Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Penjelasan Angga


__ADS_3

"kenapa Ibu dan Rika tidak mau mengatakan apapun padahal aku juga tidak akan marah ".


Dian menunggu suaminya pulang di depan Rumah Rika sambil merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya.


Tidak berselang lama Angga datang Dian langsung tersenyum karena orang yang sudah di tunggunya datang juga.


Angga yang melihat senyum Dian langsung terpana dan dia berkata "Cantiknya istri ku ini" ucap Angga sambil memegang wajah Dian.


"Mas ngapain, malu di lihat orang". ucap Dian


"Biarkan saja, agar mereka tau mas sangat mencintai mu". ucap Angga.


Rika yang melihat mereka dari dalam warung langsung berteriak " Dunia serasa milik berdua yang lain pada ngontrak ".


"Mas tuh kan apa aku bilang".


"Sudah biarkan saja dia tidak tau rasanya jadi mas, nanti jika dia seperti ini kita balas dia". Dian pun mengangguk.


"Mas ayo ke kamar", ajak Dian.


Angga yang mendengar nya tersenyum penuh arti dan dia berkata "ayo sayang".

__ADS_1


Angga benar-benar bahagia karena untuk pertama kalinya Dian mengajaknya ke kamar dan sekarang bukan waktunya tidur berarti dia mengajak ku untuk hem Angga tersenyum dan Dian melihatnya aneh.


"Ada apa dengan mas Angga, tapi ya sudahlah biarkan saja aku sudah tidak sabar mendengar ceritanya".


Dian masuk kamar, Dian duduk di tepi Ranjang sambil menunggu Angga karena dia ingin mandi dulu.


Beberapa menit berlalu akhirnya Angga masuk kamar.


"Mas katanya mau bicara tentang Mas Fahmi pada ku". tanya Dian setelah Angga duduk di dekatnya.


"Maaf mas lupa, mas fikir kamu mengajak mas kekamar untuk melakukan olah raga sore".


"Mas ih pikirannya itu, ke sana terus". ucap Dian


"Sudah mas, sekarang coba jelaskan pada ku".


"Baiklah Mas akan bicara tapi kamu janji dulu setelah mas selesai cerita, kamu ijinkan mas berolahraga sore ini".


"Ya kalau mas mau berolah raga tinggal olah raga kenapa harus ijin sama aku" ucap Dian pura-pura tidak tau maksud Angga.


"Sayang kamu suka begitu, maksud mas olah raga di atas kasur" ucap Angga mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Iya aku tau mas, aku cuman bercanda".


"jadi apa kamu setuju" tanya Angga.


Dian menganggukkan kepalanya tanda jika dia setuju.


"Baiklah, memang benar apa yang di katakan ayah jika Fahmi teman mas bahkan bisa disebut sahabat mas, kami berteman saat dia masuk di perusahaan tempat mas bekerja".


"Jadi mas bekerja dengan mas Fahmi".


"Iya sayang, kamu masih ingat saat pertama kali mas masuk kerja setelah menikah dengan mu".


"Ingat, waktu itu mas seperti menghawatirkan sesuatu dan aku pikir mas khawatir tentang rekan kerja mas yang tidak mas undang".


"Itu memang benar tapi mas jauh lebih mengkhawatirkan Fahmi, mas takut dia membenci mas karena telah menikahi mu".


"Terus apa mas Fahmi marah".


"Tentu saja dia marah, dia sampai memukul mas, mas benar- benar merasa bersalah padanya bahkan mas merasa menyesal telah mengambil mu darinya, pikiran mas benar-benar kacau belum lagi menghadapi rekan kerja mas yang lain yang ikut-ikutan tidak bicara pada mas".


"Tapi kenapa sekarang dia tidak membenci mas".

__ADS_1


" Itu terjadi karena Rika, entah apa yang terjadi pada mereka saat malam itu, malam setelah kita sah menjadi sepasang suami dan istri.


__ADS_2