
Kabar mengenai acara pernikahan Si cantik Qiara dengan Tuan muda Bramantya menjadi topik perbincangan berbagai media.
Ada yang patah hati, mengetahui Duda anak satu itu ternyata diam-diam sudah memiliki calon istri yang ternyata berasal dari keluarga yang terhormat dan paling di segani.
Tidak jauh berbeda dengan Tuan putri Rafindra yang menjadi sorotan publik, hanya karena identitas dan parasnya yang sangat cantik mengapa justru memilih menikah dengan seorang pria yang pernah menikah, bahkan sudah memiliki anak yang tiga hari lagi tepat berusia 6 tahun.
Siapa yang akan mengira, gadis cantik yang berprestasi dengan segudang usaha yang dia rintis mulai dari bawah bersama calon kakak iparnya yang berasal dari negara asing tersebut, justru memilih calon pendamping hidup bukan seorang pria single melainkan pria berstatuskan Duda anak satu.
Mungkin sebagian orang yang menilai pilihan Qiara kurang tepat akan beranggapan keputusan gadis itu sangat di sayangkan, karena masih muda dan single tetapi harus menikah dengan pria yang pernah memiliki seorang istri lalu berpisah.
Dan, parahnya lagi. Sosok wanita cantik yang merupakan mantan istri dari pria pilihannya tersebut, tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
Terdengar gila dan konyol memang. Tapi, jangan harap ada yang berani mengusik kehidupan atau privasi Qiara ke media. Jika masih sayang dengan nyawa dan pekerjaan.
Apapun itu, akan keluarga besar Rafindra maupun Bramantya hadapi jika sudah menyangkut ketenangan Nona muda Rafindra kesayangan mereka.
.
.
Pesta besar yang minggu depan akan di adakan, nyatanya sukses membuat semua anggota keluarga besar Rafindra maupun Bramantya sibuk dari pagi hingga malam.
Kehebohan yang mereka timbulkan, sedikit mengganggu ketenangan calon mempelai pria dan wanita beserta si kecil tampan yang duduk santai di halaman samping rumah.
Mereka yang sepakat, membuat pesta pernikahan di Rumah utama Rafindra. Jelas memakan biaya yang tidak sedikit, hanya untuk momen sekali seumur hidup bagi si cantik kesayangan Tuan besar Rafindra tentunya.
Sebab, jika yang di bicarakan Tuan muda Bramantya. Maka lain lagi ceritanya, karena pria tampan itu bukan baru pertama kali baginya merasakan momen bahagia seperti itu. Meski sewaktu menikah yang pertama tidak sampai di ketahui banyak orang dan hanya orang-orang tertentu yang hadir.
Tetap saja, bagi keluarga Rafindra. Pantang mengadakan pesta yang sederhana untuk Tuan putri kesayangan mereka, walau kenyataannya itu kali kedua bagi calon mempelai pria merasakan momen paling di nanti tersebut.
__ADS_1
Dan gosip mengenai Faraz pun, nyatanya sampai terdengar di telinga Erzhan yang merenggut kesal di tengah-tengah Daddy nya dan sang Mommy Qiara.
Mengetahui tidak sedikit orang menggoda Daddy nya sampai rela menahan malu saking banyaknya anggota keluarga yang ikutan meledeknya.
Erzhan justru marah dan gemas sendiri, mengapa ia lahir begitu cepat dan gadis cantik yang sedari tadi berusaha menahan tawanya, mengapa bukan menjadi ibu kandungnya melainkan calon ibu sambung yang begitu ia sayangi.
"Daddy sih, kenapa juga waktu itu ngga bisa nahan diri." Omelnya seraya menatap tajam kearah Faraz yang tertawa geli bersama Qiara
"Abang lahirnya kecepatan sih, jadinya kayak gini nih. Rela nahan kesal walau hati pengennya mau ngamuk dan marah gitu."
Faraz semakin tertawa ketika lengan kirinya justru malah di gigit lumayan kuat oleh putra kesayangannyan tersebut.
"Daddy mana tahu, Abang. Lagian waktu itu Mama Sandra yang nekat, kenapa jadi Daddy yang salah coba?" kekehnya sembari mengusap lembut pucuk kepala anak tampan itu.
"Tapi, kalau Daddy ngga nikah dulu sampai Abang lahir ke dunia ini. Mana bisa ketemu Mommy seperti sekarang."
Erzhan tampak berpikir sejenak, mencerna ucapan sang Daddy barusan.
Faraz sampai tercengang dengan mulut yang menganga lebar, ia begiti syok dengan perkataan sang putra.
"Wah, jahara si Abang. Mau ngajak gelud?" kesalnya ingin meraih tubuh mungil Erzhan yang tergelak meminta pertolongan pada Qiara
"Mommy, lihat Daddy galak." Pekiknya lumayan kuat saking tidak tahan mendapat gigitan dari Faraz tepat di kedua pipinya yang semakin bulat
Qiara yang pusing, hanya bisa menghela nafas panjang sembari memijit pangkal hidungnya.
"Udah Kak, jangan di gigit lagi. Kasihan Abang, lihat pipinya merah gitu." Omelnya langsung mengambil alih Erzhan yang tertawa geli sekaligus senang mendapat pertolongan
"Tahu nih, Daddy. Mentang-mentang pipi Abang udah bulat kayak bakpau, main di gigit." Adunya semakin membuat Faraz gemas ingin kembali menggigitnya tapi langsung di cegah Qiara
__ADS_1
"Jangan nakal ih, Kakak bandel juga ya kalau di kasih tahu." Kesal gadis cantik itu menatap tajam kearah ci calon suami
Faraz bukannya takut, melainkan ide jahil muncul di otaknya yang akhir-akhir ini sering koslet bila sudah berhadapan dengan Erzhan dan calon istringa tersebut.
"Eh, Kakak mau ngapain?" panik Qiara hendak menjauh dari jangkauan pria itu namun hasilnya baik dia maupun Erzhan sudah berada dalam pelukan Faraz yang tertawa penuh kemenangan.
Sekali tangkap, dua kesayangannya sekaligus kini berada dalam pelukannya tanpa berniat melepaskan.
Kedua pipi Qiara menjadi sasaran utama kegemasan Faraz yang merasa lucu akan bentuknya yang chubby, tidak jauh berbeda dengan pipi Erzhan yang sama imutnya.
"Daddy ampun," jerit si kecil meminta agar di lepaskan.
"Kakak udah dong, jangan gigit lagi." Rengek Qiara rasanya ingin menangis
Gadis itu merasakan kedua pipinya kebas dan sedikit ngilu akibat jadi sasaran kegemasan calon suaminya tersebut.
Bahkan sekedar meminta pertolongan pada orang lain rasanya mustahil, sebab mereka justru sangat terhibur dengan aksi nekat Faraz.
"Kalian jahat, ngga mau tolongin Qia dan Abang." Teriak kesal si cantik kesayangan Tuan besar Rafindra yang nyaris di buat menangis
"Abang gigit balik Daddy!" titahnya pada Erzhan yang siap membalas aksi sang Daddy beberapa waktu yang lalu.
Senjata makan Tuan memang.
Faraz hanya bisa pasrah, ketika hampir seluruh bagian tubuhnya di jadikan sasaran empuk pembalasan dendam Qiara dan sang putra kesayangan.
"Jangan gigit yang itu," jeritnya pasrah merasakan ngilu akibat gigitan Qiara di bagian dadanya yang nyaris mendekati area sensitifnya.
"Habislah aku."
__ADS_1
Pria itu hanya bisa menerima nasibnya yang malang, di serbu dua orang sekaligus tanpa mau berhenti.
Timbul rasa kasihan dari semua anggota keluarga yang ikut menyaksikan drama ketiganya yang memang Faraz lah paling teraniaya.