Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
jalan jalan


__ADS_3

"Ya Sudah kalau begitu aku pulang duluan, ucap Rika.


"Loh Ka, ko mau pulang?. tanya dian


"Ya pulanglah masa iya aku ikut sama kalian, itu tidak mungkin Dian.


"Ka,, Dian menatap Rika, berharap Rika mengerti tatapannya yang tidak ingin di tinggal berdua dengan Fahmi.


Rika mengerti arti dari tatapan Dian tapi rika berpura-pura tidak mengerti. "Fahmi, aku nitip Dian jangan di apaapain awas kalau sampai dia kenapa-kenapa kamu akan berurusan dengan aku.


"Iya Rika, aku kira galaknya hanya di medsos saja ternyata di dunia nyata juga galak".


Rika pun pergi meninggalkan dian dan fahmi,,


"Ayo sayang, aku antar kamu pulang".


Dian mengangguk, namun saat mereka akan menyebrang Fahmi memegang tangan dian, sontak perbuatan Fahmi itu, membuat Dian kaget dan reflek menarik tangannya dari genggaman Fahmi.


"Kenapa?", tanya Fahmi.


Dian tersenyum dan berkata "maaf tidak biasa di pegang laki-laki".


Fahmi pun tersenyum, "jadi ini pertama kali tangan kamu di pegang laki-laki?". tanya Fahmi.


Dian hanya menganggukkan kepalanya, pertanda jika yang di ucapkan Fahmi benar.

__ADS_1


Merekapun menyebrang tanpa bergandengan tangan.


Di tengah perjalanan Fahmi bertanya. "sayang peraturan di kosan kamu, paling telat pulang jam berapa?".


"Jam 9 mas, memangnya kenapa?". tanya Dian.


"Bagaimana jika kita main dulu".


"Main kemana mas?, bukankah ini sudah sore?". tanya Dian.


"Kalau ke mol, kamu mau tidak, lumayan masih ada waktu beberapa jam sebelum jam 9". ucap Fahmi.


"Dian terdiam, dan berkata "boleh mas".


Motor Fahmipun berbelok kearah mol yang mereka tuju. Sesampainya di mol Dian dan Fahmi, berjalan menuju sebuah tempat makan yang ada di dalam mol.


Fahmi tersenyum, "iyalah beda dasar polos, apakah Rika tidak pernah mengajaknya berjalan-jalan jika sore hari", batin Fahmi.


Mereka pun sampai di tempat makan, "rame banget", ucap Dian. Lalu mereka duduk di tempat yang masih kosong.


"Mau pesan apa?". Tanya fahmi.


Dian melihat daftar menu, lalu memesan minuman.


"Apa tidak sekalian makanannya?", tanya Fahmi.

__ADS_1


"Tidak mas Dian belum lapar". "Oh, yasudah pesan 2 ya mass", ucap Fahmi Pada pelayan.


Mereka pun bercerita, sampai tidak terasa jam telah menunjukan pukul 8 malam.


"Mas ayo pulang sudah jam 8". Fahmi pun melihat jam di tangannya lalu berkata, "Ayo".


Mereka pun sampai di kosan Dian, "terima kasih mas untuk hari ini", ucap dian.


"Sama-sama. Apa kamu senang?",


Dian menganggukan kepalanya, sambil tersenyum.


"Nanti jika akhir pekan kita jalan-jalan lagi".


"Iya mas".


"Sudah sana masuk!".


"Iya, sekali lagi terimakasih mas, Dian pun masuk kedalam dan Fahmi pun pulang.


Tidak terasa hubungan Fahmi dan Dian kini sudah berjalan 6 bulan. Selama 6 bulan itu, hubungan Dian dan Fahmi baik-baik saja, tidak ada masalah yang berlebihan, seminggu sekali mereka bertemu untuk sekedar jalan-jalan.


Di dalam kosan, Dian sedang berbicara dengan Ibunya lawat sambungan telpon, Ibu menanyakan kapan Dian akan mengenalkan Fahmi pada keluarganya.


"Apa sekarang sudah waktunya aku mengenalkan Fahmi". Dianpun mengambil ponselnya, yang dia simpan tadi, lalu menghubungi Fahmi. Fahmipun mengangkat telpon dari Dian.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, sayang tumben kamu menelpon aku jam segini, ada apa?" tanya Fahmi. karna biasanya Dian sudah tidur di jam sepeti ini.


"Wa'alaikummussalam, iya mas maaf mengganggu malam-malam seperti ini, ini aku kepikiran sama permintaan ibu".


__ADS_2