Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 167


__ADS_3

Tingkah aneh ketiga Tuan muda Rafindra masih sama seperti yang pernah Qiara lihat, bahkan hampir setiap hari mereka selalu menguji kesabaran Nyonya Ayshila dan Tuan Rafin.


Tidak jauh berbeda dengan Faraz, tidak ada hari tanpa membuat Qiara menahan kesal dan rasanya mau marah, saat permintaan pria itu mulai tidak bisa lagi di kontrol.


Setiap malam ada saja yang jadi perdebatan, hanya karena Faraz mengajak istri dan anaknya keluar untuk membeli jajanan khas pinggir jalan.


Bayangan berbagai menu makanan terus berputar di otak pria itu, memilih acuk dan tidak mau ambil pusing melihat raut wajah masam pasangan ibu dan anak tersebut.


"Daddy makin nyebelin tahu ngga sih, Mom?" kesal Erzhan dengan tatapan matanya yang selalu tajam setiap kali melihat sang Daddy berulah.


"Abang tuh capek, mau bobo. Eh, malah harus bangun lagi cuma buat temani Daddy jajan?"


Erzhan sungguh merasakan pusing setiap kali permintaan Daddy nya mulai tidak terkendali.


Melihat raut wajah frustasi sang putra kesayangan, ada rasa kasihan timbul di hati Qiara. Tetapi, dia hanya bisa menenangkan sembari berdoa dalam hati, semoga kabar mengenai kehamilannya bisa di terima putra sambungnya tersebut.


Daddy lagi ngidam Bang, makanya banyak tingkah. Bathinnya


Qiara menjadi penengah antara Faraz dan Erzhan ketika mulai timbul perdebatan kecil.


"Udah dong, Bang. Ngga usah ajak Daddy berdebat lagi. Ok?" pintanya pada sang putra yang akhirnya mengangguk patuh.


"Mommy pusing tahu, lihat kalian ngga ada yang mau ngalah."


"Abang cuma kasih peringatan ajah ke Daddy, ngga lebih kok." Sahut Erzhan membela diri


"Tetap ajah, mau sampai berbusa pun Abang ngomel ke Daddy. Hasilnya sama, ngga akan di dengar juga." Kekeh wanita cantik itu sembari mengusap sayang punggung kecil putra kesayangannya tersebut.


Tidak ada lagi perdebatan, karena Faraz memilih fokus melihat ke depan jalan raya. Sementara Erzhan mulai terbuai mimpi saking tidak kuatnya menahan kantuk.

__ADS_1


Jam yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi, sudah pasti sebagian penghuni bumi tengah beristirahat di rumah mereka masing-masing. Hanya segelintir orang yang masih terjaga dan berlalu lalang kesana kemari mencari kesibukan, adapun beberapa di antaranya masih bekerja sampai pagi menjelang.


Faraz menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan, rasanya tidak sabar ingin segera membeli jajanan favoritnya yang beruntungnya masih ada yang buka.


Brak


Pintu mobil bagian depan di tutup lumayan kuat oleh pria itu, membuat Qiara ikut tersentak kaget bersama Paman Sopir.


Belum sempat wanita itu protes, nyatanya Faraz kembali lagi sembari tersenyum manis kearah istrinya.


"Maaf Mom, hampir lupa kalau ada Mommy dalam mobil."


Qiara memutar kedua bola matanya malas, bergegas turun dari mobil di bantu suami tampannya itu.


"Mau di bungkus atau makan disini?" tanyanya seraya mengikuti langkah kaki Faraz dengan perlahan.


"Abang udah tidur?" pria itu justru balik bertanya.


"Kalau gitu, mumpung Abang udah tidur. Gimana kalau kita makan di sini ajah?"


Faraz ingin menikmati waktu berdua dengan Qiara, mengingat sangat jarang keduanya memiliki waktu luang sekedar membicarakan banyak hal selama di rumah.


Semua karena Erzhan yang tidak pernah membiarkan sang Mommy jauh dari pantauannya, membuat Faraz seakan di kucilkan.


.


.


Kini pasangan suami istri itu tengah duduk santai tidak jauh dari mobil.

__ADS_1


Sudah ada berbagai macam menu jajanan pinggir jalan, mulai dari yang pedas, asin, manis hingga asam tidak luput dari pilihan Faraz.


Tidak lupa dua gelas es teh manis siap menyegarkan tenggorokan pasangan suami istri tersebut.


"Daddy ngga takut sakit perut?" tanya Qiara menatap ngeri tidak percaya dengan apa yang tersaji di atas meja.


"Ini kebanyakan loh, Dad."


"Kenapa, Mommy khawatir aku ngga bisa habisin semuanya?" goda Faraz menganggap pertanyaan istrinya sebuah candaan.


Qiara menggeleng pelan, bukan itu yang dia maksud.


"Terus kenapa?" tanya pria itu masih setia menikmati hasil buruannya.


"Atau Mommy laper juga? Mau makan?"


Lagi-lagi wanita cantik kesayangannya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Ish, Mommy nyebelin." Sungut Faraz mulai kehilangan kata-kata


Qiara membung nafas kasar sembari memperhatikan suaminya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Aku tuh ngga laper atau apapun itu, hanya saja-"


"Apa?" tanya Faraz di buat penasaran.


Saking penasaran dengan jawaban istrinya, membuat pria itu tersedak minuman es teh yang tersisa sedikit.


"Daddy udah ngga seksi lagi, semakin hari aku lihat perutnya mulai buncit sama pipi kayak bakpau."

__ADS_1


"Ini Boboho versi dewasanya."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2