
Setelah Rika mengatakan kalimat tersebut Rika naik ke atas, dan Fahmi membiarkannya.
"Pantas saja Angga langsung tenang". ucap Fahmi
Fahmi pun melakukan hal yang sama seperti Rika.
*
Satu bulan pun berlalu dengan cepat, Selama itu Rika terus membantu Fahmi dan bekerja di butik orangtua Fahmi.
Seperti yang Fahmi katakan pada Angga. Dia tidak melakukan hal yang tidak di inginkan Angga, karena saat di kamar Fahmi, baik Rika atau Fahmi tidak pernah berbicara terlalu lama di sana.
Jika Fahmi sudah bangun Fahmi selalu langsung masuk ke kamar mandi tanpa bersuara atau melihat wajah Rika, itu dia lakukan agar mereka terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Tapi berbeda jika mereka sudah di luar kamar Fahmi.
Fahmi selalu menggoda, merayu bahkan bermanja-manja pada Rika, Rika yang sudah terbiasa membiarkannya saja, karena percuma dia protespun Fahmi tidak pernah mendengarkannya.
Setiap hari Sabtu sore Fahmi mengantar Rika pulang ke rumah orang tuanya, dan Rika akan kembali ke rumah Fahmi pada Minggu sore.
__ADS_1
*
Karena sudah merasa cukup mendekatkan Rika dan Fahmi. Sintia berkata bahwa dokter telah menyatakan bahwa dia sudah sembuh, dan itu artinya Rika sudah terbebas dari hukumannya.
Sintia berharap Rika memiliki rasa cinta pada Fahmi setelah satu bulan menyuruh Rika membantu Fahmi.
Karena Sintia selalu berpikir, kadang cinta datang karena terbiasa.
Sore itu Rika akan pulang kerumah orang tuanya, Saat berpamitan pada orangtua Fahmi dan juga bi Inah, suasana haru tercipta di antara mereka.
"Tante, om terimakasih sudah baik pada Rika selama Rika tinggal disini dan maafkan Rika karena sering merepotkan kalian", ucap Rika sambil mencium tangan Sintia.
"Aku pasti akan merindukan tante". ucap Rika memeluk Sintia.
"Apalagi tante, tante tidak akan lagi melihat kalian bercanda lagi".
"Sudah kalian ini seperti jarak rumah Rika jauh saja" ucap papah Fahmi.
"Memang tidak jauh, tapi akan beda rasanya jika Rika tidak tinggal di sini, Rumah akan sepi lagi'. ucap Sintia.
__ADS_1
Sintia menatap Rika, "Ka menikah saja dengan Fahmi agar kamu tidak perlu pergi dari rumah ini !".
"Tante ini ada-ada saja". ucap Rika
Lalu Rika berpamitan pada bi Inah " Bi maaf jika selama aku di sini aku melukai hati bibi".
"Tidak neng, neng Rika tidak pernah melukai hati bibi, kehadiran neng Rika membuat bibi senang selain karena bibi ada yang bantuin, bibi juga senang karena neng Rika memberi warna pada rumah ini yang sudah lama sepi".
Setelah Rika berpamitan Rika pun pergi di antar Fahmi, Fahmi dari tadi hanya diam entah apa yang dia pikirkan.
"Sayang apa kita akan bertemu lagi mengingat sudah tidak ada lagi alasan ku bertemu dengan mu" ucap Fahmi lirih. "dan bolehkah aku memanggil mu sayang jika kita bertemu di manapun dan kapanpun sebelum kamu terikat hubungan dengan orang lain".
"Iya boleh". ucap Rika.
"Terima kasih sayang" ucap Fahmi entah kenapa rasanyanya dia sangat ingin menangis.
Rika juga merasakan hal yang sama, rasanya berat meninggalkan keluarga Fahmi dan juga Fahmi.
Rika meneteskan air matanya dan langsung menghapusnya, dia tidak mau jika Fahmi melihatnya bersedih.
__ADS_1
Rika berpikir mungkin karena sudah terbiasa jadi dia merasa sangat berat meninggalkan Fahmi.