
Dian pun sudah selesai di rias, Dan menghampiri kaka nya yang sedang melamun.
"Ka, ada apa, kaka seperti mencemaskan sesuatu?". tanya Dian.
"Iya Dian, kaka merasa cemas"
"Tenang ka mas Agus sedang di perjalanan".
"Bukan itu Dian".
"Terus apa?".
"Kaka cemas jika kaka tidak bisa mencintai mas Agus".
"Oh itu, tenang Ka"
"Kamu dari tadi tenang, tenang, kaka ini lagi cemas Dian".
"Tenang ka, Cinta itu akan datang Seiring Waktu berjalan, contohnya aku, aku milih mas Fahmi bukan karna cinta bukan karna sayang tapi karna dia orang baik jadi aku memilihnya, dan Cinta itu datang pada ku, Seiring Waktu berjalan,, sekarang aku malah tergolong bucin".
"Ya akal ku kalah oleh rasa cinta ku, padahal aku tau kemungkinan kecil untuk mas fahmi tida berselingkuh lagi tapi hati ini menyuruhku untuk memberinya kesempatan kedua, akal ku kalah oleh rasa cinta ku".
Rombongan calon mempelai peria sudah datang. mereka sudah berada di tempat akan dilaksanakan nya acara ijab kobul.
Fahmi yang baru datang pun langsung menuju tempat akad nikah akan di laksanakan.
__ADS_1
Kata Sah pun sudah terdengar,, dan kini mas Agus sudah sah menjadi suami ka Sinta.
Ibu, Dian dan ka Sinta meneteskan air mata bahagia dan berucap alhamdulillah.
"Ayo ka sudah di panggil ke depan".
"Kaka deg degan".
"Kaka tarik napas tahan dan hembuskan perlahan".
Ibu dan Dian membawa Sinta ke depan untuk menandatangani berkas berkas pernikahan.
tanpa Dian sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya, dari dian keluar rumah sampai dian duduk.
"Cantik sekali dan bibirnya ampun sungguh menggoda". batin orang tersebut.
Dian pun menggerakkan kepalanya kesamping ingin melihat siapakah orang yang menatapnya.
Deg. Dian tersenyum, "Oh ternyata mas Fahmi batin Dian.
Fahmi pun tersenyum saat melihat dian tersenyum, "Ya Allah, Dian kamu cantik sekali, mas jadi tidak sabar untuk menghalalkan kamu". batin Fahmi.
Pengantin baru sudah duduk di kursi pelaminan, mereka bak raja dan ratu. Seperti yang ibu katakan semalam, Dian membantu Ibu.
"Uh lelah nya". ucap dian sambil mengibas ngibaskan tangannya.
__ADS_1
"Kamu cape sayang?".
Dian menoleh ke arah suara. "Eh mas, iya cape, ini baru bisa duduk.
"Minum dulu sayang!". Fahmi memberikan air pada Dian.
Dian mengambil air tersebut, "duduk mas!".
Fahmi pun duduk di hadapan Dian.
"Sayang kamu sangat cantik,, coba kamu dandan kaya gini tiap ketemu mas".
"Memang nya kalau biasanya Dian jelek".
"Tidak begitu sayang, maksud mas kamu semakin cantik kalau dandannya kaya gini, terus bibir kamu". Fahmi menelan ludahnya karna melihat bibir Dian yang seperti ceri.
"Bibir aku kenapa mas apa belepotan". Saat Dian akan memegang bibirnya. tiba tiba.... tangan fahmi sudah berada di bibir Dian seolah olah sedang membersihkan bibir Dian.
"Apa sudah rapi mas?". ucapan Dian membangunkan lamunan fahmi yang sedang bertrapeling.
"Sudah sayang". lalu Fahmi berdehem
"Kenapa mas, apa mas haus?". tanya dian
"Sumpah sayang kamu polos banget,, apa kamu tidak sadar apa yang aku lakukan barusan".
__ADS_1
"Mas ini minumnya".
Fahmi mengambil air yang di berikan Dian, saat akan minum Fahmi bertanya, "Sayang ini baru?".