terbaik untuk mu, sayang." Ujarnya seraya mendekat ke arah putri kesayangannya tersebut


"Adek pasti bingung kan?" tebak Nyinya Ayshila melihat raut wajah tidak bersahabat si bungsu.


Memang Sandra lah yang mengusulkan agar Faraz segera melakukan acara pertunangan dengan sahabat baiknya itu sebelum putusan dari pengadilan tentang perceraiannya keluar.


Sehari setelah Qiara dan Faraz bertemu dengan Sandra untuk membahas masalah yang terjadi, rupanya Tuan dan Nyonya besar Bramantya langsung turun tangan menangani permasalahan yang sengaja di timbulkan kedua orang tua dari menantu mereka tersebut.


Proyek besar yang sebelumnya di ambil alih oleh Tuan Irlan dengan sang istri yang menjadi penanggung jawab berjalannya rencana pria itu mendapat ancaman keras dari Tuan Rasya sendiri.


Banyak kerugian yang perusahaan Bramantya alami sampai mengancam beberapa proyek lainnya ikut gagal di bangun semenjak mengetahui kelicikan Tuan Irlan sebagai dalang hancurnya putaran modal awal berlangsungnya pembangunan.


Nyonya Kamila sampai menagis histeris seraya memohon belas kasihan pada pasangan suami istri tersebut agar berhenti mengusik ketenangan keluarganya.


Adapun istri dari Tuan Irlan hanya diam saja tanpa berani membuka suaranya, padahal jelas wanita itu tahu seburuk apa sikap suaminya pada keluarga menantunya.


Kedua orang tua Sandra tidak bisa melakukan apapun, selain menyetujui perjanjian kedua belah pihak yang mengatakan jika selepas putusan dari pengadilan keluar.


Maka tidak ada lagi hubungannya dengan mereka, termasuk Sandra yang sengaja akan di kirim keluar negri berada jauh dari kedua orang tuanya.


Tuan Irlan beserta istrinya hanya bisa menerima nasib kurang beruntung dengan cara bertobat dan berjanji tidak akan lagi melakukan sebuah kejahatan terhadap orang lain.


Sungguh baik bukan, Tuan Rasya dan Nyonya Kamila pada besan mereka. Tidak hanya di maafkan tapi masih di beri uang dan tempat tinggal berada di pinggiran kota, sebagai hukuman dan merenungkan kesalahan.


Dan sekarang yang perlu di lakukan anggota keluarga Rafindra terutama Nyonya Ayshila yaitu meyakinkan si bungsu kesayangan agar mau bertunangan pada esok hari sebelum waktu makan siang.


"Aku di jebak oleh keluarga ku dan teman dekat ku sendiri," kekeh si cantik dengan pandangan mata yang mengunus tajam ke arah semuanya.


Tidak jauh berbeda dengan Faraz yang sejujurnya tidak tahu akan rencana yang sudah di buat hampir 90% tersebut.


Ia yang kaget tentunya merasa ini sangat mustahil berjalan dengan sempurna, terlalu banyak menaruh harapan bukannya tidak baik untuk kesehatan mentalnya yang nyaris rusak.


Terpaksa menikah hanya karena sudah melakukan hubungan terlarang di malam yang sukses membuat dunianya hancur dalam sekejap mata, Faraz tidak ingin berharap banyak pada kenyataan yang kini berada tepat di depan matanya.


Dulu sewaktu bersama Sandra, tidak sekalipun jantung Faraz berdetak kencang seperti yang ia rasakan sekarang.

__ADS_1


Melihat tatapan mata teduh Qiara bagai penenang hati dan pikirannya dari banyaknya masalah, seakan Tuhan begitu baik padanya.


Bisakah aku meminta lebih dari sekedar bertunangan? Tanya Faraz dalam hati


Ingin rasanya ia meminta Qiara untuk memeluknya walau sesaat, namun itu mustahil terjadi bila masih sayang pada nyawanya sendiri.


.


.


.


"Daddy dan Mommy kenapa diam-diam?" tanya Erzhan membuyarkan lamunan semua orang.


"Abang tuh senang banget loh, akhirnya bisa tinggal serumah bareng Mommy Qiara."


"Ish, belum boleh Abang sayang." Protes Neta dengan kedua tangan melipat di dada


Anak tampan itu sampai menatapnya kebingungan, apanya yang belum boleh.


"Masa sih? Katanya besok udah mau tunanngan, bentar lagi juga nikah dong. Iya kan?" tanyanya pada Qiara dan Faraz yang menggaruk kepala tidak gatal.


"Itupun kalau Mommy Qiara setuju," jawab Neta sengaja ingin menjahili Erzhan.


Tatapan anak tampan itu seolah meminta penjelasan Mommy kesayangannya.


"Mommy setuju kan?" tanya Erzhan dengan kedua mata berkaca-kaca.


Ia yang sejak lahir sudah kehilangan perhatian dan kasih sayang dari ibu kandungnya, sangat bergantung pada putri kesayangan Tuan besar Rafindra tersebut.


Qiara yang sejujurnya masih belum percaya dengan apa yang tengah dia alami sekarang, merasa tidak tega bila mengabaikan Erzhan begitu saja.


"Menurut Abang gimana?" tanyanya balik pada anak tampan itu.


"Kok tanya Abang?" heran Erzhan semakin bingung.


Tatapan mata polosnya membuat Qiara gemas dan berakhir mencium kedua pipinya tanpa ampun.


"Mommy setuju-setuju ajah, tapi ngga janji kalau pas nikah jawabannya masih sama atau berbeda."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


__ADS_2