Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Dian menerima Angga


__ADS_3

Rika dan Dian sudah menunggu di ruang tamu.


"Dia yang ngajak kita kesini, eh dia yang lama", Rika yang sudah kesal menunggu menghampiri kamar yang di gunakan Angga.


Riaka mengetuk kamar dan berkata, "Kaka cepat keluar, katanya ada yang mau kaka obrolin,, kalau kaka masih lama kami masuk lagi ke kamar".


Pintu terbuka, "Ehh jangan dulu" Angga tersenyum.


"Tadi kaka lagi ngapain di dalam lama banget".


"Lagi latihan",, jawab Agga sambil berjalan.


Merekapun sampai di ruang tamu dan langsung duduk. "Jadi apa yang kaka mau omongin", tanya Rika


Bukan nya menjawab Rika, Angga justru melihat Dian.


"Dian apa benar jika kamu dan Fahmi sudah putus?"


Dian menganggukan kepalanya.


"Sejak kapan?".


"Sudah satu minggu yang lalu", jawab Dian.


Rika tersenyum, "Aku akan jadi pendengar yang baik saja kali ini", ucap Rika dalam hati.


"Jadi jika ada yang melamar mu tidak akan ada yang marah" tanya Angga.


"Tidak, memang nya kenapa?".


Dengan hati yang berdebar Anggapun berkata.

__ADS_1


"Jadi jika mas melamar mu bagaimana?, mas jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama waktu kita bertemu di rumah sakit, tapi karna mas tau kamu sudah bertunangan jadi mas menguburnya dalam dalam".


deg..


Dian tidak menyangka jika mas Angga menyukainya.


"Mas yakin mau sama aku, mas kan tidak tau baik buruknya aku, kita juga baru bertemu dua kali".


"Insyaallah mas yakin sama kamu, jadi apa kamu mau menerima lamaran mas" tanya Angga.


"Maaf mas" dian menjeda ucapannya.


"Sepertinya aku harus memikirkannya dulu".


"Oh baiklah", jawab Angga lesu.


"Tapi aku harap besok kamu sudah memberikan jawabannya!".


"Aamiin" jawab Angga, Rika, juga ibu dan ayah.


"Lo ko ibu dan ayah kapan kalian kesini?".


Ibu dan ayah tersenyum.


Sebenarnya tadi pas angga mengungkapkan isi hatinya ibu dan bapa juga mendengarkan di balik pintu kamar mereka dan keluar saat Dian menunduk, mungkin saking fokusnya Dian berpikir, jadi dia tidak menyadari kehadiran mereka.


Keesokan pagi nya saat mereka sarapan pagi sebelum mereka berangkat jalan jalan.


"Hem" Dian berdehem dan semua mata tertuju padanya.


Dian menatap Angga yang berhadapan dengan nya.

__ADS_1


"Mas", Dian menjeda ucapannya karna gugup.


"Mas aku terima lamaran kamu", Dian langsung menunduk karena malu.


"Alhamdulillah" ucap semua orang.


"Ini beneran kan bukan mimpi", Tnya Angga.


Lalu Rika mencubit pinggang Angga.


"aw, sakit ka".


"Jadi bukan mimpi kan'.


"terimakasih dian kamu mau menerima aku".


"Ya sama sama jawab Dian".


Angga tidak perduli alasan Dian menerimanya apa, yang penting bagi Angga dian mau menerimanya.


Mereka pun berangkat jalan-jalan menggunakan motor ayah dan menyewa satu motor lagi dari tetangga.


Sebelum berangkat Angga menelpon ayah dan bundanya.


Entah apa yang di sampaikan Angga, sampai ayah dan bundanya sangat senang mendengar kabar dari Angga.


Setelah puas menikmati pemandangan di kampung, Angga mengajak Dian dan Rika ke pasar untuk membeli bahan makanan.


Angga menyuruh Rika dan Dian membeli bahan makanan yang cukup banyak, mereka tidak tau alasan Angga menyuruh mereka membeli bahan masakan tersebut.


Sementara Angga membeli sebuah kalung yang indah untuk Dian,, tadinya Angga ingin membeli cincin tapi angga tidak tau ukuran jari dian karna dia belum memegang tangan Dian.

__ADS_1


__ADS_2