Istri Kedua Sang CEO

Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 125 ~ Mommy Sayang Abang


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Acara pertunangan akhirnya selesai.


Drama perdebatan Qiara dengan Kakak keduanya berakhir setelah Delia memberi sebuah penjelasan jika gadis itu hanya bercanda, karena ingin menjahili calon istri dari Bos nya tersebut.


Awalnya Qiara tidak percaya, mengingat Zafir sendiri pun hanya diam tanpa memberi penjelasan yang sama pada adik bungsunya.


Namun, keterangan yang gadis itu dapat dari Papi Rafin dan Mami Ayshila yang mengatakan sang Kakak masih single belum memiliki seorang kekasih baru lah Qiara percaya. Meski harus menjadikan Faraz sebagai korban atas kekesalannya pada sekertaris pribadi kepercayaan pria itu.


Semua anggota keluarga Rafindra dan Bramantya sudah berkumpul di ruang keluarga. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat putra dan putri mereka akhirnya bersatu dalam ikatan yang pasti akan menuju ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.


Berbicara soal pernikahan. Masih ada yang perlu di selesaikan, mengingat status Faraz masih lah seorang suami dari wanita cantik bernama Sandra.


Putusan dari pengadilan masih dalam proses, itu sebabnya di acara pertunangan tidak banyak tamu undangan yang hadir.


Semua jelas bukan dari kalangan biasa dan pastinya sangat tahu menjaga rahasia dan sudah bersumpah tidak akan membocorkan pertunangan Putri kesayangan Tuan besar Rafindra bersama Tuan muda Bramantya.


Keputusan sudah mereka berikan pada Qiara dan Faraz, selaku pihak yang paling tahu kemana hubungan keduanya akan berlanjut tanpa harus merasa bersalah pada satu orang paling di rugikan dakam hal ini.


Siapa lagi kalau bukan ibu kandung dari si kecil Erzhan.


Sudah di manfaatkan oleh kedua orang tuanya hanya karena keserakahan, berubah jadi wanita berhati jahat demi bisa mewujudkan impiannya untuk bersanding dengan pria yang sangat dia cintai, gagal menjadi ibu yang baik untuk putra tunggalnya, di kurung selama dua tahun di dalam kediaman Bramantya hanya karena di tuduh sebagai pelaku atas kematian salah satu anggota keluarga Bramantya, nekat menyakiti sahabatnya sendiri hanya karena rasa iri dan cemburu melihat putranya lebih dekat dengan wanita lain, pernah membuat kekacauan di kediaman Rafindra hanya karena tidak ingin pernikahannya hancur dan sekarang harus ikhlas menerima kenyataan jika bukan lagi Sandra yang menjadi satu-satunya wanita dalam hidup suaminya dan putranya.


Wanita cantik itu harus menerima keputusan yang dia ambil sendiri, merelakan pria yang sangat dia cintai bersanding dengan sahabatnya yang mungkin kelak bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk suami dan putranya.


Bukankah cinta tidak harus sampai memiliki?


Itulah, yang berusaha Sandra yakinkan pada dirinya sendiri. Mengingat di luar sana belum tentu ada yang seberuntung dirinya, pernah merasakan hidup bahagia penuh kemewahan dan sukses melahirkan keturunan yang sangat pintar, tampan, baik hati dan sopan seperti Erzhan.


Tepat acara pertunangan selesai. Qiara sengaja langsung menghubungi wanita itu demi mencari tahu keadaannya.


Dan Sandra merasa bahagia melihat sahabatnya tersebut akhirnya mewujudkan keinginannya, meski ada rasa sakit di hati yang sulit dia utarakan.


[Selamat ya, Qia]


[Aku doakan, semoga kelak hubungan kalian langgeng dan selalu di limpahkan kebahagiaan]

__ADS_1


[Jaga kedua pria tampan kesayangan ku, dan maaf atas semua kesalahan ku selama ini]


[Kamu tenanga saja, Qia. Di sini masih ada Adrian yang akan menjaga ku, masih banyak orang yang juga sayang dan melindungiku termasuk kamu dan semua anggota keluarga mu]


[Oh iya. Besok aku akan ke rumah mu, sesuai permintaan Paman dan Bibi. Tolong jaga aku ya, seandainya mereka marah atau bisa saja memukuliku]


Sandra benar-benar mengutarakan semua yang ada dalam hatinya, tanpa ada yang terlupakan.


Sementara Qiara hanya diam mendengarkan bersama Erzhan yang kedua matanya sudah berkaca-kaca.


Bagi anak tampan itu Mama Sandra merupakan ibu yang baik, hanya karena sebuah desakan dan ancaman sampai membuat wanita cantik itu berubah jahat.


Sang Mommy langsung meraih tubuh mungilnya agar masuk ke dalam pelukan seraya di usap bagian punggungnya dan pucuk kepalanya terus di ciumi tanpa henti.


"Abang pintar, sayangnya Mommy dan Mama Sandra." Bisik Qiara pelan menenangkan Erzhan yang terisak


Inilah yang paling gadis itu takutkan ketika berani melangkah dan mengambil keputusan yang jelas akan ada korban dalam hancurnya pernikahan Sandra dan Faraz.


Anak kecil yang tidak berdosa dan belum paham situasi yang ada, kemungkinan akan ada trauma yang timbul meski tidak menyebabkan hancurnya mental.


Qiara bersumpah akan menjadi tempat berlindung bagi Erzhan di kala senang maupun sedih, tidak ada yang lebih berharga selain mengembalikan senyum manis anak tampan itu yang sempat hilang akibat kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.


.


.


.


Usai berbicara dengan Sandra lewat vidio call sepuluh menit yang lalu.


Kini waktunya Qiara membersihkan diri, kemudian menemui semua anggota keluarganya di ruang keluarga.


Erzhan sudah tidur lima menit yang lalu saking lelahnya menangis dalam dekapan hangat sang Mommy kesayangan hingga akhirnya terlelap.


Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Qiara mencium kedua pipi calon anak sambungnya tersebut dengan gemas.


"Mommy sayang Abang," bisiknya pelan seraya tersenyum manis.

__ADS_1


Di rasa Erzhan tidak terganggu, baru lah Qiara membersihkan dirinya.


Dua puluh menit kemudian, gadis cantik itu keluar dari kamar langsung menuju lantai bawah untuk menemui yang lainnya.


Faraz berulang kali mengirim pesan saking bosannya menunggu dan Qiara jelas tidak peduli.


Masih terlalu baru untuknya merasakan apa itu cinta, sebab yang terjadi sesuai keinginan orang lain dan bukan karena hati dan perasaannya yang bergerak.


"Yang ada kesal mulu aku tuh," gumam Qiara di saat pintu lift terbuka.


Langkahnya begitu santai menuju ruang keluarga bersama Bibi pengasuh yang tidak sengaja bertemu di depan lift.


Kedatangannya di sambut dengan senyum lebar oleh semua orang terutama Faraz yang langsung menarik pelan lengan kanannya agar duduk di samping pria itu.


Bukan tanpa alasan Faraz melakukannya, belum apa-apa pria tampan yang tidak lain adalah Kenzo hendak meminta Qiara untuk duduk bersamanya di sofa panjang tepat di samping wanita cantik bernama Maira.


"Kamu apa-apaan sih, Tuan angkuh?" kesal Qiara merasa tidak senang.


"Aku tuh mau duduk di dekat Uncle Kenzo dan Aunty Maira," imbuhnya.


Sungguh rasa ingin membelai perut buncit calon istri dari pamannya itu begitu besar sejak Qiara memasuki ruang keluarga.


"Lepas ngga!" sentak Nona muda Rafindra begitu geram mendapati tangannya di genggam erat Faraz.


"Papi, bantuin." Mohonnya pada Tuan besar Rafindra yang tertawa geli


"Jangan di paksa kalau dia ngga suka, Faraz." Peringat Nyonya Ayshila merasa kasihan putrinya seakan tertekan


Mendengar nada bicara kurang bersahabat wanuta itu, dengan terpaksa Faraz melepas genggamannya di tangan Qiara


"Jangan ngambek ya Tuan handsome, janji deh. Habis aku ngelus perut buncit nan imut Aunty Maira, nih tangan mau di apakan juga boleh." Kekeh si cantik menggerlikan matanya ke arah Faraz


"Malu udah punya anak juga, eh salah. Bentar lagi bakal jadi Duda tampan anak satu," imbuhnya.


Qiara berlari cepat menuju pasangan kekasih yang tidak akan lama lagi melakukan acara pernikahan tersebut.


Faraz mendengus kesal, namun ia justru langsung salah tingkah melihat tatapan mata Qiara sengaja menggodanya saking gemas dan tentunya sedikit jahil.

__ADS_1


"Tunggu saja kalau udah resmi jadi istri, habis kamu."


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_2