
Fahmi selesai shalat dan Rika juga baru keluar kamar mandi.
Deg...
Entah mengapa jantung mereka berdua berdegup dengan kencang saat mata mereka beradu.
"YA Allah ada apa dengan jantung ku, kenapa sekarang berdegup sangat kencang, padahal dulu aku sering bertatapan dengan lawan jenis ku tapi tidak seperti ini". ucap Rika dalam hati yang baru sekarang merasakan hal tersebut.
"Massyaallah cantiknya wajah isrti ku". ucap Fahmi juga dalam hati.
Rika mengalihkan pandangannya ke arah yang lain karena merasa malu di tatap terus oleh suaminya dan itu membuat jantungnya berdegup dengan kencang lalu dia berkata
"Pak tadi semua orang sudah pulang dan ka Angga menyuruh mas untuk membeli peredam suara di kamar kita".
"Oh, baiklah nanti saya akan menyuruh orang untuk membelinya". ucap Fahmi
" Memangnya untuk apa peredam suara di pasang di kamar kita". tanya Rika
"Maaf saya tidak bisa memberi tahu kamu sekarang tapi nanti jika sudah waktunya akan saya beri tahu".
"Oh, baiklah kalau begitu saya mau sholat dulu", ucap Rika sambil menuju tempat sholatnya.
__ADS_1
"Kalau begitu saya keluar dulu".
Setelah Fahmi keluar jantung Rika berdegup normal kembali, " jika seperti ini terus aku bisa punya penyakit jantung".
Rika berdiam diri di kamar sampai adzan magrib berkumandang dan Fahmi masuk untuk mengambil perlengkapan sholatnya yang berada di kamar Rika yang tadi dia pinjam dari Noval.
Saat akan keluar kamar Fahmi berkata "Ka sebaiknya kamu mengemas pakayan mu dari sekarang karena mulai besok kamu akan tinggal bersama saya di rumah mamah".
"Kenapa kamu mengambil keputusan sendiri, tanpa bertanya dulu pada ku?".
"Karena kamu istri ku dan kamu harus mengikuti ku kemanapun aku mengajak mu".
"Kau benar, karena aku istri mu sekarang". ucap Rika lesu
"Jika aku tidak setuju maka ibu ku akan marah pada ku karena tidak menurut pada mu".
"Kalau begitu aku ke mesjid dulu". ucap Fahmi pamit
"Apa dia tidak malu pergi ke mesjid setelah kejadian tadi pagi, tapi ya sudahlah toh dia yang malu bukan aku". ucap Rika
Fahmi kembali ke rumahnya setelah melaksanakan shalat isya, karena Fahmi pulang saat waktunya makan malam jadi dia langsung duduk di meja makan.
__ADS_1
Rika mengambil nasi dan bertanya pada Fahmi,
"Pak anda mau makan dengan apa?".
"Rika apa tidak bisa kamu berbicara seperti dulu pada nak Fahmi ibu tidak suka mendengarnya terasa seperti ada jarak di antara kalian, ibu ingin kamu memanggil suami mu dengan kata mas dan jangan pakai bahasa kantor lagi" ucap Bu Miila
"Ibu tapi" ucapan Rika terhenti karena ibu menyela ucapan Rika "Ibu tidak menerima penolakan".
"Baiklah ibu ku sayang " ucap Rika mengalah
karena percuma berdebat dengan ibunya bisa berjam-jam dia di ceramahi ibunya.
Fahmi tersenyum saat Rika begitu mematuhi ibunya dan dia berkata dalam hati.
"Rika sangat patuh pada ibunya berarti dia juga akan patuh padaku nanti".
"Aku tidak seperti yang kamu pikirkan mas Fahmi" ucap Rika yang menebak isi hati Fahmi karena dari tadi Fahmi terus melihatnya, "Jadi mas mau makan apa ?".
Karema Fahmi yang di tanya hanya diam Rikapun mengambil lauk untuk Fahmi sesuai dengan apa yang di ingatnya, yaitu makanan yang tidak di sukai Fahmi.
"Mas cepat makan" ucap Rika.
__ADS_1
Lalu Fahmi melihat makanannya dan berkata dalam hati " Kenapa lauknya ikan apa dia lupa jika aku tidak suka ikan, tapi sepertinya dia tidak mungkin lupa, dia pasti ingin mengerjai ku, awas aku akan balik mengerjainya.