Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 192


__ADS_3

Tahun berganti.


Tidak terasa usia ketiga anak kembar kesayangan semua anggota keluarga baik Bramantya maupun Rafindra itu nyatanya sudah menginjak usia 3 tahun lebih.


Tuan muda kecil Bramantya yang bernama lengkap Erzhan Putra Bramantya pun kini sudah menginjak usia 10 tahun. Hanya tersisa dua tahun lagi anak tampan itu akan memasuki sekolah menengah pertama.


Jangan di tanya sebesar apa tugas yang harus Qiara jalani selama memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sampai anak-anaknya bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan dari orang lain termasuk dirinya.


Wanita itu melarang adanya campur tangan dari pengasuh dalam membesarkan ke empat buah hatinya, memilih turun tangan langsung adalah pilihannya sebelum kembali menjadi seorang wanita karir.


Keputusan Qiara tentu ada campur tangan dari suami tercinta, sebab pria tampan yang semakin tampan di usianya yang memasuki kepala tiga itu nyatanya lebih senang jika istrinya lah yang bertanggung jawab terhadap anak-anak mereka.


Faraz semakin punya banyak waktu luang semenjak Qiara memutuskan untuk fokus mengurus segala kebutuhan keluarga kecil mereka.


Tidak jarang, setiap akhir pekan ia akan mengajak istri dan anak-anaknya liburan ke berbagai tempat yang belum pernah mereka kunjungi.


Jauh dari pertengkaran yang pastinya selalu perkara yang sama, yaitu kehadiran si masa lalu. Meski pada kenyataannya itu hanya alasan Qiara untuk menguji seberapa kuat dan sabar Faraz menghadapi sikapnya yang terbilang jauh dari batas normal.

__ADS_1


Kehidupan rumah tangga pasangan suami istri itu pun sudah pasti ada ujian dan masalah yang biasa di alami oleh pasangan suami istri pada umumnya.


Seperti yang terjadi saat ini. Dimana kesabaran Qiara kembali lagi harus di uji oleh tingkah si kembar dan suaminya.


Ada saja kenakalan yang sering membuat wanita cantik itu kesal, namun tidak bisa marah pada anak-anaknya.


Beruntung masih ada Erzhan sebagai penenangnya jika Faraz tidak bisa melakukan apa-apa karena posisi pria itu berada di antara pilihan yang sulit.


Di bucinin sama anak perempuan satu-satunya membuat Faraz kadang pusing sendiri menghadapi istrinya yang juga ikutan merajuk di waktu bersamaan.


"Adek geseran ih," kesal Qiara meminta putrinya agar berpindah tempat.


"Mom, ngalah dulu napa cih. Adek masih mau peyuk Daddy," protes si cantik masih betah memeluk erat leher Faraz.


"Ngga mau, ini suami Mommy loh, Dek."


Qiara tetap meminta putrinya berpindah tempat. Sudah cukup dari semalam dia mengalah tidak memeluk suaminya yang sudah di kuasai oleh si bungsu kesayangan semua orang tersebut.

__ADS_1


Melihat istrinya hendak pergi saking kesalnya tidak bisa mengalahkan sang putri tercinta, mau tidak mau Faraz akhirnya merayu si bungsu agar memberi ruang untuk Mommynya.


"Adek masih mau peyuk, ih." Rengek anak gadisnya dengan kedua mata sudah berkaca-kaca


Faraz tidak tega, namun ia pun merasa bersalah sudah membuat salah satu bidadari cantiknya merajuk.


"Adek sama Abang Er dulu ya, kasihan Mommy." Bujuknya yang masih tidak di hiraukan oleh si bungsu


"Memangnya Adek tega gitu, lihat Mommy nangis?"


Gadis kecil itu langsung menggeleng cepat, membuat Faraz tertawa geli melihat putrinya hendak menyusul Qiara.


"Mommy, anan ambek dong." Teriaknya menggema di ruang tengah


Qiara sontak mengehentikan langkah kakinya sembari tersenyum penuh kemenangan tanpa sepengetahuan sang putri yang kini sudah berdiri tepat di belakangnya dengan satu tangan menahan bajunya.


"Maaf, Adek salah. Mommy boweh peyuk Daddy, angan angis dong." Rayu si bungsu memperlihatkan wajah imutnya yang menggemaskan

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2