Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 135 ~ Nunggu Calon Suami


__ADS_3

Tiga jam kemudian.


Qiara dan Neta akhirnya tiba di Indonesia setelah kurang lebih empat jam lamanya mereka berada di dalam pesawat.


Tidak ada yang menyambut kepulangan mereka di bandara, sebab permintaan dari Tuan besar Rafindra yang mengatakan agar sang putri kesayangan tidak boleh menjadi pusat perhatian selama berada di luar.


Qiara yang kini resmi statusnya di umumkan ke media, tentu banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab ingin menanfaatkan situasi yang ada.


Beruntung gadis cantik yang bersamanya selalu siap siaga menjaga keamanan Tuan putri Rafindra tersebut.


"Mau langsung pulang atau mampir dulu di tempat jajanan pinggir jalan?" tanya Neta sekaligus menawarkan jalan-jalan sebentar.


"Kan, disana ngga bisa jajan." Imbuhnya


Qiara tampak berpikir sebentar, masih ada rasa kesal di hatinya karena gagal membeli jajanan kesukaannya sewaktu masih di negara asal teman dekatnya tersebut.


"Tapi ngga ada makanan yang sama persis dengan yang sering kita beli, Taa." Rengeknya dengan kaki sengaja di hentak-hentakkan ke tanah


Neta membuang nafas kasar, begini resiko ngasuh si bayi manja kesayangan Tuan besar Rafindra. Kalau maunya ngga di turuti, sampai lumutan ngajak jajan di tempat lain jangan harap kalau gadis cantik itu bakal mau.


Tidak ingin membuang waktu percuma, mereka langsung pulang ke kediaman Rafindra sebelum jam makan siang tiba.


Kebetulan Qiara menerima telefon dari Erzhan yang mengatakan jika anak tampan itu beserta Daddy nya ingin mengajak sang Mommy untuk makan siang di dekat perusahaan.


Tentu saja Neta akan ikut bersama mereka, jangan harap gadis itu setuju membiarkan calon adik iparnya tersebut hanya pergi bertiga dengan Erzhan dan Faraz.


.


.


Mobil yang Neta kendarai akhirnya tiba di kediaman Rafindra, bertepatan dengan mobil milik Zaidan yang langsung masuk ke dalam garasi samping rumah.


Jangan tanya seheboh apa penghuni rumah mewah tersebut, sebab kedatangan Qiara nyatanya sudah di nanti sejak pagi.

__ADS_1


"Cantiknya Mami akhirnya pulang juga," teriak Nyonya Ayshila yang berlari pelan kearah mobil dimana sang putri belum juga turun.


"Jangan lari-lari, Mih." Tegur Tuan Rafin pada istri kesayangannya tersebut


Qiara hanya bisa menatap malas kedua orang tuanya secara bergantian.


Belum juga hilang kekesalannya, justru harus menyaksikan perdebetan Papi dan Maminya hanya karena masalah sepele.


"Adek kan, baru datang. Ngapain harus pergi lagi?" omel Nyonya Ayshila tidak setuju putrinya makan siang di luar bukan dengan keluarga di rumah.


"Faraz sudah minta ijin sama Papi barusan, sayang." Ucap Tuan Rafin menyampaikan keinginan calon menantunya tersebut


Namun, sepertinya wanita cantik itu masih tetap pada keputusannya. Tidak akan mengijinkan sang putri pergi makan siang di luar apapun alasannya.


Qiara yang lelah, memilih naik ke lantai atas menuju kamar miliknya bersama Neta tanpa menghiraukan panggilan sang Mami.


Setibanya di lantai atas, semua masih tampak seperti awal gadis cantik itu meninggalkan tempat ternyamannya yaitu kamar dengan nuansa hitam dan putih.


"Yakin ngga jadi makan siang di luar?" tanya Neta kembali memastikan keputusan Qiara.


Gadis itu hanya mencoba jadi penengah.


"Aku tanya Abang dulu kalau gitu," sahut Qiara dengan wajah lesuh.


Kontak yang tertulis si kecil tampan kesayangan langsung muncul di layar ponsel.


Baru di dering pertama sudah tersambung, namun bukan Erzhan yang menjawab.


[Hallo, sayang]


[Maaf, Abang barusan keluar bersama Tara. Ponselnya ngga di bawa]


Qiara hanya tersenyum seolah pria tampan itu bisa melihatnya.

__ADS_1


"Ngga apa-apa, lagian mau Abang atau Daddy nya sama ajah."


[Yakin sama ajah? Perasaan selalu Abang yang kamu cari, bukan aku]


"Untuk hari ini pengecualian, aku ngga mau berdebat."


[Ok, mau bilang apa?]


"Makan siang di luar kayaknya ngga bisa."


[Kenapa?]


"Ngga di kasih ijin sama Mami, katanya baru pulang masa keluar lagi."


[Ya udah, ngga apa-apa. Lagian kamu baru sampai]


"Gimana kalau makan siang di rumah ajah. Sekalian aku mau kasih hadiah ke Abang."


Faraz langsung mengiyakan sebelum sambungan telefon berakhir.


.


.


Beberapa menit kemudian, Neta mengajak calon adik iparnya turun ke lantai bawah.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan, hanya tinggal menunggu kedatangan Erzhan dan Faraz.


Tuan Rafin menatap penuh arti kearah putri kesayangannya yang tersenyum sembari melihat ponsel.


"Lagi nunggu calon suami ya, Dek?"


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


Maaf ya kalau alur ceritanya kurang ngena, lagi mumed otak susah mikir jernih.๐Ÿ˜ด


__ADS_2