Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 195


__ADS_3

Faraz langsung menyembunyikan kedua jagoannya di belakang tubuhnya, saat melihat si bungsu berlari mendekat sembari membawa sesuatu di tangannya.


Sebuah benda berbentuk panjang dan lumayan keras itu pun menjadi senjata Azqia untuk menghukum kedua kakaknya yang sudah berani menjahilinya.


"Adek bawa apaan?" tanya Faraz berusaha menenangkan sang putri dengan cepat membawanya dalam gendongan menuju lantai atas.


Kedua anak tampan yang semula bersembunyi di balik tubuh tinggi pria itu nyatanya sudah berlari menjauh dari jangkauan Azqia.


Sepertinya gadis kecil itu merenggut kesal, aksinya di gagalkan sang Daddy.


Hendak protes, namun urung di lakukannya setelah mendapat ciuman bertubi-tubi yang memenuhi hampir seluruh wajahnya yang bulat.


"Daddy, geli." Jeritnya memohon agar pria tampan kesayangannya dan Mommy Qiara tersebut berhenti menciumnya


"Lucu tahu, Dek. Kalau lagi marah gitu, pipinya makin bulat." Sahut Faraz masih betah mencium kedua pipi chubby milik putri kesayangannya itu


Sangat mirip dengan Qiara, tetapi hanya bagian pipi saja. Lebih dari itu, sudah pasti mirip Daddy nya.


Faraz tertawa gemas, mendapati raut wajah masam si bungsu yang sepertinya ingin melayangkan protes di bilang kedua pipinya bulat.


"Ngga boleh protes, sayang. Kan, beneran bulat pipinya. Kayak Mommy pas lagi ngambek--,"


"Au, aaa. Daddy kalau ngomong suka benar," sahut Azqia tertawa.


Gadis kecil itu tidak lagi marah seperti beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Diamnya sang putri, menjadi kesempatan bagi Faraz untuk membawanya ke kamar yang selalu menjadi tempat paling nyaman di dalam bangunan mewah tersebut.


Ceklek


Saat masuk ke dalam kamar. Terlihat Qiara tengah asyik menonton TV dengan segelas jus jeruk menemani waktu santainya.


Melihat pasangan ayah dan anak itu mulai mendekat ke arah wanita itu sembari tersenyum sangat manis, hati Qiara langsung menghangat, tidak ada lagi perasaan lelah dan kesal karena ulah ketiga buah hatinya yang sering kali menguji kesabaran.


"Mommy cantik, cuma Adek yang punya." Teriak Azqia melengking di sertai gelak tawa saat keduanya sampai di hadapan Qiara


"Kuping Mommy sakit, Dek." Qiara gemas rasanya ingin sekali menggigit habis kedua pipi putrinya itu


Faraz langsung menurunkan si bungsu, membiarkan istrinya yang mengambil alih gadis kecil itu sebelum memintanya kembali turun ke lantai bawah.


Karena lelah dan mengantuk, pria itu memilih tidur sebentar. Tidak peduli kedua bidadari kesayangannya tersebut masih asyik bercanda.


"Udah, biarin ajah Daddy tidur." Bisik Qiara sengaja mengalihkan perhatian putrinya agar tidak mengganggu waktu istirahat pria tampan kesayangan mereka tersebut


Si bungsu hanya mengangguk paham, memilih fokus menonton sebuah film lucu kesukaannya.


Sementara Qiara, meminta ijin keluar kamar sebentar guna mencari kedua putranya yang kemungkinan besar masih berada di halaman samping rumah bersama para Tuan besar.


.


.

__ADS_1


Tring


Saat pintu lift terbuka, bertepatan dengan munculnya Neta sembari menggandeng kedua anak tampan yang memintanya untuk menemani mereka naik ke lantai atas.


"Nah, itu Mommy kalian sudah datang." Seru wanita itu tersenyum


Mereka tidak jadi ke lantai atas, karena yang di cari sudah ada di depan mata.


Qiara membawa kedua putranya menuju ruang tengah, di ikuti Neta yang mengekor di belakang sembari menanyakan banyak hal.


"Adek mana, Raa?" tanya wanita itu setelah mereka tiba di ruang tengah.


"Ada di kamar, lagi nonton." Qiara menjawab tanpa melihat ke arah calon Kakak iparnya itu


Neta hanya mengangguk pelan, tidak lagi bertanya saat kedua matanya tidak sengaja bertemu tatap dengan Zaidan, calon suaminya.


Tuan muda pertama Rafindra itu, baru saja turun dari lantai atas.


Keduanya ijin keluar untuk membeli beberapa cemilan di supermarket yang jaraknya kebetulan tidak jauh dari rumah.


Sementara, Qiara dan kedua putranya justru sibuk menceritakan AIB tidak baik milik si bungsu. Hanya di waktu tertentu mereka bisa melakukan semua itu, tanpa khawatir yang mereka bicarakan ikut mendengarkan.


Suara gelak tawa milik ketiganya menggema, saat menceritakan kelakuan si bungsu, Azqia beberapa waktu yang lalu.


Mereka belum menyadari adanya orang lain yang sengaja berdiri tidak jauh dari ruangan tersebut, sengaja menajamkan pendengarannya ingin tahu apa saja yang Qiara beserta kedua putranya bicarakan.

__ADS_1


"Ckck, jadi begini kelakuan mereka kalau ngga ada Adek."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2