
๐น๐น๐น๐น๐น
Hari-hari selanjutnya di lewati Qiara tanpa sosok Erzhan terasa sepi dan membosankan, padahal hampir tiap kali anak itu memiliki waktu luang pasti langsung mengabari sang Mommy di sela kesibukannya sekolah, kursus dan kegiatan lainnya.
Sengaja Faraz membuat sang putra lebih sibuk dengan hal-hal positif namun tetap mengutamakan kesehatan dan kenyamanan Erzhan tanpa melibatkan sosok ibu kandungnya, meski beberapa kali Sandra memohon agar di beri kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan anak mereka.
Kejadian sewaktu di kediaman Rafindra masih sangat membekas di ingatan Faraz, bagaimana sikap buruk Sandra membuat harga dirinya sebagai seorang suami menjadi taruhan.
Tidak lagi berada dalam satu atap yang sama, bukan berarti pria itu lepas tanggung jawab begitu saja pada istrinya. Memang hubungan pernikahan di antara mereka tidak bisa lagi di katakan baik-baik saja, adanya masalah yang rumit menjadi benteng pemisah dan mungkin sangat kecil harapan bisa kembali seperti awal mereka menikah.
๐น
#Lantai Dua
.
.
.
Setengah jam yang lalu, Faraz sengaja meminta Bibi pengasuh menggantikan pakaian Erzhan sebelum waktu makan siang tiba.
Erzhan yang belum ada sepuluh menit tiba di rumah, langsung menurut saja kala wanita berusia hampir setengah abad itu membantunya bersiap.
Tampak jelas raut wajah bahagia sang Bibi membuat anak tampan itu penasaran.
"Bibi kenapa senyum-senyum?" tanya Erzhan menatap penuh selidik wanita baya di hadapannya tersebut.
"Tidak ada Tuan kecil," jawab Bibi pengasuh sembari merapikan tatanan rambut anak itu.
__ADS_1
Erzhan masih penasaran, ia tidak akan keluar dari kamar sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.
"Bibi ngga nyembunyiin sesuatu dari Abang, kan?"
"Mana ada Tuan kecil," elak wanita baya itu berbohong.
"Aneh banget loh, Bibi senyam senyum macam kayak orang baru habis menang undian ajah." Kekeh Erzhan seraya menatap lekat kedua mata wanita baya tersebut
"Lebih tepatnya dapat bonus dari Tuan muda," sahut Bibi pengasuh akhirnya kecoplosan.
"Hmm?" anak itu bingung mendengar perkataan sang Bibi pengasuh.
"Eee, sudah rapih dan tampan. Sebaiknya kita turun ke bawah menunggu jemputan," ucap wanita baya itu sengaja mengalihkan percakapan.
Erzhan memilih diam tanpa bertanya, mereka langsung keluar dari dalam kamar lalu menuruni anak tangga sampai ke lantai bawah.
"Mari Tuan kecil, sepertinya Tuan muda sengaja tidak turun." Ajak wanita baya itu menuntun Erzhan keluar rumah menemui Faraz
Dari arah jauh pria tampan itu langsung tersenyum melihat penampilan sang putra tercinta begitu mempesona.
"Abang ganteng, anaknya siapa sih?" goda Faraz sudah merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan putranya.
Bau wangi parfum khas anak kecil langsung memenuhi indra penciumannya, ketika tubuh mungil Erzhan sudah berada dalam gendongannya.
"Daddy ngga sibuk lagi?" tanya anak tampan itu seakan hapal jadwal kerja Daddy nya hampir setiap hari jika ia bertanya lewat si cantik Delia.
"Ngga, lagian hari ini sengaja Daddy kosongkan jadwal biar kita bisa pergi keluar jalan-jalan." Jawab Faraz dengan kekehan
"Langsung ke tempat tujuan ajah ya, Paman" titahnya pada sang sopir.
__ADS_1
Kereta mewah tersebut keluar dari halaman rumah menuju jalan besar.
Sepanjang jalan, Erzhan menceritakan banyak hal seputar apa saja yang ia lakukan di sekolah maupun ketika berada di tempat kursus.
Tidak ada nama seorang gadis cantik yang biasa anak tampan itu panggil dengan sebutan Mommy terucap dari bibir mungilnya.
Erzhan sangat pandai menyimpan perasaannya tanpa harus memberontak hanya karena rasa inginnya bertemu dengan sang Mommy Qiara.
Dan Faraz tahu itu, bahkan ia sengaja tidak memberitahu kemana mereka akan pergi sekarang. Biarlah menjadi kejutan bagi putranya, karena berhasil menahan diri untuk tidak lagi mengamuk atau bersikeras pergi menemui Tuan putri Rafindra.
๐น
Tidak sampai dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Sebuah Restaurant berada di puncak gunung menjadi pilihan Faraz mempertemukan sang putra dengan gadis cantik bernama Qiara.
Beberapa pelayan sengaja menunggu di pintu masuk guna menyambut kedatangan pasangan ayah dan anak tersebut.
Banyak pasang mata yang memperhatikan kedua pria tampan itu sampai menghilang di balik pembatas menuju privat room.
"Silahkan masuk Tuan Alfa," sambut wanita cantik yang merupakan pemilik Restaurant dengan tersenyum hangat.
"Terima kasih," ucap Faraz kemudian masuk ke dalam ruangan yang bagian depan pemandangannya menghadap ke arah lautan.
Kedua bola mata Erzhan sontak membulat sempurna dengan mulut yang menganga sedikit lebar, masih belum percaya dengan apa yang kini berada tepat di depan matanya.
"Mommy ... Mama Sandra. Kalian ngapain?"
๐๐๐๐๐
__ADS_1