
๐น๐น๐น๐น๐น
Hampir seminggu lamanya, Tuan dan Nyonya besar Bramantya meminta untuk bertemu dengan sang cucu kesayangan. Tetapi Faraz justru bersikap acuh terhadap kedua orang tua kandungnya tersebut.
Nyonya Kamila tidak hanya memaksakan kehendaknya pada sang putra, melainkan hampir setiap ada kesempatan wanita yang masih tetap cantik di usianya yang tidak lagi mudah tersebut mencari gara-gara pada Sandra.
Ada saja masalah yang timbul setiap kali pasangan anak menantu dan ibu mertua itu bertemu tanpa sepengatahuan Faraz.
Seperti yang terjadi sekarang ini, beberapa pengunjung menjadi saksi betapa tidak baiknya perlakuan Nyonya Kamila terhadap menantunya sendiri.
"Mama ajak aku ketemuan cuma buat ngelakuin ini?" tanya Sandra lirih seraya memperhatikan area sekitar.
"Aku salah apa sama Mama, hmm?"
Nyonya Kamila tersenyum sinis, tidak ada perasaan sayang atau kasihan melihat istri sekaligus ibu dari putranya bersama sang cucu kesayangan hampir dua tahun belakangan.
Rasa sakit hati dan kecewa mengetahui sebuah fakta paling menyakitkan dalam hidupnya, bukanlah sesuatu yang bisa di katakan masalah sepele. Tidak ada yang bisa mengembalikan nyawa seseorang, itu juga menjadi alasan Nyonya Kamila menjadi seperti sekarang.
๐น
Dua tahun yang lalu.
#Flasback
.
.
Sandra merasa bahagia akhirnya semua harapan yang selama ini dia impikan tercapai.
Memiliki seorang putra yang kini menginjak usia tiga tahun semakin menambah kebahagiaan dalam hidupnya sebagai istri dari seorang pengusaha muda dan sukses.
Faraz yang dulunya terlihat cuek bahkan hampir tidak pernah menghiraukannya, justru berbanding terbalik semenjak hadirnya seorang anak laki-laki tampan dan pintar di antara mereka.
Si kecil yang memiliki nama lengkap Erzhan Putra Bramantya dan sering di panggil dengan sebutan Abang tersebut berhasil merebut perhatian dan kasih sayang Faraz, tidak ada kebahagiaan paling besar selain hadirnya anak tampan itu.
Semua anggota keluarga besar Bramantya tampak sangat bahagia terutama seorang wanita cantik berusia 35 tahun bernama Ranila Erlin Bramantya.
Wanita cantik yang sering di panggil Mimih Erli oleh si kecil Erzhan merupakan satu-satunya orang paling antusias ketika bertemu dengan sang keponakan.
Rumah utama akan sangat ramai jika Ranila sudah datang, ada saja kekonyolan yang dia timbulkan menjadi hiburan semua anggota keluarga di kala tengah berkumpul.
Faraz dan Sandra bagai pasangan suami istri seperti pada umumnya, sering membicarakan banyak hal seputar keseharian putra mereka yang semakin pintar dan aktif.
Akan tetapi, wanita cantik itu memiliki sifat pendiam dan jarang bicara kepada orang lain kecuali suaminya sendiri.
Seperti halnya ketika bertemu Ranila, selalu ada perdebatan antara keduanya hanya karena saling berebut mengasuh si kecil Erzhan.
__ADS_1
Meski Faraz tidak pernah melarang Sandra bertemu putranya, tetapi ada beberapa hal yang memang sampai detik ini sengaja pria itu lakukan, agar istrinya tidak semena-mena terhadap anggota keluarga lainnya.
๐น
Ceklek
Pintu bercat putih di buka Sandra dengan perlahan, tampak seorang pria tampan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dengan rambut setengah basa keluar dari kamar mandi.
"Kamu biarkan Aunty Ranila membawa Erzhan pergi bersamanya?" tanya wanita itu langsung.
Kaki jenjangnya melangkah masuk ke dalam kamar tanpa permisi.
Melihat sang istri yang masuk tanpa mengetuk pintu dahulu, membuat Faraz kesal dan tanpa sengaja membentaknya.
"Apa kamu tidak punya sopan santun?" teriaknya lumayan keras dengan kedua mata menatap tajam ke arah pintu.
Tindakannya jelas mengagetkan wanita cantik yang berdiri tidak jauh dari posisinya berada.
"Kamu membentak ku?" Sandra terlihat syok dengan apa yang barusan dia alami.
"Hanya karena aku tidak mengetuk pintu sampai kau tega membentak ku?" ulangnya bertanya.
Tidak mau adanya perdebatan membuat Faraz bungkam seolah tidak ada yang terjadi.
Pria itu keluar dari kamar setelah berpakaian, meninggalkan Sandra yang masih syok akibat ulahnya.
Tidak menyangka seorang Sandra yang hampir tidak pernah mengeluh apalagi sampai mengumbar AIB rumah tangganya sendiri, justru menceritakan semuanya pada Mama dan Papa nya.
Entah bagaimana reaksi pasangan suami istri tersebut ketika mendengar cerita sang putri, karena yang jelas dari situlah awal mula timbulnya masalah demi masalah tanpa di ketahui apa penyebabnya.
Seluruh anggota keluarga Bramantya merasa terancam dengan adanya teror maupun kejadian tidak pernah mereka duga akan di alami.
Adapun wanita cantik yang merupakan Bibi kesayangan si kecil Erzhan mendadak di beritakan mengalami sebuah insiden tidak terduga sewaktu melakukan perjalanan bisnis keluar negri bersama salah satu orang kepercayaan keluarga Bramantya.
Kabar yang beredar hampir memenuhi seluruh media masa tidak lagi terelakkan, semua berasumsi ada yang sengaja melakukan konspirasi di tengah pencapaian keluarga Bramantya.
Betapa terpukulnya mereka kala menerima kabar atas kematian Ranila Erlin Bramantya sewaktu melakukan perjalanan bisnis keluar negri.
Dari kejadian na'as itu juga sampai menyebabkan renggangnya hubungan antara Faraz dan Sandra hanya karena wanita cantik itu menjadi salah satu tersangka atas kematian Bibi Erli kesayangan si tampan Erzhan.
Meski belum tahu pasti kebenarannya seperti apa, bukan tidak mungkin keluarga Bramantya sengaja menjaga jarak dengan kedua orang tua Sandra.
Hubungan yang terjalin lumayan lama di antara mereka telah berhasil menimbulkan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Hal itulah menyebabkan Erzhan tidak lagi percaya dengan siapa pun kecuali sang Daddy Faraz.
#Falsback Off
__ADS_1
***
Lamunan Nyonya Kamila langsung buyar kala merasakan tepukan lumayan kuat di bagian pipinya.
"Mama kenapa?" tanya Sandra khawatir.
"Apa Mama tidak enak badan?"
Nyonya Kamila menggeleng pelan tanpa senyuman.
"Tidak perlu sok perhatian, kamu hanya menambah kekesalan di hatiku saja." Ucapnya ketus hendak bangun dari tempat duduk namun suara lirih Sandra berhasil menahannya
"Aku tahu apa yang Mama pikirkan barusan," sahut wanita cantik itu dengan nada bergetar siap menumpahkan air mata.
"Mama boleh membenciku, tapi percayalah bukan aku pelakunya."
Sandra belum hilang rasa sakitnya akibat tuduhan Faraz tempo hari dengan masalah yang sama persis, tetapi sekarang rasa sakitnya jauh lebih dahsyat menusuk tajam jantungnya.
"Aku pergi," tegas Nyonya Kamila tanpa menghiraukan tatapan banyak orang yang melihat ke arah mereka.
"Ingat, jangan sampai pertemuan kita di ketahui Faraz. Tentu kamu lebih tahu akhirnya seperti apa bukan?"
Dengan langkah sombong, Nyonya Kamila meninggalkan Restaurant yang menjadi tempat mereka bertemu.
Sandra terduduk diam seraya menahan sesak dalam dadanya, begitu banyak masalah yang dia hadapi tanpa ada habisnya.
"Sesulit itukah meyakinkan mereka jika bukan aku pelakunya? Bukan." Gumamnya lirih
Cairan bening jatuh membasahi kedua pipinya yang tanpa sadar masih berada di tempat umum dan menjadi bahan tontonan.
Beruntung tidak ada pihak yang mengabadikan kejadian beberapa menit lalu ke dunia maya, bisa hancur reputasi keluarga Bramantya andai semuanya terkuak keluar.
Sandra memilih pulang ke Apartement setelah menunggu jemputan dari saudara tirinya yang kebetulan tengah berada di sekitar Restaurant.
Di dalam mobil, seorang pria yang merupakan adik tiri Sandra mengajukan beberapa pertanyaan. Tetapi semuanya nihil tidak ada satupun di jawab wanita cantik itu.
"Mau sampai kapan hidup mu begini?" kesal Adrian rasanya ingin menurunkan Sandra di tengah jalan.
"Pernikahan mu bagaimana? Jangan bilang tidak ada penyelesaian lagi seperti dulu?"
"Bukan urusanmu," ketus Sandra mendadak pusing bila terus meladeni pertanyaan adik tirinya tersebut.
Adrian tidak mau berhenti sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.
"Kamu jangan harap bisa pulang ke Apartement sebelum menjawab semua pertanyaan ku!" ancamnya pada Sandra yang terlihat kedua matanya melotot sempurna.
๐๐๐๐๐
__ADS_1