Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 146


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Qiara dan Faraz sudah berjalan enam bulan lamanya.


Namun sampai detik ini, belum ada yang membahas soal hubungan mereka apakah jauh lebih dekat atau masih sama seperti biasa. Dimana Qiara cukup memberikan perhatian dan kasih sayang pada kedua pria tampan kesayangannya tersebut.


Dari mereka tidak ada yang membahas soal anak, terlebih Erzhan masih sangat membutuhkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya sendiri.


Bahkan sampai detik ini. Tidak ada yang namanya malam pertama, karena Qiara masih takut dan belum siap.


Faraz tidak banyak menuntut, ia lebih memilih fokus menemani Qiara menuju tahap pendewasaan diri. Termasuk lebih banyak sabar dalam menghadapi Erzhan yang notabennya semakin pintar dan aktif semenjak hadirnya sang istri tercinta.


Qiara berusaha menjadi sosok ibu yang baik, meski kadang kala timbul rasa kesal tiap kali Erzhan menguji kesabarannya. Namun, rasa sayangnya justru lebih besar sampai dia lupa ada para pria tampan lainnya memendam rasa iri dan cemburu saking tidak lagi di perhatikan, terutama Faraz sendiri.


Yang biasanya setiap kali Tuan besar Rafindra mengatakan rindu langsung di temui putri kesayangannya tanpa adanya drama tangisan apalagi rengekan tidak setuju dari siapapun. Kini semenjak menikah dan lebih banyak waktu berdua dengan Erzhan, jangan kan minta ijin ke supermarket sebentar tanpa membawa anak itu, hanya berbicara lewat sambungan telefon dengan sang Papi atau si kembar rasanya begitu sulit.


Erzhan benar-benar mengusai Qiara sepenuhnya, hingga Faraz sendiri pun tidak bisa melakukan apa-apa jika putranya sudah menampakkan sikap posesif terhadap istrinya.


Namun begitu, tidak perlu khawatir akan sikap putra sambung kesayangan Nyonya muda Bramantya tersebut. Ada waktu dimana Erzhan harus rela berpisah jauh dengan sang Mommy demi melanjutkan sekolah yang katanya bukan di dalam negri, tetapi di luar negri sesuai perjanjian antara anak tampan itu dengan Daddy nya.


Sewaktu masih TK dan sekarang berada di sekolah dasar (SD), memang Faraz sengaja memberikan waktu pada putranya untuk jauh lebih akrab dengan Qiara. Mengingat Erzhan begitu sulit di ajak kerjasama dalam hal apapun itu, tetapi kalau ada Mommy nya sudah pasti ia akan menuruti semua kemauan dan perintah dari Faraz.


Layaknya seorang Ibu sekaligus istri yang harus siap kapan saja bila di butuhkan oleh anak dan istrinya, tugas Qiara lumayan menguras emosi dan tenaga.


Membagi waktu sebaik mungkin antara Erzhan dan Faraz, berusaha mencuri kesempatan hanya untuk menghubungi anggota keluarganya terutama Tuan Rafindra dan Nyonya Ayshila, mencuri waktu satu jam keluar rumah demi menemui Neta dan si kembar dan masih banyak lagi yang harus Qiara lakukan termasuk mengurus beberapa bisnis kecil-kecilan yang dia kelola bersama si calon kaka ipar, Neta.


.


.

__ADS_1


Di ruang makan, tampak semua duduk tenang sembari menikmati makan malam tanpa di barengi obrolan ringan.


Rumah mewah yang biasanya hanya di huni oleh Qiara, Faraz dan Erzhan. Mendadak ramai saat kedatangan semua anggota keluarga Rafindra dan Bramantya, dengan dalih ingin makan malam bersama.


Jelas mereka punya maksud lain dan itu perihal hubungan pasangan suami istri yang baru enam bulan menjalani kehidupan berumah tangga layaknya seperti pasangan pada umumnya.


Sering timbul perdebatan walau tidak sampai melebar kemana-mana, apalagi sampai mengadukan masalah rumah tangga kepada keluarga.


Tidak ada dalam kamus Nyonya muda Bramantya, menceritakan perkara rumah tangganya pada siapa pun, selain bersikap netral dan mencari jalan keluar agar masalahnya selesai tanpa harus ada yang tersakiti.


Bohong jika Qiara mengatakan baik-baik saja, ketika di luar sana ada banyak wanita yang ingin mendekati Faraz tanpa khawatir akan resikonya. Bagi mereka selagi bisa, kenapa tidak di coba agar tahu sejauh mana kesabaran Qiara tetap bertahan meski cobaan dalam rumah tangganya mulai datang menghampiri.


Berulang kali selalu di yakinkan Faraz untuk tidak menghiraukan perkataan orang-orang yang hanya ingin merusak suasana hati Qiara, tetap saja istri cantiknya itu sangat mudah tersulut emosi dan berkhir timbul perdebatan.


Pihak keluarga memang tidak ada yang bertanya, namun mereka tahu hanya dengan melihat bagaimana Qiara bersikap seolah tengah membatasi diri lewat sikapnya yang mulai dingin.


Qiara memang senekat itu, tidak akan pernah merasa puas jika belum menghadapi langsung wanita-wanita yang hampir setiap hari mencari Faraz.


Usai makan malam, semua berkumpul di ruang keluarga sekedar bersantai sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing. Tetapi, tidak dengan Qiara yang justru memilih keluar rumah dan langsung di ikuti Faraz setelah berpamitan terlebih dahulu pada semua anggota keluarga.


Kini pasangan suami istri tersebut berada di halaman samping rumah, dimana ada sebuah taman dengan beberapa kursi panjang sebagai tempat untuk bersantai jika di malam hari atau siang hari bersama Erzhan.


Qiara sampai menghela nafas panjang, membuat Faraz yang duduk tepat di sampingnya langsung menoleh dan bertanya.


"Ada yang ingin Mommy tanyakan?" langsung pada intinya.


"Banyak," sahut Qiara tersenyum sangat manis.

__ADS_1


"Aku bahkan rencananya akan membawa mu kabur jika sampai wanita itu nekat datang ke rumah kita," kesalnya berhasil mengundang gelak tawa Faraz yang merasa lucu.


CUP


"Mommy lucu tahu kalau lagi cemburu kayak gini," kekehnya kembali mencium kedua pipi Qiara yang berakhir di bibir.


"Aku ngga pernah merespon apapun yang mereka lakukan sayang, SUMPAH."


Faraz sampai mengangkat kedua tangannya membentuk huruf V agar istri cantiknya itu percaya.


Namun, sepertinya rasa cemburu sudah mengusai Qiara sampai jeritan pria itu terdengar nyaring sembari meminta ampun.


"Mommy, jangan lagi."


"Aku tuh kesal, marah dan--"


"Cemburu sayang," kekeh Faraz menyadari istrinya malu untuk berkata jujur padanya.


"Tahu aa, pokoknya besok subuh kita liburan." Ucap Qiara tanpa banyak berpikir


Dari pada melihat seorang wanita nekat datang ke rumah dan mengaku ada hubungan dengan suaminya, lebih baik Qiara membawa kabur Faraz tanpa Erzhan pastinya.


Sementara Faraz yang semula tidak percaya akan ajakan istrinya tersebut, meraskan ada ribuan kupu-kupu tengah menari dalam hatinya saking bahagia akhirnya bisa memiliki waktu sukup berdua saja tanpa adanya sang putra kesayangan.


"Konsepnya apa nih?" tanyanya pura-pura tidak tahu.


"Apa lagi kalau bukan bulan--" Qiara tidak berani meneruskan kalimatnya yang mendadak malu dan salah tingkah.

__ADS_1


"Deal ya, kita besok liburan sekalian Honeymoon." Bisik Faraz tepat di telinga istrinya seraya menggigitnya pelan


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2