
Rika membuka pintu kamar mandi dan dia keluar dari sana menggunakan baju yang di belikan oleh Fahmi dengan rambut yang di bungkus handuk karena masih basah, dan itu memperlihatkan leher Rika.
Fahmi yang melihat Rika terpesona pasalnya baru pertamakali dia melihat Rika memakai gaun, karena biasanya Rika selalu memakai kaos dan celana panjang. Fahmi membeli gaun itu karena dia tidak mau ribet dengan ukuran baju Rika.
Fahmi tidak berkedip saat melihat Rika, dan itu di sadari oleh Rika, dan Rika pun berkata, "Apa kau sudah puas memandang ku, aku tau sih aku memang cantik dan mempesona", ucap Rika sambil mengedipkan matanya.
Fahmi pun berkata " cek percaya diri sekali kamu Rika , aku memandangi mu karena aku heran kenapa handuknya masih kamu pakai",
"Aku pikir kau terpesona dan ini", ucap Rika sambil mengelus lehernya, " apa kau tidak ingin menggigitnya" ucap Rika terus menggoda Fahmi.
"oh iya aku belum menjawab pertanyaan mu, ini masih ku pakai karena Rambut ku masih basah".
Mamah Sintia yang melihat mereka hanya tersenyum,
dan berkata dalam hati " Sepetinya jika Rika menjadi menantu ku, rumah tidak akan sepi lagi".
"Apa kau seperti ini saat berada di dekat laki-laki?"
"Tentu saja tidak, aku hanya seperti ini padamu saja karena aku yakin kau tidak akan berbuat apapun pada ku, dan aku sangat suka menggoda mu.
__ADS_1
"Apa kau menganggap ku tidak normal?".
"Bukan, manamungkin kau tidak normal jelas jelas mantan selingkuhan mu banyak".
"Terus kenapa kau tidak takut dengan ku?".
" Karena aku yakin saja".
" Sudah- sudah kalian ini, oh iya Fahmi ibu ingin pulang".
"Mamah tidak bisa, mamah baru sadar pasti mereka tidak mengijinkannya dan kaki mamah belum bisa berjalan"
"Mereka pasti mengijinkannya, bilang saja ibu memaksa atau apapun alasannya yang penting ibu bisa pulang dan kaki mamah, mamah bisa memakai kursi roda".
"Tapi tante Rika harus bekerja,?".
"Mamah tidak mau tau pokonya kamu harus tinggal di rumah mamah, kamu tidak boleh membantahnya".
"Baiklah tante", ucap Rika pasrah, mau menolak juga tidak mungkin karena tante Sintia seperti ini gara-gara dirinya".
__ADS_1
"Tumben, kamu nurut" ucap Fahmi.
"ya mau bagai mana lagi tante Sintia seperti ini juga karena aku, kalau begitu aku pulang dulu, mau ijin sama ibu terus membawa barang yang mungkin aku perlukan di rumah tante".
"Tunggu kamu mau pulang naik apa?". tanya Fahmi
"Angkutan umum, mana mungkin kan pakai baju begini aku naik ojeg".
Mamah Sintia pun berkata, " Fahmi kamu antar Rika pulang ini sudah malam, apa lagi dia memakai pakayan seperti itu".
"Terus mamah di sini bagai mana", tanya Fahmi.
"Papah sebentar lagi datang, mungkin mamah akan langsung pulang".
"Jika seperti itu kita tunggu papah datang, baru Fahmi mengantar Rika, ka kamu siap siap saja dulu!".
"Dari tadi aku sudah siap Fahmi".
"Ada ya orang sudah siap tapi rambutnya masih di gulung handuk".
__ADS_1
"Oh ya ampun aku lupa", Rika pun melepaskan handuknya dan merapihkan rambutnya, setelah rapih Rika mengikat rambutnya ke atas seperti biasanya.
sambil menunggu, Rika menghubungi Dian, dia memberi tahu Dian jika dia tidak bisa ke rumah Angga karena ada urusan.